Wajib latih “KRB Merapi” yang diakhiri dengan simulasi bencana di Kalidem
Pemkab Sleman melalui Bakeslinmas PB melakukan pelatihan mitigasi bencana pada masyarakat kawasan rawan bencana sebanyak dua kali setahun. Pelatihan mitigasi bencana yang dinamai “Wajib Latih” pada tanggal 7-10 Juni 2010 dilakukan pada kawasan rawan bencana Erupsi Gunung Merapi.
Peserta sejumlah 30 orang dengan unsur guru, pamong, karang taruna, dan paramedis berasal dari desa Wonokerto, Purwobinangun, Hargobinangun, Umbulharjo, Glagaharjo, dan Kepuharjo. Pelatihan di laksanakan di Gedung Bundar Kaliadem.
Peserta menjalani pelatihan dengan komposisi 10 JPL materi dan 14 JPL Praktek selama 3 hari, dan 6 JPL simulasi bencana pada hari ke empat. Narasumber materi berasal dari Bakeslinmas PB, BPPTK, Dinkes/PMI, BMKG, Pusat Studi Bencana “UPN Veteran”.
Peserta paling tertarik pada hari ketiga, saat materi PPGD, karena setelah teori, peserta melakukan praktek bersama tentang pembidaian dan simulasi korban di sekitar tempat pelatihan.
Hari keempat, dilakukan simulasi bencana di pedukuhan Kaliadem. Peserta dibagi 5 kelompok, dan masing-masing kelompok melakukan transfer ilmu kepada masyarakat di kaliadem. Simulasi dibagi 4 tahap, yaitu tahap simulasi status merapi aktif normal; tahap simulasi waspada; tahap simulasi merapi siaga dan tahap simulasi status merapi awas. Masing masing kelompok menempati rumah warga yang letaknya terpencar dan telah berisi audien/warga sekitar.
Rumah-rumah tersebut ” dianggap” kawasan-kawasan rawan bencana. Pada tahap simulasi aktif normal sampai dengan waspada, dilakukan sosialisasi. Pada tahap siaga, mulai dilakukan pengungsian mandiri menuju rumah kepala dusun yang “dianggap” sebagai barak pengungsian. Pada tahap “awas” semua rumah tersebut sudah dilakukan pengosongan wilayah, dan semua berkumpul di rumah kepala dusun yang “dianggap” barak pengungsian.
Ditulis oleh Asih Kushartati
Senin, 09 Agustus 2010 07:57