SELAMA IDUL FITRI 1435H, DINKES SLEMAN SIAGAKAN PUSKESMAS 24 JAM

Dalam rangka kesiapsiagaan bidang kesehatan pada libur Lebaran 1435 H dan pasca Pilpres, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman telah menyiagakan seluruh Puskesmas, baik rawat inap (5 Puskesmas) dan non rawat inap (20 Puskesmas). Pelaksanaan pelayanan siaga 24 jam tersebut diberlakukan selama H-7 sampai dengan H+7, yang dimulai tanggal 22 Juli 2014 sampai dengan 5 Agustus 2014.
Semua Puskesmas menyiapkan Ambulans 24 jam untuk merujuk kasus apabila diperlukan oleh posko-posko yang dilaksanakan oleh Polres, serta Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi di titik-titik pinggir jalan yang dipandang rawan, telah diberikan daftar nama-nama Puskesmas dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Apabila Posko-posko tersebut mendapatkan kasus yang perlu dimintakan bantuan, dapat segera memanggil Ambulans Puskesmas yang terdekat dengan lokasi kejadian.
Guna mengantisipasi tidak terjadinya kasus kematian ibu bersalin/bayi dengan penyebab Avoidable, telah dilakukan penapisan Ibu hamil yang mempunyai Hari Perkiraan Lahir (HPL) pada tanggal-tanggal tersebut, Para Bidan dan Bidan Koordinator Dinas Kesehatan, serta RSUD Sleman telah melakukan koordinasi apabila terjadi kegawatdaruratan maternal/neonatal. Semua Puskesmas PONED dan RSUD Sleman sebagai RS PONEK telah disiagakan.
Antisipasi terhadap terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit maupun keracunan makanan, juga telah disiapkan tim untuk penanganannya. Nomor-nomor District Surveilans Officers untuk kejadian luar biasa penyakit yang bisa dihubungi 0812274479 atau 081392719830, untuk kejadian luar biasa keracunan makanan yang bisa digubungi 085868853592 dan nomor telepon kegawatdaruratan dan kebencanaan yang bisa dihubungi 087738385111, serta radio komunikasi HT telah disiapkan pula. Namun harapan kami, tidak akan terjadi KLB dan Kedaruratan lainnya.
Kepada masyarakat baik warga masyarakat Sleman maupun para pemudik, dipersilahkan untuk memanfaatkan fasilitas Puskesmas yang buka 24 Jam, pelayanan yang diberikan tidak hanya untuk kegawatdaruratan saja tetapi untuk pertolongan pertama pada penyakit.
(sumber: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, by aditya313)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.