ISTILAH – ISTILAH YANG BIASA DIPAKAI DALAM INFORMASI LEWAT HT BESERTA PENEMPATANNYA

*Penggunaan Istilah. Kadang Salah Kaprah.

ISTILAH – KOMUNIKASI HT. Istilah-istilah yang dipakai dalam break – breakan baik yang berbasa Indonesia maupun bahasa Inggris, ada yang belum difahami arti, maksud dan penggunaannya. Sehingga mengakibatkan penempatan istilah menjadi tidak benar, ironisnya menjadi salah kaprah, karena sudah terbiasa dan terlanjur memasyarakat, akirnya menjadi rancu. Seperti penggunaan kata Break, Instruksi, Penggunaan kata-kata sandi, Roger, dll.
Berikut beberapa Istilah yang biasa dipakai, beserta arti dan kapan digunakan:
1.BREAK, dari kata break yang mengharuskan, para pembicara “putus” dengan paksa. Merunut kata asal dari kata ini, maka istilah “break” ini tidak bisa digunakan setiap waktu kecuali anda akan menyampaikan berita penting / darurat. Sehingga apabila ingin gabung, atensi, melaporkan cuaca yang biasa, dengan kalimat break, itu menyalahi arti dan maksud.
2.ROGER, artinya “berita telah diterima secara lengkap”. Namun penggunaan di masyarakat sudah di luar pengertian istilah itu sendiri.
3.INSTRUKSI, bermakna ada sesuatu yang sangat penting sekali dan harus segara diinformasikan, maka segala pembicaraan dihentikan / frekwensi dikosongkan, untuk memberi kesempatan kepada Pembawa berita tersebut.
4.JAMMER, penimbrung, menumpuk dengan sengaja sehingga audio tidak keluar / mengudara.
5.NOISE, bermakna desah, pancaran atau pembicaraan tidak jernih diterima.
6.PROPAGASI, perambatan, penjalaran.
7.RECEIVER, penerima atau alat penerima.
8.TRANSCEIVER, pemancar- penerima, pemancar dan penerima dalam satu set.
9.TRANSMITER, pemancar.
10.SPOTING, menekan ptt tanpa bicara.
11.SPLATTER, percikan dan penyebaran frekwensi lain dari pancaran/transmisi perangkat yang tidak baik / perangkat yang alami gangguan.
12.PORTABLE, istilah bagi yang sedang memancar di tempat lain / di daerah lain di luar stasiun tetapnya untuk sementara waktu.
( Sumber: Kamus Istilah Buku Panduan RAPI )
Demikian diantara istilah – istilah yang dipakai dalam berkomunikasi lewat HT, mungkin masih ada istilah lain yang belum tercantum atau ada perbedaan arti dan maksud, bukan sesuatu yang harus diperdebatkan, tetapi merupakan masukan dan memperkaya perbendaharaan dan memperluas wawasan.

HT SEBAGAI ALAT PENYAMPAI INFORMASI KEBENCANAAN

*Tehnik berkomunikasi, Dalam Kebencanaan.

