JALUR ANGKUTAN MATERIAL MERAPI DI CANGKRINGAN YANG RAWAN KECELAKAAN

Jalan Cangkringan Prambanan, persisnya dari depan kantor Balai Desa Argomulyo lama sampai Perempatan BBI Cangkringan sering terjadi kecelakaan, yang menyebabkan kurban jiwa baik sakit maupun meninggal dunia.

IMG_7253

Paska erupsi merapi 2010 material pasir, krakal, batu yang berada di bantaran kali Gendol maupun kali Opak menumpuk berjuta-juta meter kubik, sehingga agar aliran kedua sungai lancar harus dilakukan pengerukan, pengambilan material. Sebagian besar pengangkutan material dilakukan oleh truk, yang dalam sehari volume keluar masuk truk ke Cangkringan bisa mencapai ratusan, bahkan ribuan. Truk-truk berasal dari berbagai daerah, lokal Jogja, bahkan sebagian besar didominasi dari Jawa Tengah baik Solo, Sragen, Purwodadi, Semarang , dan yang lain. Memasuki tahun 2014 mulai dipisahkan antara jalur evakuasi dengan jalur tambang, sisi atas dari Kepuharjo dan selatan menthok di dusun Bakalan lama, kemudian masuk melewati jalan raya Propinsi / jalur alternatif Prambanan – Magelang, sehingga menyatu dengan pengguna jalan umum mengakibatkan kadang jalan menjadi macet, bahkan sering terjadi kecelakaan. Banyak kasus kecelakaan terjadi di jalur tersebut antara truk pengangkut material (pasir) dengan pengguna jalan lain, yang mengakibatkan jatuhnya kurban jiwa baik sakit maupun meninggal dunia. Adapun jalan yang sangat rawan dan sering terjadi kecelakaan adalah jalan alternatif Prambanan-Magelang posisinya Perempatan BBI Cangkringan ke utara sampai depan Kantor Balai Desa Argomulyo lama. 3 Tahun belakangan ini tempat tersebut terjadi tidak kurang dari 20 kali kasus kecelakaan, 2 kasus warga tersenggol truk hingga meninggal, kasus truk tabrak lari kurban sampai sekarang masih di atas tempat tidur, 3 kasus truk nabrak pohon samping jalan akibat kebut-kebutan, 3 kasus truk rem blong, 5 kasus truk nyrempet sepeda motor, dan kasus-kasus lainnya.Jalan tersebut merupakan jalan naik, aspal cukup halus, tetapi kelihatan sempit karena pohon perindang terlalu dekat dengan aspal selain posisi rumah penduduk yang padat, penerangan tidak layak. Truk-truk yang lewat terpantau melaju dengan kecepatan di atas kewajaran, apalagi kalau pagi buta ataupun malam hari, satu kasus tabrak lari terjadi di malam hari, truk dam warna putih melaju dari arah selatan ngebut menabrak warga, mengakibatkan kaki patah tetapi truk melarikan diri dicari warga tidak ketemu. Aturan jam 18.00 aktifitas pengangkutan material dihentikan , ternyata tidak dihiraukan hingga sampai saat ini sehabis jam tersebut truk masih beroperasi, berkali-kali warga usul ke Pemerintah Kecamatan tetapi tidak ada hasilnya. Permintaan salah seorang warga Argomulyo yang tidak mau disebut namanya, tolong jam operasi pengangkutan material pasir, batu ditertibkan lagi, karena mengganggu warga bahkan mengancam keselamatan pengguna jalan lain apalagi di malam hari, dan harap hati-hati bila melewati jalan raya apalagi berpapasan dengan truk pasir, terutama Bronggang ke selatan sampai Perikanan, begitu imbuhnya.

IMG_7277

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.