Tagana : Pengabdian Tak Kenal Lelah

CANGKRINGAN. Sekitar serba-serbi di Pengungsian Barak Glagaharjo, Cangkringan, di salah satu sudut ada kegiatan yg patut diacungi jempol, butuh kegigihan, kesabaran, pengorbanan, Istiqomah, ibarat tak kenal lelah.
Pagi siang, bahkan tengah malam harus mendahului bangun, itu dilakukan rutin setiap hari, ” Sebuah Pengabdian Tak Kenal Lelah “.

Siapakah gerangan yg dimaksud ?, tak lain tak bukan adalah si penyedia makan bagi para pengungsi, dia adalah ” TAGANA SLEMAN ” ( Taruna Siaga Bencana ).
Sebuah Lembaga milik Dinas Sosial, lembaga ini bergerak di kebencanaan dengan berbagai klaster, Kusus di Sleman bidang yg menjadi prioritas adalah klaster DU ( Dapur Umum ), klaster penyedia menu makanan.

Seperti aktifitas yg dilakukan di Barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan saat ini, kebutuhan makan dan minum bagi sekitar 350 warga, dialah pembuatnya ( dari pengadaan, pengolahan sampai penyajian ).

Tiga kali tiap harinya Tagana memasak, siang hari jam 11.00 wb sudah disajikan, sore hari jam 18.00 wb dan sarapan pagi jam 06.00 wb harus sudah matang. Untuk sarapan pagi, jam 02.00 wb personil harus sudah bangun untuk Mulai kegiatan, dari memilih menu, racik-racik hingga masak jadi.


Foto Personil Tagana Sleman sedang menyiapkan menu sarapan pagi ( jam 02.00 wb ).

Di Barak tersebut sudah berlangsung 2 bulan lebih, selama itu juga Tagana bergiat rutin di sana untuk menjamu warga di pengungsian tersebut.

Semoga temen-temen Tagana yg bergiat di situ selalu sehat wal Afiat, semangat, baktimu amat mulia. Bravo TAGANA SLEMAN.