HT ( Handheld Transceiver ) – Kejadian Kebencanaan atau situasi dan kondisi yang diprediksi akan menimbulkan bencana, secepatnya harus diketahui oleh Pemerintah, Masarakat dan Relawan. Maka diperlukan beberapa alat komunikasi yang dapat menyampaikan pesan informasi secara cepat, valid dan tepat. Salah satunya alat yang dimaksud adalah Pesawat HT ( Handheld Transceiver ).
Pasca Erupsi Merapi 2010 hingga 2014 ini, pemegang Pesawat HT kususnya di Kabupaten Sleman jumlahnya cukup banyak ( lebih dari 500 buah ), pada hal belum tentu semuanya mengetahui tata cara berkomunikasi lewat HT yang benar. Sehingga penyampaian informasikadang tidak tersampaikan dengan cepat dan tepat.
Salah satu tehnik / cara penyampaian informasi lewat Pesawat HT di siatuasi kebencanaan, misal situasi hujan, ada aliran / banjir, yang harus diperhatikan sbb:
1 .Frekwensi yang digunakan jelas.
2. Ada Nomer Frekwensi Cadangan, digunakan bila Frekwensi utama krodit.
3 .Ada Net Pengendali yang tau tugas dan fungsinya.
4. Menggunakan nama operator dan posisi yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.
5. Menggunakan kalimat singkat dan bahasa yang mudah difahami.
6. Menggunakan spasi di setiap pembicaraan.
7. Bila situasi Urgen bisa masuk di sela-sel spasi.
8. Melaporkan kejadian sebenarnya.
9. Jangan berebut menggunakan frekwensi. 10. Jangan menumpuki rekan yang baru menggunakan frekwensi / jangan ngejem.
11. Jangan menggunakan kata-kata kotor, jorok, kasar.
12. Prioritaskan Pelapor yang ada di titik Pantau.
13. Apabila Pesawat HT Krodit gunakan media lain misal HP, Megafon dan lainnya.
14. Berita dilaporkan dengan tegas, tidak terburu-buru, jangan membuat panik tapi dengan bahasa yang pas.
Demikian diantara tata cara / mekanisme penyampaian informasi lewat Pesawat HT, dan sering digunakan istilah-istilah misalnya Kontek, Break, Instruksi, Hendel Operator, 86, 10.4, dll, yang belum tentu semua pengguna mengetahui arti dan maksudnya. Hal tersebut Insya Alloh akan di tulis di Rubrik berikutnya.

JALUR EVAKUASI DUSUN CANGKRINGAN, BRONGKOL, MORANGAN SELESAI DIPERBAIKI

Jalan raya dari arah Jembatan Plumbon Desa Sindumartani Kab. Sleman ke barat sampai perempatan Perikanan BBI Cangkringan, adalah jalur fital / kususnya jalur evakuasi bagi masarakat yang tinggal di Dusun Brongkol, Cangkringan dan Morangan, baik bencana Letusan Gunung Merapi maupun Banjir Lahar Hujan. Beberapa tahun ini kondisi jalan rusak parah / tidak layak pakai, namun di awal bulan Nopember 2014 ini sudah rampung perbaikan sekarang sudah beraspal halus dan sudah laIMG_7939yak pakai.
Adalah jalan raya sepanjang kurang lebih 400 M yang berada di Kecamatan Cangkringan paling selatan, terposisi di selatan Dusun Brongkol utara Dusun Sewon dan Morangan, merupakan jalur satu-satunya bagi penduduk di 3 Dusun baik ekonomi, aktifitas keseharian maupun untuk lari menyingkir apabila terjadi banjir lahar hujan maupun letusan Merapi yang membahayakan.
Semenjak 2011 sampai pertengahan Agustus 2014 jalan tersebut kondisinya rusak parah hingga membahayakan pengguna jalan, apalagi bila dalam kondisi urgen untuk evakuasi akan sangat membahayakan bagi keselamatan, dalam hari-hari biasa jalur tersebut sering terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan.
SOP Kontijensi baik Lahar Hujan maupun Gunung di ketiga dusun tersebut, apabila mengungsi sama-sama menuju ke tempat aman posisinya di sebelah barat Kali Opak, dan satu-satunya jalur yang dilewati adalah jalan tersebut di atas. Berkali-kali dari pihak Dusun mengusulkan perbaikan, dan pertengahan Tahun ini terealisasi sekarang sudah selesai dikerjakan. Hanya saja jalan tersebut merupakan akses keluar masuk armada truk ke Kali Gendol, sehingga apabila muatan / tonase armada melebihi dari aturan bukan tidak mungkin jalan akan cepat rusak lagi, harapan tidak demikian hingga apabila untuk evekuasi semuanya berjalan lancar, selamat dan aman. Amin…

