FPRB Argomulyo : Mitigasi Erupsi Merapi Lebih Mudah Dibanding Penanganan Covid 19
ARGOMULYO – CANGKRINGAN. Pengurangan Resiko Bencana / Mitigasi pada bencana alam seperti erupsi Merapi, banjir lahar hujan, angin puting beliung dan lainnya, lebih mudah dilaksanakan dibanding Mitigasi wabah Covid 19, begitu keterangan Ketua FORB Argomulyo, Cangkringan, Sleman.
Dikatakan lebih lanjut, seperti erupsi merapi, upaya mitigasi dilakukan dengan beragai macam cara untuk mengedukasi warga, misal dengan sosialisasi, pelatihan, gladi lapang dll.
Begitu juga dimitigasi bencana alam lainnya, terlihat masyarakat / warga cepat tanggap, responsip dan patuh ikuti instruksi instansi terkait ( walau melalui proses ).
Namun mitigasi / upaya pengurangan resiko dalam upaya memutus mata rantai penyebaran wabah Covid 19 yg sedang berlangsung ini, dirasakan cukup sulit dilaksanakan. Walau secara tioritik sebetulnya sangat sederhana simpel dan mudah, tetapi sampai saat iñi tiori tersebut belum dilaksanakan oleh warga secara maksimal, maka hal ini mestinya akan menghambat upaya percepatan untuk memutus mata rantai penyebaran wabah ini.
Mitigasi yg simpel tersebut seperti, budayakan pakai masker, jaga jarak dg orang lain, budayakan cuci tangan dg sabun, sementara banyak berdiam di rumah kecuali ada kepentingan, tidak berkerumun / berkumpul dulu.
Nah dengan modal ini saja, sudah membantu mendukung Pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran wabah Covid 19.
Tetapi yg terjadi di sebagian masyarakat, seperti di wilayah kerja FPRB Argomulyo, masih banyak tak bermasker, hilir mudik lalu lalang warga masih berlangsung seperti biasa tanpa APD, kerumunan warga masih terjadi, tempat cuci tangan tersedia tetapi belum dipakai.
Walaupun tiorinya simpel dan mudah, namun perlu kesadaran dan kemauan yg tinggi dari semua warga untuk mentaati dan melaksanakannya.
Tanpa demikian maka upaya percepatan untuk memutus mata rantai wabah ini, akan terkendala.