PROFIL SKSB ……………….
BAGIAN 2.
Kantor sekertariat SKSB awalnya berada di Dusun Jambu, Kepuharjo, Cangkringan, namun karena tersapu lahar panas Merapi di Erupsi besar 2010, sekertariat pindah di selatan lapangan Golf Cangkringan.
Masarakat Cangkringan setelah pulang dari Pengungsian ( Lapangan Maguwoharjo ), hampir semua berbenah – benah diri, menata kembali rumah, pindah ke Selter, memulihkan rasa trauma,pemulihan sektor Pertanian, Perdagangan, Pendidikan, dll, sehingga peran SKSB cukup diperlukan. Apalagi ditambah ancaman baru yang timbul yang sangat menghantui masarakat , yakni Banjir Lahar Hujan dari Merapi, karena hulu sungai-sungai di Merapi semua dipenuhi material hasil Erupsi.
Hampir semua informasi diakses lewat HT, terutama yang berhubungan dengan kebutuhan warga yang ada di barak Sementara, dan informasi tentang cuaca, terjadi banjir . Sehingga bermunculan tenaga-tenaga / relawan baru yang ikut membantu warga, mereka bergabung dengan SKSB , terdata ada 159 orang yang berasal dari berbagai daerah.
Peran yang sangat fital adalah Pemantauan Lahar Hujan/Banjir, baik di Sungai Opak, Gendol maupun Sungai Kuning, tidak kurang dari 75 titik Pantau dengan 125 Personil berjaga di Pinggir Kali bila terjadi banjir, mereka dengan suka rela, dengan alat seadanya memberikan informasi tentang situasi dan kondisi di titik pantauannya. Juga ketika terjadi letusan Merapi Freatif SKSB juga berperan ikut mengkondisikan warga, menenangkan, evakuasi, disamping memberikan informasi-informasi kepada masarakat.
Dengan bantuan BPBD Kabupaten Sleman SKSB dapat mendirikan Repiter/Menara Pancar Ulang yang berada di Dusun Batur, Kepuharjo, Cangkringan sekaligus dengan Ijin dari Kominfo ( ISR ), dilengkapi AD/ART dan Akte Notaris, serta sebanyak 60 anggotanya dicarikan Ijin Memancar dengan berkolsen dari RAPI Sleman.
Berkembangnya waktu akirnya di Cangkringan bermunculan Komunitas-komunitas baru, hampir semua Desa membentuk Komunitas sendiri-sendiri, namun dalam kiprahnya tetap bersatu lewat Frekwensi SKSB sebagai jalur Utamanya. Di 2014-1015 ini BPBD melakukan Pendataan Komunitas terutama Keanggotaan Resmi dan Aktif, SKSB tinggal 43 Orang yang terdata sebagai Anggota Aktif, karena sudah banyak yang menjadi anggota di Komunitas di Desanya .
Ditemui di rumahnya Pak Tiwul sebagai ketua SKSB Demisioner mengatakan “bahwa SKSB adalah wadah teman-teman yang senang berpetualang dalam giat kebencanaan, dengan misi Kemanusiaan Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe, berbuat dan bertindak semampunya dengan tetap memperhatikan keselamatan diri sendiri”.
Slogan yang terkenal di SKSB “ Lemah Teles, Gusti Alloh Sing Mbales “ ( Bekerja dengan Tulus Iklas, dan Hanya Mengharap Ridlo Alloh Tuhan Yang Maha Esa ), ditanya tentang peralatan yang dipunyai, Pak Supri yadi Calon Ketua SKSB baru mengatakan “ SKSB tidak punya apa-apa, hanya punya karep / kemauan dan kebersamaan, komunitas hidup semampunya/seadanya, isin / malu kita minta-minta, dan yang kita punya sekarang 4 buah senter, 1 Repiter komplit, dan justru BPBD serta Instansi lain yang memperhatikan komunitas kami dengan memberikan bantuan, maka ucapan terima kasih kepada mereka, dan mohon doanya semoga komunitas kami tetap eksis dalam giatnya “.