HATI-HATI BILA MELINTAS DI BEBERAPA JEMBATAN PENYEBERANGAN SUNGAI GENDOL DI MUSIM PENGHUJAN

*Saat hujan, ada aliran / banjir, kadang melintas di atas jembatan.
SUNGAI GENDOL- Pengguna jalan yang melintas di beberapa Jembatan Penyeberangan yang
ada di Bantaran Sungai Gendol harus ekstra hati-hati, terutama di musim penghujan, sebab bila ada aliran lahar hujan sering melintas di atasnya, karena gorong-gorong tidak muat.
Sungai Gendol berhulu di Gunung Merapi melintas di Kecamatan Cangkringan, Kecamatan Ngemplak, dan Kecamatan Kalasan Sleman, apabila terjadi hujan lebat di Merapi durasi di atas 30 menit dapat dipastikan terjadi aliran lahar hujan / banjir. Aliran tersebut sering melintas / melompat di atas jembatan, sehingga sangat membahayakan pengguna jalan. Maka BPBD Kab. Sleman bersama Para Relawan selalu menjaga Perlintasan tersebut (jika banjir), agar para pengguna jalan aman dan nyaman.
Jembatan dimaksud ( berurutan dari hulu/atas/ utara ) adalah:
1. Penyeberangan Kopeng, Desa Kepuharjo, Kec. Cangkringan.
2. Jembatan Penyeberangan Manggong, Desa Kepuharjo, Kec. Cangkringan.
3. Jembatan Gungan, menghubungkan Desa Wukirsari dengan Glagaharjo cangkringan.
4.Jembatan Bakalan, Desa Argomulyo, Kec. Cangkringan.
5. Jembatan Penyeberangan Bronggang / Watu Gede, Desa Argomulyo, Cangkringan.
6. Dam / Jembatan Karanglo, Desa Argomulyo, Cangkringan.
7. Jembatan Plumbon, Desa Sindumartani, Kec. Ngemplak, kab. Sleman.
8. Jembatan Jambon / Tambakan, Desa Sindumartani, Kec. Ngemplak, Sleman.
9.Jembatan Penyeberangan Kayen, Sindumartani, Ngemplak, Sleman.
Ke sembilan Jembatan Penyeberangan tersebut di atas, dari tahun 2011 sampai 2014 apabila
Sungai Gendol terjadi aliran sering melintas di atasnya, walau kapasitas aliran di bawah sedang. Dan ada satu Jembatan Penyeberangan yang dijadikan penyeberangan alternatif bila Jembatan lainnya tidak bisa untuk menyeberang, Jembatan tersebut adalah Jembatan Penyeberangan Candi Morangan, letaknya di Dusun Morangan, Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Kab. Sleman (timur Situs Candi Morangan).

