Hujan dan angin kencang terjadi di kaliurang selatan

Sleman, Minggu 25 Januari 2015 terjadi hujan dan angin kencang di Kaliurang Selatan dan Kaliurang Barat.  Di Kaliurang selatan rt 04/17 Pakem 2 rumah/kios milik Bp. Haris (42) 8 seng terbang, akibatnya beberapa perabotan dan tempat tidur harus basah kuyup. Hal yang sama dialamai oleh Bp. Bejo  dengan 4 asbes rumahnya terbang, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan untuk sementara pengamanan perabotan BPBD Kabupaten Sleman memberikan 2 terpal untuk mengamankan barang dari air hujan.

IMG-20150125-WA0010

Sementara di Kaliurang Barat Rt03/17 Beberapa pohon tumbang membentang jalan, menimpa jaringan listrik dan telepon. Beruntung tidak ada pengendara  melintas di jalan ini. penanganan dilakukan warga, SAR Kaliurang dan SAR Sleman.

KONDISI JALUR EVAKUASI DI CANGKRINGAN DI JANUARI 2015

Jalur Evakuasi di Umbulharjo, Kepuharjo, Glagaharjo Kec. Cangkringan Sleman.
CANGKRINGAN. Jalur evakuasi di Desa Umbulharjo, Desa Kepuharjo dan Glagaharjo Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman di Bulan Januari 2015 ini kondisinya sudah lebih bagus dibanding 2014, hanya Desa Umbulharjo ada beberapa titik/ jalan berlubang.
Sebagian masyarakat yang tinggal di dusun-dusun di tiga Desa tsb di atas, apabila Gunung Merapi aktifitasnya meningkat hingga erupsi, maka warga harus mengungsi di titik aman. Desa Umbulharjo titik pengungsiannya di Barak Kedung Brayut Wukirsari, kondisi jalan utama sebagai jalur evakuasi berjarak sekitar 7-8 km adalah sbb: dari perbatasan dusun Pangukrejo ke selatan sampai dusun Gatak kondisi jalan beraspal, rata, sedikit lubang. Dari dusun Gatak sampai Pertigaan Bedoyo jalan beraspal, banyak lubang-lubang menganga, jalan sempit, berikut sampai Barak jalan beraspal , rata/halus.
Desa Kepuharjo titik pengungsian di Barak Kiyaran, jalur evakuasi sampai Barak kondisi jalan sbb: dari dusun Batur sampai Perempatan Plagrok jalan beraspal dan halus, berikut sampai Pertigaan dusun Geglok jalan beraspal dan halus, sudah dipasang Portal, Truk material lewat jalur tambang, berikut dari Geblok sampai Barak kondisi jalan beraspal dan rata, untuk lewat Truk material.
Desa Glagaharjo sebagai Barak Pengungsian di Barak Gayam Argomulyo, kondisi jalan sbb: dari dusun Gading ke selatan sampai Pertigaan utara Pasar Mbutuh jalan beraspal rata /halus karena baru selesai pengaspalan, belum terpasang Portal, Truk material masih lewat, berikut sampai dusun Mudal jalan beraspal dan halus, Truk material lewat. Kemudian dari jalan utama menuju Barak Gayam kondisi jalan banyak berlubang/ tidak rata, sempit.
Bapak Sugino warga dari dusun Mbutuh berharap, agar jalan yang digunakan untuk jalur evakuasi tidak dipakai untuk lewat armada pengangkut material Merapi, apalagi baru saja selesai di aspal, sehingga tidak cepat rusak lagi, seperti jalan Pasar Mbutuh ke utara sampai dusun Gading, sekarang sudah halus mbok Pemerintah masangi [ memasang ] Palang [ Portal ] biar Truk tidak nekat lewat, begitu pintanya.

BUPATI SLEMAN SERAHKAN DANA SOSIAL UPK BAGI WARGA CANGKRINGAN

Alat Pertanian, Kesehatan, Pendidikan , industri bagi warga Cangkringan.

