RAPI SLEMAN PEDULI AIR BERSIH 2014
Akibat pipa saluran air dari mata air bebeng rusak ditambah kemarau yang berkepanjangan, 7 dusun di desa Glagaharjo Kecamatan Cangkringan mengalami kekeringan hingga berakibat kekurangan air bersih.

Desa Glagaharjo merupakan wilayah Kabupaten Sleman yang terletak disisi timur laut berbatasan dengan Desa Balerante, Bawukan Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten. Masuk wilayah Kecamatan Cangkringan dan berdekatan dengan gunung merapi, daerahnya termasuk lahan kering, mata pencaharian sebagian besar warganya adalah berkebun dan beternak hewan ( sapi, kambing ). Sumur-sumur yang dibuat warga terlalu dalam dan tidak ada mata airnya, maka untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, minum, masak, mandi juga untuk kebutuhan hewan, sangat bergantung pada air yang berasal dari Tuk Mbebeng. Proses pengambilan air dilakukan dengan menaikan air dari Tuk Mbebeng melalui pipa pralon menuju ke bak induk penampungan, kemudian disalurkan ke rumah-rumah penduduk. Selain itu warga juga tergantung pada air hujan, sehingga disetiap rumah warga tersedia bak penampung air hujan. Namun dipertengahan bulan September 2014 ini suplai air dari Tuk Mbebeng berhenti / macet, dikarenakan ada kerusakan komponen alat yang berada di Tuk tersebut, ditambah lagi belum turunnya hujan dikarenakan musim kemarau, maka dengan hal tersebut kurang lebih setengah bulanan ini warga di 7 dusun mengalami kekurangan air bersih, ambil air harus turun di sekitaran Argomulyo dan Manisrenggo Klaten berjarak sekitar 10 km. Beberapa instansi maupun komunitas sudah memberikan bantuan pengiriman air bersih, namun masih belum mencukupi. Salah satu kelompok yang baru saja memberikan bantuannya adalah RAPI Kaabupaten Sleman. Pada tanggal 1 Oktober 2014 secara simbolis RAPI lewat SRC TB Kab. Sleman menyerahkan bantuan sebanyak 20 tangki air bersih kapasitas pertengki 5.000 lt untuk 7 dusun di desa tersebut. R Suprapto selaku ketua RAPI Sleman dalam sambutannya mengatakan, droping air ini tidak seberapa namun semoga sedikit bisa mengurangi mengatasi masalah, dan bermanfaat. Perwakilan dari PemDes mengucapkan banyak terima kasih kepada RAPI Sleman yang dengan cepat tanggap membantu warga kami yang kekurangan air, sungguh sangat besar menfaatnya bagi warga kami, semoga amal baiknya memperoleh pahala yang besar dari Alloh, Amin. Adapun teknis penyalurannya ada dua cara, pertama bagi dusun yang tidak tersedia bak induk yang menuju ke rumah-rumah, caranya warga membawa drigen, ember, klenthing menuju ke mobil tangki. Kedua, bagi dusun-dusun yang ada bak induknya, teknisnya air dari tangki langsung dimasukkan di bak tersebut kemudian diatur / dialirkan ke bak-bak warga. Droping air RAPI tidak dilakukan sehari selesai, namun dalam beberapa hari karena minimnya sumber air yang diambil, disamping ketersediaan mobil tangki, yang dikelola oleh tim dengan didapingi / dibantu anggota RAPI Sleman. Semoga perbaikan pipa pralon cepat selesai dan musim penghujan cepat datang sehingga warga Glagaharjo tidak lagi alami kekurangan air bersih, Amin yo Robbal alamin. Penulis. Akibat pipa saluran air dari mata air bebeng rusak ditambah kemarau yang berkepanjangan, 7 dusun di desa Glagaharjo Kecamatan Cangkringan mengalami kekeringan hingga berakibat kekurangan air bersih.
Desa Glagaharjo merupakan wilayah Kabupaten Sleman yang terletak disisi timur laut berbatasan dengan Desa Balerante, Bawukan Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten. Masuk wilayah Kecamatan Cangkringan dan berdekatan dengan gunung merapi, daerahnya termasuk lahan kering, mata pencaharian sebagian besar warganya adalah berkebun dan beternak hewan ( sapi, kambing ). Sumur-sumur yang dibuat warga terlalu dalam dan tidak ada mata airnya, maka untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, minum, masak, mandi juga untuk kebutuhan hewan, sangat bergantung pada air yang berasal dari Tuk Mbebeng. Proses pengambilan air dilakukan dengan menaikan air dari Tuk Mbebeng melalui pipa pralon menuju ke bak induk penampungan, kemudian disalurkan ke rumah-rumah penduduk. Selain itu warga juga tergantung pada air hujan, sehingga disetiap rumah warga tersedia bak penampung air hujan. Namun dipertengahan bulan September 2014 ini suplai air dari Tuk Mbebeng berhenti / macet, dikarenakan ada kerusakan komponen alat yang berada di Tuk tersebut, ditambah lagi belum turunnya hujan dikarenakan musim kemarau, maka dengan hal tersebut kurang lebih setengah bulanan ini warga di 7 dusun mengalami kekurangan air bersih, ambil air harus turun di sekitaran Argomulyo dan Manisrenggo Klaten berjarak sekitar 10 km. Beberapa instansi maupun komunitas sudah memberikan bantuan pengiriman air bersih, namun masih belum mencukupi. Salah satu kelompok yang baru saja memberikan bantuannya adalah RAPI Kaabupaten Sleman. Pada tanggal 1 Oktober 2014 secara simbolis RAPI lewat SRC TB Kab. Sleman menyerahkan bantuan sebanyak 20 tangki air bersih kapasitas pertengki 5.000 lt untuk 7 dusun di desa tersebut. R Suprapto selaku ketua RAPI Sleman dalam sambutannya mengatakan, droping air ini tidak seberapa namun semoga sedikit bisa mengurangi mengatasi masalah, dan bermanfaat. Perwakilan dari PemDes mengucapkan banyak terima kasih kepada RAPI Sleman yang dengan cepat tanggap membantu warga kami yang kekurangan air, sungguh sangat besar menfaatnya bagi warga kami, semoga amal baiknya memperoleh pahala yang besar dari Alloh, Amin. Adapun teknis penyalurannya ada dua cara, pertama bagi dusun yang tidak tersedia bak induk yang menuju ke rumah-rumah, caranya warga membawa drigen, ember, klenthing menuju ke mobil tangki. Kedua, bagi dusun-dusun yang ada bak induknya, teknisnya air dari tangki langsung dimasukkan di bak tersebut kemudian diatur / dialirkan ke bak-bak warga. Droping air RAPI tidak dilakukan sehari selesai, namun dalam beberapa hari karena minimnya sumber air yang diambil, disamping ketersediaan mobil tangki, yang dikelola oleh tim dengan didapingi / dibantu anggota RAPI Sleman. Semoga perbaikan pipa pralon cepat selesai dan musim penghujan cepat datang sehingga warga Glagaharjo tidak lagi alami kekurangan air bersih, Amin yo Robbal alamin. Penulis.
