GELIAT SENI KECAMATAN CANGKRINGAN 2014
Pemerintah Desa Argomulyo mengadakan Gelar Pentas Budaya, dan Pondok Pesantren Al-Qodir Tanjung Wukirsari Kecamatan Cangkringan mengadakan giat Akhirussanah dengan beberapa agenda acara termasuk pentas seni.
Kecamatan Cangkringan di bulan Juni 2014 ini beberapa tempat /instansi mengadakan serangkaian kegiatan yang bertajuk Gelar Pentas Budaya, seperti Wayang Kulit, Kuda Kepang (Jatilan), Srandul, Hadroh, Ketoprak, Tari-tarian. Seperti di Desa Argomulyo dengan kemasan Gelar Budaya,awal Juni dengan pentas Jatilan dari Dusun Guling, kemudian Ziarah ke 52 Pusara sebagai makam Pepunden yang pernah menjabat Peprintahan di Argomulyo, Ziarah ke makam Patih Jayaningrat yang berada di pemakaman dusun Gadingan, dan sebagai puncak acara giat Gelar Budaya dengan pementasan Ketoprak di Pendopo Balai Desa yang baru. Menurut Kepala Desa Argo, “Serangkain kegiatan Gelar budaya ini adalah merupakan upaya untuk memetri dan melestarikan kebudayaan utamanya kesenian yang ada di Argomulyo di tengah-tengah gencarnya desakan budaya monco”.
Dalam sambutannya Bp Siswanto mewakili Dinas Kebudayaan Sleman pada malam puncak acara mengatakan, ”Kecamatan cangkringan kususnya Desa Argomulyo merupakan kantong kesenian yang ada di Kabupaten Sleman, sehingga kesenian tersebut perlu diperhatikan secara serius, dibina, dipupuk, dibantu dan dilestariakan”. Ketoprak disajikan dengan lakon Satrio panilih, dengan Parogo Perangkat desa, BPD, sebagian PS Bayu plus Bambang Rabies.
Kemudian Pondok Pesantren Al-Qodir Tanjung Wukirsari menutup kegiatan Madrosah menjelang puasa dikemas dalam giat “Akhirussanah”, meliputi Giat kesenian, Fun Bike, dll. Giat seni meliputi pentas lomba Jatilan yang diikuti beberapa group Jatilan yang ada di Cangkringan dan sekitarnya, pentas Hadroh, malam Pengajian, Fun Bike start dari Kali tengah lor finis lap. Jabalkat Tanjung, dan pentas Wayang Kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Wisnu.
Di dusun Srunen pada tanggal 22 Juni 2014, sebagai tempat pementasan Wayang Kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Seno nugroha juga dalam rangka Gelar Budaya. Menurut Camat Cangkringan Bp Bambang Nurwiyono, “Pasca erupsi Merapi 2010 sampai sekarang sudah 4 tahun berlalu, sudah nampak perkembangan dan kemajuan, utamanya geliat ekonomi masyarakat begitu juga kelompok-kelompok kesenian yang ada sudah mulai nampak berlatih kembali sehingga perlu pemerintah memfasilitasi untuk tampil, sehingga tepat sekali agenda seperti Gelar Budaya ini”.