ARGOMULYO. Pada tanggal 24 Januari 2015 bertempat di Halaman Balai Desa Argomulyo Lama Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman, Bupati Sleman BP Sri Purnomo menyerahkan dana sosial UPK kepada warga Cangkringan, dalam wujud alat-alat Produksi, sekolah, dll.
Paska Erupsi Merapi 2010 yang ke sekian kalinya Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan bantuan kepada warga Cangkringan, untuk membantu dan mendorong agar kondisinya cepat pulih kembali. Di akir Bulan Januari 2015 ini kembali disalurkan bantuan kepada warga Cangkringan, dana sebesar Rp. 100.000.000 berasal dari Dana Sosial UPK PNPM , untuk 3 (tiga) Bidang.
Adapun rincian bantuan yang diberikan meliputi sbb:
1. Bidang Pendidikan, disalurkan 100 Paket Alat Perlengkapan Sekolah.
2. Bidang Ekonomi, disalurkan 70 Paket Alat Produksi ( Mesin rajang ketela, Angkong, Loundri, dll).
3. Bidang Kesehatan, disalurkan 2 Kursi Roda, bantuan Lantainisasi 4 paket, Jambanisasi 11 paket.
Bantuan secara simbolis diserahkan Bp Sri Purnomo kepada warga Cangkringan, dalam sambutannya Bp Bupati berpesan agar alat-alat yang sudah diterima dapat dipergunakan secara maksimal, sehingga dapat membantu meningkatkan penghasilan, bagi anak-anak semoga menjadi anak yang tidak hanya pintar tetapi cerdas.

PENYEBERANGAN BRONGGANG ‘ ‘WATU GEDE’’ RUSAK

Jalan Penyeberangan ‘’ WATU GEDE’’ akses fital masyarakat Cangkringan, tapi rusak.
CANGKRINGAN. Penyeberangan Bronggang atau Watu Gede terletak di timur dusun Suruh / Bronggang Desa Argomulyo Kec. Cangkringan Kab. Sleman, merupakan perlintasan di atas sungai Gendol yang fungsinya sangat penting bagi warga Cangkringan, kususnya Argomulyo dan Glagaharjo, bahkan warga Klaten, kondisinya saat ini sangat memprihatinkan karena jalan rusak ( berlubang-lubang, tidak beraspal, sempit) warga mengatakan jalan seperti kali asat ( sungai kering ).
Seiring menipisnya material di sekitar Argomulyo bahkan bisa dikatakan habis, truk material yang lewat sudah jarang. Pengguna jalan didominasi para pelajar, petani, pegawai , dan warga yang beraktifitas di Pasar Mbutuh baik pedagang maupun Ibu rumah tangga yang akan berbelanja. Memasuki musim penghujan ini kondisinya semakin rusak, karena tanjakan baik di sisi barat maupun timur jembatan, terdapat lubang-lubang menganga karena tergerus air hujan, sehingga sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Begitu juga jembatan penyeberangan, kondisi jalan juga berlubang, sempit, kalau tidak berhati-hati bisa terperosok.
Kondisi jalan mulai dari Perempatan depan Balai Desa Argomulyo Lama, ke timur sampai Jembatan Watu Gede juga tidak rata, tidak beraspal, berlubang, sehingga yang lewat harus hati-hati.
Harapan warga, karena jalan dan jembatan itu sangat fital bagi masarakat, apalagi truk muatan pasir/batu sudah jarang yang lewat, mohon jalan dari depan Argo lama ke timur diperbaiki, begitu juga jembatan Watu Gede.

TAMAN CERDAS ‘’LENTERA MERAPI’’ CANGKRINGAN MULAI DIBUKA

Taman cerdas pusat bermain, berlatih, berkarya di Cangkringan di resmikan Bp Bupati.

CANGKRINGAN. Hari Sabtu tanggal 24 Januari 2015 bertempat di Kantor Kecamatan Cangkringan Lama, Bp Sri Purnomo meresmikan Taman Cerdas ‘’Lentera Merapi’’ . Dengan peresmian tsb menandakan mulai dibukanya kegiatan Lentera Merapi.
Paska Erupsi Merapi 2010, Cangkringan semakin bangkit, salah satunya adalah telah berdiri Taman Cerdas ‘’Lentera Merapi’’. Menggunakan Komplek /gedung /perkantoran Kecamatan Cangkringan Lama sebagai Pusat Kegiatan, Lentera Merapi bergerak dalam pembinaan anak-anak, generasi muda, dan ibu-ibu.
Fasilitas dan kegiatan yang tersedia diantaranya:
1. Arena bermain anak-anak.
2. Perpustakaan.
3. Pelatihan Komputer/Internet.
4. Pelatihan Sablon.
5. Pusat informasi dan konseling remaja.
6. Pelatihan Membatik.
7. Kursus memasak.
8. Him Paudi Kec. Cangkringan.
Taman Cerdas Lentera Merapi di kelola oleh Kes Mas Kec. Cangkringan dengan Koordinator Ibu Desi Ika dibantu beberapa Staf/Seksi, Tempat kegiatan cukup representatif, halaman cukup luas, tempat parkir luas, teduh dan rimbun, ruangan tersedia cukup, akses mudah dijangkau, fasilitas sementara sudah tersedia bertahap akan dilengkapi.
Bp Bupati merasa bangga dengan berdirinya Taman Cerdas di Kec. Cangkringan , berarti satu langkah kemajuan setelah erupsi 2010, harapannya agar Taman Cerdas ini dapat dimanfaatkan bagi masyarakat Cangkringan, kususnya anak-anak , remaja dan Ibu-ibu, sehingga anak-anak kita pintar dan cerdas, punya keahlian, pada nantinya dapat berkarya untuk kemajuan di daerah ini. Namun satu hal yang harus diingat, bahwa komplek ini terletak di zona hati-hati, maka apabila Merapi menunjukkan peningkatan aktifitas, kalian harus menyingkir dahulu ke titik yang aman. Begitu salah satu isi sambutannya.

