LIVE MUSEUM Prof. Dr. SARWIDI

0

Mungkin orang akan penasaran dengan museum yang satu ini, ada apa dengan museum gempa dan apa saja koleksinya? mengapa diberi nama live museum dan seterusnya. Museum ini sebenarnya sudah berdiri kurang lebih selama tiga tahun yang lalu yang didirikan sendiri secara swadaya oleh Prof. Dr. Sarwidi yang notabene penduduk asli Kaliurang, yang lahir dan dibesarkan di Kaliurang dibawah lereng gunung paling aktif di dunia yaitu Merapi, . Biasanya museum ratarata museum pribadi didirikan setelah pemilik koleksi sudah meninggal dan justru inilah yang membuat unik, karena beliau mengghendaki museum ini menjadi tempat belajar dan ditujukan agar pengunjung dapat menimba ilmu tentang bagaimana menyikapi bencana khususnya gempa, dan mengapa gempa itu harus ada dan bagaimana seandainya gempa itu tidak pernah ada.Isi koleksi museum ini sangat unik dan karena berisi hasil uji coba sang pendiri yang semuanya didedikasikan untuk negeri yang sudah dipatentkan oleh Prof. Widi dan diakui oleh dunia. Siapa saja yang dapat berkunjung ke museum ini? Tentu semua saja mulai dari keluarga, anak Usia TK sampai dengan mahasiswa bisa berkunjung di tempat ini sambil menikati kesejukan Kaliurang yang secara kebetulan dikitari dengan kawasan rekreasi outbond yang di paketkan dengan paket wisata yang ada di Kaliurang, misalnya dengan berkunjung ke Taman Rekreasi Anak Anak, naik Landi (Landrover) bersama keliling Kaliurang dan sekitarnya, menanam memorial Trees, Soft Bond, dilanjutkan kunjungan ke museum.
Koleksi museum berupa karya cipta dan uji coba bangunan tahan gempa, prototipe rumah tahan gempa (Barataga), alat uji coba / simulasi bangunan tahan gempa (simutaga), dan foto-foto, dokumen peristiwa gempa di penjuru Indonesia dan di belahan dunia yang dikunjungi Prof. Sarwidi dan berbagai macam koleksi yang berjumlah sekitar 56 item. Semoga dengan kehadiran museum ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan para relawan dan masyarakat dalam menyikapi diri ketika ada bencana seperti gempabumi yang pernah terjadi di Yogyakarta tahun 2006 yang lalu. (admin 13)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.