SALAT MAHAGURU MERAPI DI ARGOMULYO

SALAT ( SafariLayar Tancep) Mahaguru Merapi sukses dilaksanakan di Lapangan Dusun Jetis Argomulyo Kec. Cangkringan, disamping pemutaran film juga agenda lain sebagai tambahan acara yang diperuntukan bagi warga masarakat yang datang di lapangan.IMG_7405
Empat tahun yang lalu erupsi merapi besar terjadi, banyak kejadian-kejadian memilukan dan membuat trauma warga yang sampai sekarang belum tersembuhkan. Bukaan kawah sekarang nampak jelas dari kejauhan mengarah ke selatan dan tenggara dengan lebar dan kedalaman yang cukup siknifikan, sehingga ke depan bila terjadi letusan sekecil apapun kemungkinan besar mengarah keselatan.IMG_7404
Diperlukan penanganan dan perhatian serius terhadap hal di atas, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan masarakat harus tetap terjaga, maka pada tanggal 16 Oktober 2014 mulai jam 17.30 sampai jam 23.00 di laksanakan pemutaran film Mahaguru Merapi. Film tersebut menggambarkan perjalanan merapi dari normal sampai meletus besar, dan dampaknya yang dahsyat dari letusan tersebut. Sebagai penggagas dan pemrakarsa acara tersebut adalah Para Relawan Penggiat dan Pemerhati Merapi Gugur Gunung yang didukung oleh BPPTKG Yogyakarta dan donasi lain yang peduli terhadap keselamatan warga.
Menurut Nawa”Badak” salah satu pemrakarsa acara tersebut mengatakan, Safari Layar Tancep Mahaguru Merapi ini dalam rangka upaya untuk mengingatkan kembali kepada masarakat terhadap aktifitas Merapi berikut dampak letusannya yang dahsat seperti di 2010, apalagi sekarang bukaan kawah mengarah ke selatan, selain itu juga untuk mengetahui seberapa jauh respon masarakat terhapat mitigasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan, safari ini dilakukan di 12 titik yang salah satunya diadakan di tempat ini.
Malam itu Lapangan Jetis Argomulyo dipadati masarakat untuk menyaksikan Salat Merapi dengan pemutaran Film Mahaguru Merapi durasi 30 menit, adegan demi adegan dinikmati masrakat dengan kitmat, kemudian disisipi dengan pembagian dorprais untuk penonton.
Selain itu juga diadakan lomba kreasi Ronda Nuthuk Kentongan yang diikuti oleh 7 group berasal dari 8 Dusun Bantaran kali Gendol, juga ditayangkan film Judul Digdaya. Acara dibuka oleh Wabub Sleman dengan membunyikan kentongan, yang dalam sambutannya Ibu Yuni sangat terkesan dengan acara tersebut, sehingga aplous diberikan kepada para penggagas dan pemrakarsa acara, kenthongan salah satub alat yang dulu dijadikan alat komunikasi oleh simbag-simbah, namun karena perkembangan jaman kenthongan surut bahkan menghilang, untuk itu dengan lomba ini diharapkan tradisi komunikasi dengan nuthuk kenthongan untuk dihidupkan kembali. Apalagi kita hidup dekat dengan merapi, bila merapi kurdo maka bila alat komunikasi elektro macet mau tidak mau kenthongan sebagai penggantinya, begitu imbuhnya.
Acara ditutup sekitar jam 23.00 ditandai dengan pengumuman dan pembagian hadiah bagi pemenang lomba Kenthongan, sebagai juara 1 kelompok muda karya JFC Dusun Jaranan, Juara 2 Jetis ACSY dusun Jetis, dan Juara 3 Kelompok Tuo Ironi Dusun Jetis.
IMG_7424

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.