Mensikapi Informasi Gempa Akhir-Akhir Ini
PUSDALOPS, Gempa yang di rilis BMKG selama ini parameternya hanya pada skala kisaran 5 richter ke atas, namun seiring berkembangnya informasi dan demi mengedepankan segi mitigasi Stasiun PGR BMKG merilis gempa yang terjadi pada skala kecil (di bawah 5). Hal tersebut khususnya bagi intern pengampu bencana harus kita sikapi sebagai sarana informasi mitigasi bencana namun tidak berlebihan. Ketika kita mencermati informasi tersebut kami di PUSDALOPS tidak serta merta mempublish ke masyarakat dengan alasan kenyamanan.
Ada beberapa faktor penting yang harus kita garis bawahi yaitu faktor trauma dan persepsi pemahaman informasi masyarakat yang berbeda beda. Sejak beberapa tahun yang lalu penulis juga melakukan penjaringan informasi melalui Komunitas Seismik dan GFZ Postdam. Dari pengamatan tersebut sesuai peta kegempaan di Jawa memang sudah sewajarnya sering terjadi gempa karena termasuk dalam ring of fire Indonesia-Pasifik (daerah yang sering mengalami gempa dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan samudra Pasifik/sabuk gempa Pasifik).
Pandangan atau hasil riset peneliti tentu tidak serta merta kita takuti secara berlebihan bagaimanapun kita ini tinggal dalam wilayah tersebut dengan segala resiko, namun sebagai pengampu bencana hal tersebut adalah referensi terbaik sebagi dasar untuk melakukan kegiatan mitigasi bencana gempa bumi.
Mengutip pernyataan Kepala BMKG Yoyakarta, Tony Wijaya, “wilayah Indonesia memang memiliki berbagai potensi bencana, tetapi itu tidak membuat kita cemas berlebihan,tidak pernah tidur setiap malam atau melakukan hal hal yang tidak masuk akal yang lain. Seperti Negara lain yang memiliki ancaman bencana, mari kita bersama melakukan pengenalan bencana melalui pendidikan, terus berlatih, merencanakan hal yang dilakukan saat bencana intinya mengurangi kerentanan dan meningkatkan kapasitas. Sehingga kita hidu harmonis bersama bencana. Bencana adalah tetangga kita, kita perlu kenal, kita perlu akrab dan kita tingkatkan kesiapsiagaan, tetapi tidak untuk kita takuti berlebihan.”(den)
d.getElementsByTagName(‘head’)[0].appendChild(s);