SSB Mandiri Mungkinkah ?

Sekolah Siaga Bencana (SSB) awal mula muncul secara historis tentu karena dampak dari bencana di suatu wilayah tertentu dengan ke khas an (spesifikasi) dari bencana yang muncul, tentu dengan maksud untuk mengurangi resiko yang dimunculkan pada paska bencana yang dimaksud. Sebagai contoh di kawasan utara Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya Sleman Utara dengan ke khas an adalah bencana erupsi karena secara periodik maupun temporal memang dampak letusan yang lebih dominan di kawasan tersebut. SSB di kawasan Selatan dan Tenggara DIY (sebagian wilayah Sleman) sering mengambil spesigikasi pada mitigasi bencana akibat gempa, banjir lahar, banjir longsor.
Sekolah Siaga Bencana Mandiri awalnya justru muncul di kecamatan Berbah dengan dikukuhkannya SMK Nasional Berbah pada tahun 2013 dengan bekerjasama dengan BPBD Sleman, Kecamatan Berbah, UPT Yandik Berbah, Puskesmas, Komunitas Relawan Jogja Resque, dan PMI yang didanai secara bantingan (urunan/ gotong royong). Apa yang menjadi luar biasa dari pengukuhan SSB SMK Nasional Berbah? Karena SMK Nasional menjadi yang pertama mendapatkan Piagam Bupati Sleman (Bp. Sri Purnomo), dan diperkuat dengan dikeluarkannya sertifikasi terhadap bangunannya yang dikeluarkan oleh pakar teknologi gempa dari Direktur Pasca Sarjana Teknik Sipil UII Prof. Sarwidi, PhD yang juga sebagai ketua dewan penasehat BNPB RI.
Tampaknya untuk mewujudkan respon positif sekolah untuk mengarah menjadi sekolah siaga bencana perlu dorongan dan kerjasama dengan pihak lain dan mewujudkannya selalu ada evaluasi baik pada SSB yang sudah dikukuhkan maupun dengan proyeksi perencanaan ke depan sehingga dapat mengurangi ketergantungan anggaran dari pemerintah. Harapannya tentu menjadikan mitigasi bencana menjadi bagian hidup yang harus disikapi dan dilatihkan sehingga masyarakat sekolahpun akan semakin terbiasa dengan latihan mitigasi setiap saat, tentunya pelaksanaannya bisa dikemas secara menarik.
Untuk hal tersebut UPT Pelayanan Pendidikan Kecamatan Ngaglik akan segera berkoordinasi dengan BPBD dan salah satu sekolah piloting untuk didampingi menjadi Sekolah Siaga Bencana Mandiri (SSB Mandiri), semoga dengan piloting semacam ini akan mendorong sekolah yang lain ter imbas untuk mewujudkannya sebagai salah satu komitmen mewujudkan sekolah aman, sekolah ramah anak di wilayah kabupaten Sleman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.