PEJUANG KETAHANAN PANGAN DISAAT PANDEMIK

Meski heboh masalah pandemik dimana – mana ternyata banya  petani penggarap tetap berjuang untuk ketersediaan pangan di tingkat lokal termasuk jenis tanaman semusim (sayur mayur), kangkung cabut, bayam, sawi. Hal semacam dapat dijumpai di beberapa tempat di seputaran Sinduharjo, Ngaglik, Hal serupa juga dapat dijumpai di beberapa kawasan di Kecamatan Pakem dan Turi. Uniknya sambil memotong padi ibu ibu tetap memakai masker  dan suadah memiliki kesadaran menjaga jarak (Social Distancing). Tak ketinggalan peternak ayam japer bahkan sempat dijual dengan harga murah Rp.23.000/ekor dengan target jual 1 ton, karena hotel dan resto sebagai konsumer produk untuk sementara tidak menerima setoran produk ternak. Dampak pandemik covid-19 masih dirasakan disana sini, kesadaran masyarakat desapun mulai tumbuh, anjuran pemerintah untuk menggunakan masker dan jaga jarak mulai dipatuhi. Semoga pandemik segera berlalu, sehingga aktifitas berbagai bidang segera berjalan dengan normal kembali, salam sehat dan tetap semangan.