Belasan Seng Terbang

IMG_20150118_172418

Hujan disertai angin pada Minggu, 18 januari 2015 di wilayah Kabupaten Sleman.  Hujan lebat disertai angin ini menimbulkan belasan seng rumah berterbangan di Pasekan Sembego Maguwoharjo Depok Sleman.

Hujan yang turun lebat mulai pukul 14.20 WIB ini diikuti angin yang tak tentu arah. sehingga pada pukul 15.20 WIB bangunan kontrakan/kost milik Bapak Heru (39) yang baru selesai dibangun ini berterbangan atapnya terbawa angin. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

 

IMG_20150119_084052

Ditempat terpisah di Dusun Plosokuning V Rt 21/09 Minomartani Ngaglik. Tebing pagar rumah dan jalan runtuh, bangunan sepanjang 6meter tinggi  fondasi 2meter ini runtuh pada pukul 15.30 WIB. Menurut warga talut tersebut runtuh akibat gorong-gorong air hujan dibawahnya tersumbat, sehingga air naik melalui bak kontrol, sehingga air meluap dan tebing tergerus hingga roboh. jalan selebar 3 meter ini rencananya akan dibuat jembatan gantung untuk memudahkan akses menuju makam warga setempat.

ANCAMAN TANAH LONGSOR DI KLUMPRIT II

Warga masyarakat Klumprit II Desa Wukirharjo Prambanan Sleman khusus nya rt 03 secara bergiliran bergotong royong menyingkirkan sisa-sisa marterial akibat tanah longsor. Awal mulanya longsoran itu cuman kecil, namun akibat kena guyuran hujan pada hari kamis tanggal 15 januari 2015 longsoran itu bertambah lebar sehingga kalo gak segera diperbaiki akan mengancam rumah bapak sukarman warga masyarakat karena rumah tersebut terletak di bawah jalan tempat terjadinya longsor.saat dikonfirmasi sementara gak ada korban jiwa, namun untuk membangun kembali talud tersebut dibutuhkan material berupa pasir, semen serta logistik untuk warga yang bergotong royong. Saat ini jalan tersebut ditutup untuk jalur mobil karena dikawatirkan longsoran bisa terjadi lagi. Sampai berita ini di tulis belum ada bantuan dari pemerintah dan material untuk membangun kembali talud tersebut masih swadaya dusun.

ditulis oleh :

triyanto

jumat 16 januari 2015

SEBAGIAN PASAR JALI GAYAMHARJO PRAMBANAN TERBAKAR

KARENA SEMBRONO TUNGKU KAYU MEMBAKAR EMPAT WARUNG

Gara-gara kurangnya hati-hati pemilik warung Jumbadi 65 tahun di wilayah Jali Gayamharjo Prambananan tungku bakar yang habis untuk membuat dagangan gorengan tidak dimatikan dan ditinggal pergi mengakibatkan warung miliknya ludes terbakar peristiwa yang terjadi senin 5 januari 2014 lalu yang juga mengakibatkan tiga warung milik rekanya ikut habis dilalap api.
Tempat kejadian perkara sembenarnya dekat jalan desa sehingga banyak lalu lalang masyarakat, namun peristiwa yang terjadi sekitar jam 15.oo berjalan sangat cepat angin yang kencang menyulitkan masyarakat membantu memadamkan kobaran api terlebih dilokasi warung terbuat dari bambu dan banyak kayu bakar. Menurut informasi yang dihimpun oleh anggota SDIN kabupaten Sleman dijelaskan oleh salah satu perangkat Desa Gayamharjo Bapak Yono Kisworo bahwa peristiwa terbakarnya sebagian pasar desa yang di miliki oleh pemerintah Desa Gayamharjo itu menimpa empat warganya yaitu 1. Warung gorengan milih Jumbadi warga Rt 10 Rw 04 , 2. Warung sembako milik Lasiyanto 43 th warga Rt 12 Rw 05, 3. Warung gorengan milik Tarno suwito 55 th warga Rt 03 Rw 02 dan 4. Warung sembako milik sardi wiyono 48 th warga Rt 02 Rw 04 semua warga Jali Gayamharjo,
Dari kejadian tersebut ditafsir kerugian yang dialami empat warga tersebut mencapai sekitar 50 juta.
Peristiwa itu langsung dilaporkan oleh pihak Desa kepada Camat Prambanan dan dan Muspika dan di teruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Muspika Langsung Olah TKP, untuk selanjutnya Kepala Desa Gayamgarjo Bapak Sugiyanto, S.E akan melakukan evaluasi atas peristiwa tersebut.