TRUK BERMUATAN BATU KALI TERGULING DI JEMBATAN BRONGGANG / WATU GEDE

Armada Truk berwarna merah, bermuatan penuh batu, dari sungai Gendol, jatuh terguling di Jembatan Penyeberangan sungai Gendol, persisnya di timur Watu Gede Dusun Suruh Desa Aromulyo Kec. Cangkringan kab. sleman. Sopir dan Kernet menjadi korban dalam kecelakaan tersebut, sedang 2 orang tenaga bongkar muat yang ikut di dalam armada tersebut kondisi selamat.
Hari Selasa tanggal 18 November 2014 sekitar jam 13.15 WIB, melaju dari arah timur lalu melewati jembatan penyeberangan, sesampai persis di utara batu besar / watu gede , Truk dengan No Pol H 1520 KC yang sarat dengan muatan batu kali, berhenti dan tidak kuat meneruskan perjalanan sehingga mogok. Sesaat kemudian truk tersebut justru malah mundur tanpa terkendali akhirnya jatuh terguling ke sisi selatan Jembatan, dengan kedalaman sekitar 7 m, dengan posisi terbalik.
Truk tersebut dengan sopir nama Marjono alamat Dusun Genukan RT 04 RW 02, Desa Randusari, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, dan Kernet yang masih kerabatnya mengalami luka serius, keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Panti Nugroha Pakem untuk mendapatkan perawatan sedang dua lainnya selamat. Untuk mengevakuasi korban dilakukan dengan bantuan Buldoser karena posisi terjepit kabin. Menurut Ani saksi mata yang berada di belakang truk, truk tersebut berjalan dengan nggereng-nggereng boten kiat (suara mesin keras tetapi tidak kuat menanjak}, akirnya mundur dan terguling, hampir mawon mas ngunduri kulo (hampir saja saya tertabrak dari belakang}, begitu keterangannya.
Menurut Bogeng salah seorang Relawan yang ikut evakuasi, ” Sebetulnya jalan di sekitar Watu Gede tidak menanjak sekali, tapi karena jalan terlihat rusak ( berlubang-lubang, berbatu, tidak rata ), ditambah ban truk semua terlihat sudah gundul / halus, ya begitu truk mundur dan terguling, harapan saya semoga jalan diperbaiki agar diwaktu selanjutnya tidak terjadi lagi kecelakaan “.

HUJAN DAN BENCANA

Hujan adalah anugerah yang harus kita syukuri dari Tuhan YME, banyak sekali kemanfaatan dari hujan, dan hujan adalah bagian dari siklus alam. Dibalik keberkahan hujan, ada hal-hal yang harus kita waspadai dan siapkan agak ketika hujan datang bencana dapat kita hindari.

Seperti yang terjadi dalam minggu-minggu ini, tanggal 10 November 2014 hujan terjadi di wilayah kaliurang, hujan dibawah sedang berdurasi lama menyebabkan tanah amblas  hampir 3 mtr karena gorong-gorong pembuangan air hujan yang menyempit dan tertutup sampah. tidak ada korban jiwa dalam hal ini, tembok sepanjang 8 meter runtuh dan satu rumah terancam dikarenakan bila hujan turun lobangan tanah amblas melebar.

selang satu hari tanggal 11 November 2014. kembali hujan disertai angin kencang terjadi di wilayah tempel, akibatnya 3 rumah tertimpa pohon dan beberapa pohon membentang dijalan.

kembali selang satu hari tanggal 12 November 2014, hujan dan angin kencang kembali terjadi didaerah Goden, akibatnya satu mobil Avansa AB 1470 KN tertimpa pohon tumbang  di Krandon, Sidomoyo, Godean. 2 rumah genting terbang  milik suwito  sebanyak 1000 genting dan ibu Wito Sarjono sebanyak 500 genting di Karang lor  Rt 01/05  Sidomoyo, Godean akibat Angin puting beliung disertai hujan.

Wilayah Kalasan dan Pakem pada tanggal 16 November 2014. juga terkena dampak hujan disertai angin kencang dan puting beliung, di Kalasan satu rumah milik Padmodiharjo genting berterbangan sekitar 300 biji, dan 2 pohon tumbang mengenai atap rumah milik Sarwono dan Sukardiharjo di Sanden II, Selomartani, Kalasan. Di dusun Kaliwaru, Selomartani, Kalasan juga terjadi satu pohon tumbang mengenai rumah menyebabkan sebagian tembok rumah runtuh milik Sariyanto.

Diwilayah pakem Hujan disertai angin menerbangkan genting dan asbes di Pakemtegal, Pakembinangun, Sleman sebanyak 6 rumah milik Paijo 450 genteng, Wasito 400 genteng, Sumosumadi 200 genteng, Painem 200 genteng dan Weruji 100 genting. Bantuan diberikan dari BPBD Sleman berupa 6 terpal untuk wilayah Pakemgede  dan 3 terpal untuk wilayah kalasan dalam reaksi cepat.

