Penanganan Bencana Merapi, Sebuah Kolaborasi Terpadu Namun Perlu Evaluasi

MERAPI. Perkembangan aktifitas gunung Merapi dari kenaikan status Siaga sampai terjadinya erupsi, memicu beberapa dampak, seperti pergerakan pengungsian, mobilisasi relawan, penyiapan sarpras, terbitnya beberapa kebijakan, menejemen barak, aktifasi Posko dll.

PB ( Penanggulangan Bencana ) menjadi sangat penting dalam upaya penyelamatan. BPPTKG, BPBD, Unit Ops, Tagana, Destana, Komrel dan Pegiat kebencanaan / pejuang kemanusiaan lainnya bersama berkiprah sesuai porsinya.

Kolaborasi berbagai instansi lembaga / kalangan pejuang kemanusiaan dalam PB bencana Merapi ini nampak sekali di lapangan, sehingga perlu di pertahankan, dilestarikan.

Namun dalam perjalanannya tidak dipungkiri masih terdapat kekurangan dan kelemahan, baik dari segi menejemen, koordinasi, konsolidasi, Infokom, keterpaduan dsb. Ini sesuatu yg wajar dan manusiawi, namun perlu kiranya disadari dan diakui bersama untuk selanjutnya menjadi bahan evaluasi agar ke depan lebih baik.

Saat ini status masih Siaga, hajatan Merapi dimungkinkan belum selesai, masih perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan dari semua pegiat kebencanaan.
Beberapa Pos sementara rehat, mengambil keputusan on cool bagi personilnya.
Semoga Merapi tetap aman-aman saja.