POSKO UTAMA, Akhir akhir ini meskipun sudah masuk di musim kemarau, wilayah Sleman masih terjadi hujan dan hampir merata walaupun hanya sebatas hujan ringan. Dari keterangan Bapak Sigit Hadi beberapa hari  lalu bahwa hujan yang terjadi hampir di seluruh DIY termasuk Sleman, hal ini  disebabkan ada fenomena sirkulasi angin tertutup di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera dan di Selat Karimata/Laut Cina Selatan. Dampak dari aktifitas sirkulasi angin tertutup tersebut adalah terjadinya perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Jawa dan wilayah sebelah selatannya. Kondisi ini berpengaruh pada kelembaban udara tinggi sehingga memicu terjadinya pertumbuhan awan-awan  hujan merata dengan sifat hujan sangat ringan – ringan.

Dari pantauan sistim curah hujan, Minggu petang kemarin lereng selatan Merapi melalui sensor Kaliadem juga menunjukkan hujan sangat ringan di samping wilayah Turgo menurut laporan petugas EWS juga terjadi hal yang sama. Dari data Pos Pengamatan Stasiun Curah Hujan di Sleman juga masih dilaporkan adanya hujan sangat ringan di beberapa pos pengamatan. Dari hal tersebut semoga tahun ini wilayah Sleman tidak terjadi kekeringan yang signifikan terutama pada wilayah langganan  terdampak.(den)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.