Seminar Daring BPPTKG : Merapi Terkini

MERAPI TERKINI. Paska serentetan letusan setelah erupsi 2010, dari 2014 sampai 21 Juni 2020, gunung Merapi yg ada di perbatasan Jateng dan DIY sudah meletus sebanyak 14 kali.
Karakter letusan berbeda-beda, dari letusan Freatik sampai Eksplosif.

Menurut Kasi Gng Merapi DR Agus Budi, ” Letusan Merapi tanggal 21 Juni 2020 lumayan agak besar yg bertipe Eksplosif dengan tinggi kolom 6.000 meter, dengan dampak persebaran abu cukup jauh sekitar 30 km ke arah barat, letusan tsb mampu merubah morfologi puncak, dimana dinding kawah terkikis cukup signifikan, letusan tak terdeteksi oleh alat karenan tekanan dari dalam masih lemah. Kubah lava sekarang bentuknya sudah berubah tinggal tersisa sekitar 200.000 m3.
Letusan besar dibutuhkan tambahan laju kubah lava 100.000 m3 perhari ( intrusi magma ) dengan bahaya mengancam bukan saja ke arah tenggara tetapi juga ke arah barat laut.
Sedang pertumbuhan tiap harinya sekarang relatif rendah, sehingga bila terjadi letusan lagi tidak sebesar 2010, bahkan bila terjadi longsoran awan panas tidak lebih dari 3 km, level Status masih di Waspada, jarak aman radius 3 km, selalu siapkan masker “.

Sedang menurut Hanik Humaeda Kepala BPPTKG Jogja menjelaskan,” Letusan Merapi tahun 2010 dengan 21 Juni 2020 sama-sama letusan tipe Eksplosif, cuma sangat berbeda faktor pemicunya, sehingga sangat berbeda besaran, jarak luncur, tingkat bahayanya, misalnya letusan 2010 gas So2 sebesar 330.000 ton perhari sedang letusan 21 Juni 2020 kemarin sangat kecil, sehingga Merapi saat ini relatif aman dalam radius 3 km “.

Begitu hasil seminar tentang ” Ada Apa Dengan Merapi ” dan ” Merapi Terkini ” lewat Daring / Zoom Meeting dan chanel Yutub BPPTKG tanggal 1 Juli 2020.