Begitu banyaknya kejadian bencana dalam satu minggu ini diharapkan warga kab. Sleman bisa berhati-hati dan waspada dalam menyikapi musim hujan, karena masih banyak lagi bencana yang disebabkan hujan diantaranya Banjir, Banjir lahar hujan. Konsleting listrik. baliho tumbang dan Petir. untuk itu kita tetap waspada dan hati-hati dibalik berkah musim penghujan.

 

 

RAPI SLEMAN DENGAN SRC TBNYA SIAP BANTU BPBD MENGHADAPI MUSIM PENGHUJAN

Musim penghujan 2014 – 2015 sudah tiba, dengan ditandai turunnya hujan kadang disertai angin kencang, petir menyambar. Sehingga cuaca / keadaan yang exstrim ini tak jarang mengakibatkan bencana yang membikin kerusakan, baik banyak pohon tumbang, banjir, tanah Iongsor maupun Iainnya. HaI demikian perIu penanganan yang tepat dan terorganisir, daIam haI ini RAPI SIeman dengan Satuan Reaksi Cepat Tanggap Bencana ( SRC TB ) menyiapkan segaIa sesuatu yang diperIukan untuk membantu BPBD Kab. SIeman daIam penanganan PenangguIangan Bencana.
Kabupaten SIeman merupakan daerah yang sangat rentan terhadap bencana, diantaranya bencana akibat Gunung Merapi, Banjir baik Iahar hujan maupun IokaI, angin kencang / puting beIiung, gempa bumi, tanah Iongsor, kecuai tsunami. RAPI ( Radio Antar Penduduk Indonesia ) kususnya yang ada di SIeman pada awaInya hanya bergerak dibidang komunikasi dan informasi, namun para Pengurus meIihat situasi dan kondisi, terutama fenomena yang ada di SIeman akirnya merubah paradikma Iama, tidak saja hanya sebagai insan komunikasi namun juga berusaha bergerak di bidang Rescue, akirnya dibentukIah sebuah Satuan dengan nama SRC TB RAPI SIeman ( Satuan Reaksi Cepat Tanggap Bencana ). Satuan ini diresmikan dan diIantik pada tangga 22 September 2013 oIeh Ketua RAPI SIeman Pak R Suprapto JZ 12 PT dengan ketuanya Pak Gandung JZ 12 BCH masa bakti 2013 – 2015.
Satuan ini kusus bergerak di bidang bantuan penanganan kususnya kebencanaan, baik pencarian, evakuasi, maupun komunikasi. Memasuki musim penghujan tahun ini jauh-jauh hari RAPI dengan SRCnya teIah mempersiapkan segaIa sesuatunya, baik personiI maupun aIat – aiat perIengkapan yang dibutuhkan, berikut yang dipersiapkan SRC RAPI SIeman, 45 personiI, 2 unit Gergaji Sinso, mobiI Rescue 1 unit, MobiI Evakuasi 5 unit, MobiI Penyisir Medan SuIit 3 unit, beberapa Iampu tembak, Mesin Pompa air / AIkon 1 unit beserta seIang berbagai ukuran, Tenda Iapangan 1 unit, Angkong 4 unit, Skop 20 unit, CangkuI 4 unit, Senggrong 15 unit, MobiI Komunikasi 1 unit, RPU Jinjing UHF dan VHF 1 unit, AIat PeIacak SinyaI 2 unit, beberapa Antene untuk operasi di Iapangan, Megafon pIus Sirine 5 unit, Baju PeIampung 4 unit, dan beberapa peraIatan Iainnya.
Dengan PersoniI dan PerIengkapan tersebut, sewaktu-waktu siap membantu BPBD SIeman mengkondisikan daerah yang terkena musibah / bencana. Kantor Sekertariat RAPI SIeman berada di rumah Pak Kasiyam aIamat Dusun Kayen JI. KaIiurang / seIatan Gereja Kentungan, nomer HP yang bisa dihubungi 08122956606 atas nama Pak R Suprapto, sedang Base Camp SRC TB SIeman Rumah Pak Gandung 12 BCH aIamat Dusun SambiIegi JI. Kotes Desa Maguwoharjo SIeman nomer yang bisa dihubungi 087838295910.
Ditemui di rumahnya Pak Prapto mengatakan, ‘ RAPI SIeman dengan SRC TB dengan segaIa keterbatasan siap membantu masarakat daIam haI kebencanaan / kemanusiaan tanpa membedakan perbedaan apapun, bersama dengan BPBD maupun Komunitas-komunitas ReIawan yang ada di Jogja kususnya di SIeman, namun harapan saya semoga SIeman tetap aman-aman saja, tetapi seandainya harus ada bencana kita sudah siap mengantisipasi ‘.

