Mengenal Prof. Sarwidi, MSCE, PhD.IPU (Dewan Pengarah BNPB)

Prof. Sarwidi (Dewan Pengarah BNPB)

Tokoh yang satu ini sering muncul namanya di media cetak dan elektronik lokal maupun nasional bahkan di tingkat Internasional. Lewat tulisan ilmiahnya tentang kegempaan, atau karya ciptanya tentang rekayasa bangunan tahan gempa yang beliau ciptakan bagi penduduk di negeri ini dan bagi semua orang, yakni bagaimana tempat hunian bisa diketegorikan aman dari gempa atau bencana alam yang lain.

Dialah Prof. Sarwidi, MSCE, PhD, IPU salah satu senior professor, yang memang dilahirkan di dusun Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dia sejak kecil memang memiliki cita-cita menjadi seorang insinyur teknik sipil, tetapi ternyata Tuhan memberi berkat yang melimpah sehingga dia justru menjadi salah satu pakar teknologi rekayasa bangunan tahan gempa di Indonesia.

Hal yang unik ketika dia mengambil S2 rekayasa kegempaan justru sempat ditertawakan teman-temannya karena waktu itu kawasan Yogyakarta bukanlah daerah yang dipandang sebagai kawasan rawan gempa seperti daerah lain S2 dan S3 nya diraih di Rensellaer Polytecnic New York .

Kiprahnya mulai menonjol sejak di Yogyakarta muncul berbagai bencana dari Gunung Meletus (Merapi). Dia berusaha membuat Ruang Lindung Darurat (Rulinda), serta rajin bereksperimen membuat bangunan tahan gempa yang sederhana yang dikenalkan kepada masyarakat umum karyanya ini diberi nama  Bangunan Sederhana Tahan Gempa (Barataga) dan telah di patenkan . Karya ini sudah diadopsi oleh berbagai negara salah satunya adalah Jerman.

Banyak karya uji coba rekayasa teknologi gempa yang banyak didanai antara lain dari JICA, beliau juga rajin melatih para mandor bangunan agar menjadi lebih trampil dalam membantu membuat bangunan sederhana tagan gempa di berbagai tempat.  Untuk mendokumentasikan hasil rekayasanya Prof Sarwidi juga mendirikan Museum Gempa Prof. Dr. Sarwidi di Jl. Kaliurang Km. 9.

Kebersahayaan dan hidup merakyatnya begitu menonjol sengan siapa saja dah bahkan beliau mau berbagi ilmu dengan para mandor bangunan serta mendirikan Paguyuban Mandor bangunan Tahan Gempa (PAMAN BATAGA), pernah menjadi direktur CEEDEDS International ( Center for Earthquaqe Engineering and Dynamic Effect and Disaster Studies), menjabat direktur dan ahli utama Ceveds International (Center for Earthquakeand Vulcano Engineering and Disaster Studies), Dewan pendiri Yayasan Wana Mandhira (dahulu KPLH Wana Mandhira) bersama Drs. Sarjimin, Drs. Tarup Agus dkk, Dewan Pendiri dan Pembina FOREKA (disaster Volunteer Group, dan masih peduli di waktu luangnya menyempatkan diri sebagai visiting Professor mulai dari TK sampai SMA/ SMK, dan mengisi pengajian di sela-sela waktunya .

Disamping itu untuk menjaga kebugarannya Professor Sarwidi masih menyempatkan diri bersepeda berkeliling Daerah Istimewa Yogyakarta sambil bersilaturahmi dengan sahabat- sahabatnya.

Sosok Professor  kelahiran Kaliurang, Hargobinangun , Pakem, Sleman 54 tahun yang lalu  ini memang sangat bersahaja dan ramah. Dia patut menjadi teladan bagi siapa saja, dan mau berbagi ilmu dan mendampingi masyarakat lewat rekayasa bangunan tahan gempa yang sederhana dan murah,  Dan tampaknya kesederhanaan dan kepeduliannya ini membawanya ke salah satu anak badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bidang  penanggulangan bencana alam.  Proficiat semoga dapat menjadi teladan bagi kita semua.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.