GURU TETAP SETIA MEMBERI PELAYANAN LEBIH MESKI HARUS NOMBOK PULSA

Sosok guru bagaimanapun masih tetap menjadi panutan di tengah masyarakat walau ditengah pandemi sekalipun. Kunjungan ke SD Negeri Karangmloko 2,Sariharjo, Ngaglik, Sleman ini memang disengaja, apalagi sekolah ini gurunya selalu ber inovasi dan selalu berusaha memberikan pendampingan yang maksimal bagi siswa siswinya, sehingga sekolah ini juga menjadi rumah kedua (second home) bagi anak- anak.Tercermin dari layanan yang diberikan oleh gurunya, disaat pandemi covid-19 karena pendampingan yang baik justru  nilai-nilai kejujuran muncul.Misalnya saat ada pelajaran lewat google form siswa yang masih kelas 1 SD semua nilainya baik, namun begitu gurupun tidak kurang akal untuk berupaya mengajak siswanya menanamkan nilai nilai kejujuran bukan saja kepada siswanya tetapi juga mengedukasi orang tuanya. Dari sinilah kemudian tumbuh ikatan silaturahmi yang kuat antara guru,orangtua,dan sekolah. Di sekolah anak kelas dini mulai dikenalkan untuk memanfaatkan media online baik lewat watshapp, video call dengan guru, google meet. Yang unik lagi adalah ketika ada siswa yang mengalami lamban mengenal huruf dan belum bisa membaca masih bersedia menyediakan waktu dirumahnya memberikan bimbingan membaca menulis secara gratis. Meski guru dan siswa diberikan bantuan pulsa gratis oleh pemerintah, ternyata sifatnya masih terbatas karena kuota hanya bisa untuk mengakses program milik Kemdikbud dan konten yang disarankan oleh kementerian, beruntung sekolah memiliki wifi, namun ketika guru pulang kerumah kuota dipastikan nombok bisa mencapai minimal 100.000 rupiah.Semangat guru-guru ini juga tidak sebanding dengan besaran sertifikasi yang diterimanya, karena dengan belajat model daring mereka mengalami kelelahan karena menunggu kiriman tugas dari siswa, koreksi, dan juga memberikan pendampingan kepada orangtua siswa khususnya bagi mereka di kelas- kelas rendah.

Foto : Bu Shinta, dan aktifitas guru dan siswa SDN Karangmloko 2  sesuai prokes.