Rekomendasi BNPB hadapi La Nina
Siaran Pers BNPB 11 Oktober 2020 tentang Fenomena La Nina yang dapat berdampak pada potensi bahaya hidrometeorologi yang lebih buruk, BNPB merekomendasikan kesiapsiagaan tidak hanya pada tingkat provinsi tetapi hingga tingkat kecamatan, kelurahan atau desa dan bahkan keluarga. Salah satu tindakan awal adalah Identifikasi rumah aman yang dapat digunakan sebagai tempat evakuasi sementara, segala tindakan mengacu pada protokol kesehatan dengan ketat
Disampaikan Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan saat melakukan diskusi menyikapi fenomena La Nina melalui media virtual pada Minggu (11/10), kesiapsiagaan harus dilakukan di setiap tingkat, ditegaskan bahwa camat, lurah dan kepala desa untuk melakukan beberapa hal, memastikan masyarakat untuk mengetahui apa yang harus dilakukan apabila ada info dari BMKG. Hal tersebut terkait dengan penyampaian informasi yang diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kabupaten dan kota kepada pihak kecamatan dan selanjutnya di tingkat desa. Sosialisasikan informasi kepada masyarakat dengan bijak, gunakan bahasa yang mudah dipahami untuk menerjemahkan informasi cuaca sehingga pesan sampai pemangku kepentingan di tingkat kecamatan maupun masyarakat.Gukakan kanal informasi dapat diakses oleh aparat kecamatan, kelurahan dan desa, bahkan di tingkat keluarga. Masyarakat di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa dapat melakukan simulasi mandiri sesuai rencana kontinjensi yang sudah dibuat. Ini tentunya di bantu oleh BPBD kabupaten maupun kota setempat.
Beberapa langkah strategi tentang kesiapsiagaan tingkat Kabupaten dan Kota adalah
Pertama, rakor kesipasiagaan menghadapi La Nina.Ada beberapa hal yang diharapkan untuk di bahas yaitu mengenai sosialisasi daerah rawan bencana, memastikan camat, lurah dan kepala desa untuk melakukan kesiapsiagaan di daerah masing-masing, memastikan organisasi perangkat daerah mempersiapkan sumber daya dalam kesiapsiagaan serta operasional Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) di BPBD.
Kedua, pihak BPBD dan instansi terkait melakukan simulasi field training exercise sesuai dengan rencana kontinjensi yang ada. Lilik tidak lupa menyampaikan rencana tersebut juga perlu memasukkan konteks ancaman bahaya lain, seperti Covid-19.
Ketiga, menghimpun dukungan sumber daya, khususnya sukarelawan dan dukungan lain.
Keempat, Susur sungai yang bertujuan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya.
Kelima, menetapkan tempat evakuasi berbasis protokol Kesehatan.