BEBERAPA TITIK DI ALUR KALI GENDOL YANG PERLU DIWASPADAI DI MUSIM PENGHUJAN 2014-2015

Pasca erupsi Merapi 2010 bantaran KaIi GendoI dari huIu sampai jembatan PIumbon penuh dengan tumpukan materiaI, baik pasir, kerikiI, banthak, batu besar, ranting kayu, batang kayu besar-besar, dan barang-barang Iain yang hanyut bersama aIiran Iahar panas waktu itu. Sepanjang itu Bantaran GendoI hampir semuanya rawan meIimpas ke Pemukiman apabiIa ada aIiran / banjir di musim penghujan. Tercatat di tahun 2011 – 2012 beberapa Dusun diIanda aIiran Iahar hujan / banjir hingga mengakibatkan kerusakan, dari ringan sampai parah.
Sehabis kejadian erupsi Iangsung datang musim penghujan, padahaI aIur KaIi GendoI masih dipenuhi tumpukan materiaI, maka setiap ada banjir pada awaInya seIaIu meIimpas ke kanan kiri sungai. Dusun-dusun yang terIanda banjir waktu itu meIiputi Dusun BesaIen Desa Giagaharjo, Dusun Gadingan, Banaran, Suruh, Jetis, KarangIo, Jaranan, Cangkringan masuk wIiayah Desa ArgomuIyo, IaIu Dusun Tambakan, Jambon KiduI, Plumbon/JeIapan, Ngerdi masuk wiIayah Desa Sindumartani NgempIak.
Seiring dengan berjaIannya program normaisasi Sungai, ditambah dengan penambangan manuaI yang cukup banyak, sehingga sampai memasuki musim penghujan di BuIan Nopember 2014 ini, kondisi KaIi GendoI aIami perubahan yang sangat siknifikan. Terpantau dari Dam Manggong sampai Candi Prambanan, aIur KaIi GendoI kondisinya sebagai berikut, dasar sungai jauh Iebih daIam (sekarang ada yang 15 sampai 20 m), materiaI tinggaI sedikit penambang mengatakan sudah habis, Iebar sungai Iebih / dibanding sebeIum erupsi, beberapa tangguI diperkuat dengan penambahan bronjong / kawat batu, dibangun dam-dam baru, beberapa tempat tangguI rusak karena uIah para penambang .
WaIaupun kondisi GendoI sudah berubah menjadi Iebih aman, namun tetap harus diwaspadai apabiIa terjadi aIiran, beberapa titik yang harus diwaspadai, dari Dam Manggong sampai Jembatan BakaIan kanan kiri sungai, tangguI sudah tidak ada karena ditambang, maka biIa sering terjadi aIiran dengan membawa materiaI, dasar sungai bisa dangkaI maka aIiran akan mudah meIompat. Kemudian dari jembatan BakaIan sampai Sabo Bronggang, aIur sungai mepet tangguI sisi barat karena sisi tengah dan timur Iebih tinggi, apaIagi arah sungai agak menyerong ke barat Iaut, dasar sungai dengan pemukiman sejajar cenderung tinggi dasar sungai, maka apabiIa berkaIi-kaIi terjadi aIiran dengan kapasitas sedang dengan membawa materiaI, kekuatan tangguI akan sangat membahayakan. Berikutnya di kedua jembatan Jambon, aIur kaIi terIaIu dekat dengan pemukiman warga ditambah dasar sungai yang mudah dangkaI, sehingga harus diwaspadai karena aIiran bisa meIompat. SeIanjutnya utara Dusun Ngerdi, terdapat BeIokan aIur KaIi hampir membentuk huruf Ei, dengan tangguI Iebar 8 m tinggi 9 m, dan ada penambahan bronjong kawat isi batu, namun kondisi bronjong ambIak sekitar setengah meter. ApabiIa sering terjadi aIiran dengan kapasitas sedang dan membawa materiaI posisi tangguI sangat rawan dan aIiran bisa membahayakan warga, namun biIa aIiran dominan air dengan kapasitas di bawah sedang, besar kemungkinan masih aman.
Demikian diantara sebagian titik-titik di bantaran Kali GendoI yang perIu diwaspadai, baik para ReIawan Pemantau KaIi, Warga di dekat Iokasi, dan Para Pemangku Kepentingan, dengan harapan tidak terjadi sesuatu yang tidak di harapkan.

