HT SEBAGAI ALAT PENYAMPAI INFORMASI KEBENCANAAN

0

*Tehnik berkomunikasi, Dalam Kebencanaan.

HT ( Handheld Transceiver ) – Kejadian Kebencanaan atau situasi dan kondisi yang diprediksi akan menimbulkan bencana, secepatnya harus diketahui oleh Pemerintah, Masarakat dan Relawan. Maka diperlukan beberapa alat komunikasi yang dapat menyampaikan pesan informasi secara cepat, valid dan tepat. Salah satunya alat yang dimaksud adalah Pesawat HT ( Handheld Transceiver ).
Pasca Erupsi Merapi 2010 hingga 2014 ini, pemegang Pesawat HT kususnya di Kabupaten Sleman jumlahnya cukup banyak ( lebih dari 500 buah ), pada hal belum tentu semuanya mengetahui tata cara berkomunikasi lewat HT yang benar. Sehingga penyampaian informasikadang tidak tersampaikan dengan cepat dan tepat.
Salah satu tehnik / cara penyampaian informasi lewat Pesawat HT di siatuasi kebencanaan, misal situasi hujan, ada aliran / banjir, yang harus diperhatikan sbb:
1 .Frekwensi yang digunakan jelas.
2. Ada Nomer Frekwensi Cadangan, digunakan bila Frekwensi utama krodit.
3 .Ada Net Pengendali yang tau tugas dan fungsinya.
4. Menggunakan nama operator dan posisi yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.
5. Menggunakan kalimat singkat dan bahasa yang mudah difahami.
6. Menggunakan spasi di setiap pembicaraan.
7. Bila situasi Urgen bisa masuk di sela-sel spasi.
8. Melaporkan kejadian sebenarnya.
9. Jangan berebut menggunakan frekwensi. 10. Jangan menumpuki rekan yang baru menggunakan frekwensi / jangan ngejem.
11. Jangan menggunakan kata-kata kotor, jorok, kasar.
12. Prioritaskan Pelapor yang ada di titik Pantau.
13. Apabila Pesawat HT Krodit gunakan media lain misal HP, Megafon dan lainnya.
14. Berita dilaporkan dengan tegas, tidak terburu-buru, jangan membuat panik tapi dengan bahasa yang pas.
Demikian diantara tata cara / mekanisme penyampaian informasi lewat Pesawat HT, dan sering digunakan istilah-istilah misalnya Kontek, Break, Instruksi, Hendel Operator, 86, 10.4, dll, yang belum tentu semua pengguna mengetahui arti dan maksudnya. Hal tersebut Insya Alloh akan di tulis di Rubrik berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.