MENENGOK KEBERADAAN BEBERAPA SABO DAM DI KALI GENDOL KEC. CANGKRINGAN KAB. SLEMAN 2014
BAGIAN 1. SABO DAM BRONGGANG.
Penghujung tahun 2013 dan awal tahun 2014 pembangunan beberapa Sabo Dam di kali Gendol dapat diselesaikan, dengan bentuk dan model yang berbeda dengan Sabo Dam sebelum erupsi 2010. Sabo Dam tersebut diantaranya adalah Sabo Dam Bronggang, sabo Dam Karanglo, Sabo Dam Plumbon , Kentingan, Kayen, dan beberapa masih dalam pengerjakan.
Bantaran kali Gendol dibagi dalam 3 jalur, yakni jalur Produksi, jalur Transportasi dan jalur Parkir(sedimen). Jalur Produksi mulai dari Hulu merapi sampai Dam Dusun Kepuh ( utara jembatan manggong) Kepuharjo, Jalur transportasi dari Dam Kepuh sampai Jembatan Bakalan Argomulyo, Jalur sedimen dari jembatan Bakalan sampai Tulung Tamanmartani Kalasan.
Dijalur sedimentasi oleh Pemerintah dibangun beberapa Sabo Dam, di sisi paling atas adalah Sabo Dam Bronggang kemudian berturut-turut Sabo Dam Karanglo, Sabo Dam Plumbon, Jembatan Candi Morangan, Kentingan , Kejambon, Sabo Dam Kayen, Tempuran Krebet.
Sabo Dam Bronggang terletak di timur dusun Suruh Argomulyo, dan di barat dusun Gadingan Argomulyo Cangkringan, dengan ukuran sbb;
– Panjang bangunan 161 m ( sayap Kiri 67 m, sayap kanan 65 m, bangunan tengah untuk lewat aliran 29 m).
– Tinggi bangunan sayap kiri 8 m, sayap kanan 7 m, bangunan tengah 6 m.
– Lebar bangunan Sabo Dam 3 m.
– Bangunan penyangga selatan Dam lebar 15 m.
Data tanggul utara Sabo Dam baik sisi barat maupun timur sbb;
– Tinggi Tanggul sisi barat 8 m.
– Lebar tanggul 3 m.
– Bangunan tanggul terbuat dari pasir, muka dipopok sedikit semen.
-Panjang tanggul sedimen kurang lebih 200 m.
– Tinggi tanggul sisi timur 3 m.
-Tanggul sisi timur lebar 4 m
– Bangunan tanggul terbuat dari pasir.
Tanggul sisi barat kata warga sekitar, disebut tanggul nggandul karena bangunannya dilihat dari pemukiman nampak menjulang tinggi karena dasar sungai lebih tinggi dari pemukiman, sedang tanggul sisi timur dasar sungai lebih rendah dari pemukiman sehingga lebih aman. Arah sungai dari jembatan Bakalan sampai Sabo Dam Bronggang tidak lurus melainkan agak serong ke barat laut sehingga setiap ada aliran lahar hujan selalu alurnya lewat tepi sisi barat mepet tanggul. Pendapat warga setempat tentang keberadaan bangunan Sabo Dam yang baru, Pak Heru kliwir yang biasa memantau bila terjadi banjir lahar hujan “Bangunan Sabo Dam sekarang dibuat lebih tinggi dengan sebelum erupsi 2010, sedang tanggul sisi barat tidak diperkuat dan setiap ada aliran banjir selalu mepet tanggul barat, maka bila terjadi aliran banjir dengan kapasitas sedang dengan durasi lebih dari setengah jam maka sangat rawan dengan keamanan warga Suruh, Jetis, Karanglo , Jaranan karena bisa jadi tanggul akan terkikis dan akirnya jebol, maka mestinya tanggul sisi barat diperkuat agar warga tidak dihantui dengan rasa was-was”.
Menurut Pak Suwardi warga Suruh “ Bangunan Dam begitu tinggi apabila terjadi aliran lahar panas seperti 2010, maka lahar panas akan menghantam Dam dan nyiprat lebih jauh dan bisa membuat kerusakan lebih banyak”.
Keperuntukan bangunan Sabo Dam Bronggang sebagai perlambat laju aliran dan penahan material/sedimen memang tepat dan pas, terbukti ketika terjadi aliran lahar hujan dengan kapasitas mendekati sedang, dan aliran dominan material , terlihat dilapangan hampir semua material kasar tertinggal di atas/utara Sabo Dam, aliran ke bawah kecepatan berkurang dan hanya membawa material lebih halus. Namun yang perlu diperhatikan dan dikaji tentang kekuatan tanggul sisi barat agar yang dikawatirkan warga tidak terjadi.
Demikian sekilas tentang Sabo Dam Bronggang, dan akan dilanjutkan Sekilas Sabo Dam Karanglo di warta berikutnya.