HATI-HATI DI PEREMPATAN MAUT SELATAN HUNTAP KUWANG

BerkaIi-kaIi terjadi keceIakaan di Perempatan Dusun BaIong Desa Bimomartani Kec. NgempIak Kab. Sieman, yang mengakibatkan kurban, baik Iuka ringan , Iuka parah bahkan sampai meninggaI dunia. Maka harap berhati-hati biIa meIintasi jaIur tersebut .
Peerempatan dimaksud di atas posisinya berada di jaIan raya menuju ke Huntap Kuwang ArgomuIyo Cangkringan Sleman, dari arah jaIan KaIiurang ke timur Iewat Perumahan Pamungkas – Iewat Ringin depan Desa Umbumartani – IewatI Dusun KaIi Jeruk – sampai di Perempatan dimaksud ( Dusun BaIong Desa Bimomartani Kec. Ngempak Kab. Sleman ). Dari arah timur, muIai dari BBI Perikanan Cangkringan ke barat Iewat Banjarharjo Bimomartani – Iewati PSAA Bimo – Dusun Jaten – Iewat depan SD BaIong – Pas Perempatan dimaksud.
Gambaran Posisi Perempatan dimaksud adaIah, arah jaIan dari timur ke barat – dan dari utara ke seIatan, kedua ruas jaIan cukup sempit, Ietak / posisi perempatan sekiIas tidak keiihatan ( apaIagi pengguna jaIan baru }, tidak ada rambu –rambu penanda, jaIan dari timur ke barat Iurus datar dan haIus ( pengguna jaIan biasa meIaju dengan cepat ), merupakan akses keIuar masuk warga Huntap Kuwang ArgomuIyo Cangkringan, bangunan rumah terIaIu mepet dengan jaIan, diwaktu maIam penerangan kurang memadai.
Kasus keceIakaan yang terjadi di sana diantaranya, tabrakan antar anak sekoIah masing-masing Iuka ringan dan parah, tabrakan seorang ibu mau ke pasar dengan anak sekoIah keduanya Iuka ringan, tabrakan pengendara roda dua dengan roda empat saIah satunya meninggaI dunia, tabrakan mobiI avansa dengan roda dua Iuka parah, dan kasus – kasus kecelakaan Iain diantaranya yang diaIami Bp Bambang Nurwiyono ( Camat Cangkringan ] mengendarai sepeda motor bertabrakan dengan armada Truk materiaI, Beiau berjaIan dari arah utara ( Huntap Kuwang ) memasuki perempatan, satu truk meIaju dengan kecepatan tinggi dan tabrakan tak bisa dihindarkan hingga mengakibatkan Pak Camat Cangkringan tersebut meninggaI dunia.
Untuk itu bagi pengguna jaIan yang meIewati jaIur tersebut agar berhati-hati, berjaIan peIan-peIan, bunyikan kIakson waIaupun maIam hari, jangan saIing menyaIip, pastikan di jaIan seberang steriI pengguna atau berhenti, konsentrasi penuh ( jangan ngebut, jangan main aIat komunikasi ).
SaIah seorang pengguna jaIan berharap, agar perempatan dibenahi, baik Iebarnya, ada rambu-rambu yang besar dan jeIas, penerangan yang cukup, di buat gundukan meIintang jaIan kususnya di sisi utara dan seIatan, pas beIokan diperIebar, agar pengguna jaIan bisa aman nyaman dan tidak Iagi menjadi Perempatan Maut.

