Warga Huntap TKD Batur

Warga penghuni Huntap di TKD Batur yang terdiri dari dusun Jambu desa Kopeng dan dusun Batur sudah mulai merasa betah nyaman dan aman tinggal di huntap tersebut, berbagai fasilitas sudah tersedia dan beberapa fasilitas umum yang lain masih terus dikerjakan dengan melibatkan para penghuninya,

Kandang ternak kelompok sapi sudah mereka dapatkan yang merupakan bantuan dari pemerintah melalui dinas Pertanian dan Peternakan, masyarakat mulai hidup kembali sebagai peternak sapi perah. Jalan akses menuju huntap dan jalan lingkungan di huntap sudah 98% terbangun dengan rapi dan mulus untuk dilalui, tinggal menutup selokan selokan yang ada. Sementara untuk bangunan sarana tempat ibadah berupa Masjid telah selesai dibangun dan merupakan sumbangan dari Harian Kedaulatan Rakyat Yogyakarta.

Masyarakat, tokoh masyrakat, kepala dusun dan Pemmerintah Desa Kepuharjo bahu membahu dalam menata lingkungan di Huntap dan juga menata kehidupan sosial kemasyarakatan dihuntap yang sangat jauh berbeda dengan lingkungan yang ditinggalkan.

Bagi warga Jambu yang 99% warganya ikut relokasi di Huntap TKD Batur dalam bebrapa hari terakhir ini sangat merasa kehilangan sosok pemimpin mereka dalam hal ini adalah Bapak Dukuhnya yang dengan kesadarannya telah mengundurkan diri dari jabatan Dukuh Jambu dengan mengirimkan Surat Pengunduran diri kepada Kepala Desa Kepuharjo. Pengunduran diri dukuh tersebut tidak ada kaitan dengan sandungan masalah apapun apalagi tersangkut maslah hukum. Pengunduran dirinya dikarenakan dengan alasan faktor usia dan sudah merasa tidak bisa bekerja secara maksimal, dan seluruh tugas dan kewajibannya sebagai dukuh untuk memimpin masyarakt dusun Jambu sampai dengan bisa mengantarkan warga Jambu sampai bisa menempati Huntapmnya masing -masing dan mulai hidup nyaman dan tenang adalah momentum yang sangat tepat bagi Dukuh Jambu Bpk Sukiran untuk mengundurkan diri, menurut apa yang disampaikan oleh beliau ketika menghaturkan surat pengunduran dirinya. Sedangkan masa jabatan beliau hanyalah tinggal 2tahunl lagi untuk memasuki masa pensiun, namun beliau sendiri sudah merasa untuk segera ingin istirahat dan pensiun.

Warga dusun Jambu merasa keberatan ditinggal pensiun oleh dukuhnya, namun warga juga menyadari bahwa Bpk Sukiran telah lama memimpin dan membimbing warganya dan karena alasan dari beliau sendiri yang sudah lelah dan merasa tidak mampu untuk bekerja seperti dahulu dan saatnya Jambu dipimpin oleh yang lebih muda, kata Bpk Sukiran dalam acara pertemuan  dusun warga dusun Jambu yang dihadiri oleh Kades dan Kabag.Pemerintahan desa Kepuharjo.

Ditulis oleh aries

Sabtu, 02 Maret 2013 13:00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.