Antara Bencana Alam dan Bencana Sosial

Negara kita tercinta Indonesia ini, dekade tahun dua ribuan dirundung banyak musibah, baik bencana alam maupun bencana sosial, mulai dari Gempa Bumi, Tsunami, Erupsi beberapa Gunung, Tanah Longsor, Angin Kencang, Puting Beliung, Banjir Bandang, Gelombang pasang, Banjir Rob dll. Begitu juga bencana non fisik yang sifatnya sosial, sudah melanda di mayarakat kota sampai ke pelosok pedesaan.

Bencana alam, sudah dibuat regulasi / kebijakan yang jelas tentang penanganannya, sudah ada badan yang kusus menangani bencana, yakni BNPB, BPBD, Basarnas, Sarlinmas dan yang lain.
Badan / Instansi tersebut secara detail, lengkap, teliti, komprehensif merencanakan, melaksanakan, monitoring dan mengevaluasi kegiatannya, kapasitas sumber daya manusianya ditingkatkan, sehingga korban dapat diminimalisir. Contoh Erupsi Merapi, instansi BPBD setempat dengan gigih mengupayakan kegiatan-kegiatan dalam rangka Pengurangan Resiko Bencana ( dengan Pelatihan-pelatihan, simulasi, sosialisasi dll ), sehingga harapannya masyarakat di sekitar Merapi tau dan paham betul terhadap posisinya.
Bencana Sosial, suatu keadaan yang menimpa manusia dan berdampak buruk baginya maupun orang lain, penyebabnya sebagian besar karena ulah manusia, baik ia sadari maupun tidak. Diantara adalah, 1. Pornografi, generasi muda kita dihadapkan pada tantangan yang amat berat, sudah banyak yang tergelincir di lembah kehancuran, Perkosaan di mana-mana, hamil di luar nikah, hamil di usia dini, banyak bayi lahir tanpa jelas bapaknya, banyak pelajar membuang bayi hasil hubungan gelapnya, itu semua pnyebabnya adalah salah satunya, karena tontonan pornografi yang mudah diakses di alat media. 2. Narkoba, benda yang memabukkan ini sudah melanda di seantero negri ini, banyak generasi kita yang terjerumusan di situ. 3. Kenakalan remaja, Geng-geng brutal kelompok-kelompok yang cenderung anarkis dan sadis. 4. Maraknya Prustitusi, 5. Dan jenis lainnya yang membahayakan bagi bangsa ini.
Bencana sosial tidak kalah bahayanya dibanding dengan bencana alam, bagaimana nasib negeri ini 20 tahun mendatang kalau generasi mudanya sudah teracuni dengan hal-hal seperti di atas. Oleh sebab itu semestinya penanganan bencana ini, juga dilakukan seperti penanganan bencana alam, oleh Instansi atau Departemen tertentu.
Penangan masalah bencana sosial belum terasa di daerah, belum seperti yang dilakukan oleh BPBD dalam menangani bencana alam, maka semoga hal ini menjadi renungan, pemikiran yang tujuan akirnya adalah menyelamatkan generasi muda kita dari pengaruh-pengaruh negatif, yang bisa merusak mental dan moralnya. Semoga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.