MENENGOK KEBERADAAN BEBERAPA SABO DAM DI KALI GENDOL KEC. CANGKRINGAN KAB. SLEMAN 2014

BAGIAN  1.  SABO DAM BRONGGANG.

Penghujung tahun 2013 dan awal tahun 2014 pembangunan beberapa Sabo Dam di kali Gendol dapat diselesaikan, dengan bentuk dan model yang berbeda dengan Sabo Dam sebelum erupsi 2010. Sabo Dam tersebut  diantaranya adalah Sabo Dam Bronggang, sabo Dam Karanglo, Sabo Dam Plumbon , Kentingan, Kayen, dan beberapa masih dalam pengerjakan.

IMG_5259

Bantaran kali Gendol  dibagi dalam 3 jalur, yakni jalur Produksi, jalur Transportasi dan jalur Parkir(sedimen).  Jalur Produksi mulai dari Hulu merapi  sampai Dam Dusun Kepuh ( utara jembatan manggong) Kepuharjo,  Jalur transportasi dari Dam Kepuh  sampai Jembatan Bakalan Argomulyo,   Jalur sedimen  dari jembatan Bakalan sampai Tulung Tamanmartani Kalasan.

Dijalur  sedimentasi  oleh Pemerintah dibangun beberapa Sabo Dam,  di sisi paling atas adalah Sabo Dam Bronggang kemudian berturut-turut Sabo Dam Karanglo, Sabo Dam Plumbon, Jembatan Candi  Morangan, Kentingan , Kejambon, Sabo Dam Kayen, Tempuran Krebet.

Sabo Dam Bronggang  terletak di timur dusun Suruh Argomulyo,  dan di barat dusun Gadingan Argomulyo Cangkringan,   dengan ukuran sbb;

–        Panjang bangunan      161 m ( sayap  Kiri  67 m,  sayap kanan 65                 m,  bangunan tengah untuk lewat aliran 29 m).

–        Tinggi bangunan sayap kiri 8 m, sayap kanan    7 m,  bangunan                   tengah   6 m.

–          Lebar bangunan Sabo Dam  3 m.

–          Bangunan penyangga selatan Dam lebar   15 m.

IMG_5237

IMG_5242

Data tanggul utara Sabo Dam baik sisi barat  maupun  timur sbb;

– Tinggi Tanggul sisi barat  8 m.

– Lebar tanggul  3 m.

– Bangunan tanggul terbuat dari pasir, muka dipopok sedikit semen.

-Panjang  tanggul  sedimen kurang lebih  200 m.

– Tinggi tanggul sisi timur  3 m.

-Tanggul  sisi timur  lebar 4 m

– Bangunan tanggul terbuat dari pasir.

IMG_5258

Tanggul sisi barat kata warga sekitar,  disebut tanggul nggandul karena bangunannya dilihat dari pemukiman nampak menjulang tinggi karena  dasar sungai  lebih tinggi dari pemukiman, sedang  tanggul sisi timur dasar sungai lebih rendah dari pemukiman sehingga lebih aman. Arah sungai dari jembatan Bakalan sampai Sabo Dam Bronggang tidak lurus melainkan agak serong ke barat laut sehingga setiap ada aliran lahar hujan selalu alurnya lewat tepi sisi barat mepet tanggul.  Pendapat warga setempat tentang keberadaan bangunan Sabo Dam yang baru, Pak Heru kliwir yang biasa memantau bila terjadi banjir lahar hujan  “Bangunan Sabo Dam sekarang dibuat lebih tinggi dengan sebelum erupsi 2010, sedang tanggul sisi barat tidak diperkuat dan setiap ada aliran banjir selalu mepet  tanggul barat, maka bila terjadi aliran banjir dengan kapasitas sedang dengan durasi lebih dari setengah jam maka sangat rawan dengan keamanan warga Suruh, Jetis, Karanglo , Jaranan  karena bisa jadi tanggul akan terkikis dan akirnya jebol, maka mestinya tanggul sisi barat diperkuat agar  warga tidak dihantui dengan rasa was-was”.

Menurut  Pak Suwardi  warga Suruh “ Bangunan Dam begitu tinggi apabila terjadi aliran lahar panas seperti 2010, maka lahar panas akan menghantam Dam  dan  nyiprat lebih jauh dan bisa membuat kerusakan lebih banyak”.

Keperuntukan bangunan Sabo Dam  Bronggang  sebagai perlambat  laju aliran dan penahan material/sedimen memang tepat dan pas, terbukti ketika terjadi aliran lahar hujan dengan kapasitas  mendekati sedang, dan aliran dominan material , terlihat dilapangan hampir semua material kasar tertinggal di atas/utara Sabo Dam, aliran ke bawah kecepatan berkurang dan hanya membawa material lebih halus. Namun yang perlu diperhatikan dan dikaji tentang kekuatan tanggul sisi barat agar yang dikawatirkan warga tidak terjadi.

Demikian sekilas tentang Sabo Dam Bronggang,  dan  akan dilanjutkan Sekilas Sabo Dam Karanglo di  warta berikutnya.

IMG_5257

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.