Perkembangan Merapi terkini

Guguran lava pijar 15 Februari pukul 21:00 WIB

Pakem, 15 Februari 2021 Monitoring perkembangan Merapi terkini melalui live streaming Youtube kepala BPPTKG Ibu Hanik Humaida menyampaikan paparan tentang kondisi aktivitas gunung Merapi, disampaikan bahwa intensitas erupsi masih rendah dengan kecepatan pertumbuhan kubah lava 38 ribu m³/hari dan per 13 Februari dengan rata-rata sebesar 10 rb m³/hari. Jarak awanpanas maksimal 3.5 kilometer, masih cukup jauh dari pemukiman yang berjarak 6,5 kilometer dari puncak.
Perubahan morfologi area puncak adanya pertumbuhan kubah pada tanggal 4 Februari, hingga saat ini tidak teramati kembali dikarenakan tertutup kabut/asap. Sejak 4 Januari 2021 aktivitas erupsi berupa guguran lava dan awanpanas sejauh maksimal 3500 m dengan rata-rata kurang dari 1000 meter. Terhitung sejak 7 Januari sampai dengan saat ini telah terjadi 97 kali awanpanas.
Terkait volume material disampaikan bahwa saat ini di hulu sungai Boyong-Krasak terdapat endapan awanpanas sebesar 262 ribu m³. Masyarakat dan pemerintah daerah agar mengantisipasi bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di gunung Merapi. Selain itu, hujan abu juga sudah sering terjadi di sekitar Merapi.
Potensi bahaya masih sama seperti waktu yang lalu yaitu guguran lava dan awanpanas yang mengarah pada sektor sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Bila terjadi letusan eksplosif lontaran material vulkanik dapat menjangkau sejauh maksimal 3 km dari puncak.
Konsep Living Harmony dengan Merapi yaitu jika terjadi perkembangan erupsi yang mengarah ke daerah tersebut dan mengharuskan untuk menjauh kembali demi keselamatan.