JEMBATAN JAMBON DAN JALUR EVAKUASI SINDUMARTANI SELESAI DIPERBAIKI

Jembatan penghubung dusun Tambakan dengan pasar Kejambon Sindumartani Kec. Ngemplak Kab. Sleman sudah memasuki tahap penyempurnaan akir pembangunannya / 90%. Jembatan tersebut sekarang sudah dapat dilalui bagi semua armada / kendaraan, baik menuju ke Kec Ngemplak maupun menuju ke Klaten.
Terkenal dengan nama Jembatan Jambon adalah Jembatan di Bantaran Kali Gendol terletak kurang lebih 17 san km dari Puncak Merapi, di timur Dusun Tambakan, barat pasar Kejambon Desa Sindumartani Kec. Ngemplak. Lebar kali kurang lebih 100 m, ada 2 jembatan ( mepet sisi Barat dan sisi Timur }, awalnya kedua jembatan tersebut di musim penghujan tidak berfungsi karena aliran naik melintas di atasnya. IMG_8007
Jembatan tersebut merupakan jalur yang sangat vital, utamanya penghubung ke Pasar Kejambon, juga jalur Utama yang menghubungkan Sleman dengan Klaten. Kedua jembatan dibangun lebih tinggi sehingga bila ada aliran lahar hujan masih dapat dilalui pengguna jalan, selain fungsi di atas juga sebagai dam penahan sedimen untuk mengurangi kecepatan aliran.
Bersamaan dengan pembangunan kedua jembatan tersebut, juga telah selesai diperbaiki jalan raya seabagai jalur evakuasi dari perempatan Koro ulon ke timur sampai Perempatan Joholanang ( Kikis } Desa Sindumartani. Berjarak kurang lebih 2 km sekarang sudah selesai pengerjaannya nampak halus dan tebal aspalnya, sehingga bila dilalui kususnya untuk evakuasi bisa lancar.IMG_8010
Sebelumnya jalan tersebut kondisinya rusak parah karena lama tak diperbaiki dan lagi armada pengangkut material berlalu lalang lewat di situ. Setelah selesai diperbaiki harapan masarakat jalan tidak cepat rusak, sehingga apabila untuk lari evakuasi tidak bermasalah.
Selain di atas juga sudah diperbaiki jalan / Jalur Evakuasi dari Pasar Kejambon ke utara sampai dusun Kauman Argomulyo Cangkringan. Sebelumnya jalan tersebut tidak layak pakai karena rusak parah, akibat truk angkutan material. Namun sekarang warga pengguna jalan tersebut sudah nyaman baik menuju ke Pasar Jambon mapun aktivitas lain, apalagi sewaktu urgen untuk lari mengungsi.
Harapan kita setelah selesai diperbaiki , agar tidak cepat rusak perlu dikawal dan dijaga bersama-sama, diperlukan kerjasa sama dan koordinasi yang integral antara semua pihak baik Pemerintah, Masarakat, Relawan Komunitas, untuk mengawal dan menjaganya.