Ditulis oleh Pak J

OPPA “ MITRA TIRTA SEMBADA” PRAMBANAN MENGASAH SDM PENGURUSNYA

GUNA MENANGANI BENCANA KEKURANGAN AIR BERSIH PERLU  MANAJEMEN YANG KUAT

Untuk mengatasi permasalahan kekurangan air bersih di Wilayah Kecamatan Prambanan, Orgganisasi Pengelola Pemakai Air (OPPA) mengadakan pelatian manajemen untuk memperkuat administrasi agar pengelolaan air bersih dapat berjalan secara berkesinambungan disetiap musim.
Pelatihan manajemen yang dilaksanakan pada hari selasa tanggal 23 Desember 2014 di Ruang Budi Pekerti lantai II Kecamatan Prambanan, diikuti oleh pengurus OPPA tingkat Kecamatan Prambanan dan pengurus Unit di iap-tiap Desa dengan jumlah 20 orang.
Kegiatan ini dilaksanakan kerja sama antara Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Sleman (BPBD) Bidang Rehab Rekon , dengan PDAM Kabupaten Sleman. Dengan terlaksananya pelatian manajemen ini diharapkan mampu mengasah sumberdaya manusia bagi semua pengurus pengelola air bersih, di wilayah Kecamatan Prambanan sehingga dalam mengatasi Bencana Kekeringan pengurus mampu memberdayakan organisasinya sehingga tidak selalu tergantung pada pihak lain, walaupun tetap membutuhkan kerja sama dengan Pemerintah , swasta , sponsor dan Stekeholder yang ada.

ditulis oleh : pak J

Penggunaan Istilah Komunikasi HT, Kadang Salah Kaprah.

Istilah-istilah yang dipakai dalam break – breakan baik yang berbahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, ada yang belum difahami arti, maksud dan penggunaannya.  Sehingga mengakibatkan penempatan istilah menjadi tidak benar, ironisnya menjadi salah kaprah, karena sudah terbiasa dan terlanjur memasyarakat, akirnya menjadi rancu. Seperti penggunaan kata Break, Instruksi, Penggunaan kata-kata sandi, Roger, dll.
Berikut beberapa Istilah yang biasa dipakai, beserta arti dan kapan digunakan:
1.BREAK, dari kata break yang mengharuskan, para pembicara “putus” dengan paksa. Merunut kata asal dari kata ini, maka istilah “break” ini tidak bisa digunakan setiap waktu kecuali anda akan menyampaikan berita penting / darurat. Sehingga apabila ingin gabung, atensi, melaporkan cuaca yang biasa, dengan kalimat break, itu menyalahi arti dan maksud.
2.ROGER, artinya “berita telah diterima secara lengkap”. Namun penggunaan di masyarakat sudah di luar pengertian istilah itu sendiri.
3.INSTRUKSI, bermakna ada sesuatu yang sangat penting sekali dan harus segara diinformasikan, maka segala pembicaraan dihentikan / frekwensi dikosongkan, untuk memberi kesempatan kepada Pembawa berita tersebut.
4.JAMMER, penimbrung, menumpuk dengan sengaja sehingga audio tidak keluar / mengudara.
5.NOISE, bermakna desah, pancaran atau pembicaraan tidak jernih diterima.
6.PROPAGASI, perambatan, penjalaran.
7.RECEIVER, penerima atau alat penerima.
8.TRANSCEIVER, pemancar- penerima, pemancar dan penerima dalam satu set.
9.TRANSMITER, pemancar.
10.SPOTING, menekan ptt tanpa bicara.
11.SPLATTER, percikan dan penyebaran frekwensi lain dari pancaran/transmisi perangkat yang tidak baik / perangkat yang alami gangguan.
12.PORTABLE, istilah bagi yang sedang memancar di tempat lain / di daerah lain di luar stasiun tetapnya untuk sementara waktu.
( Sumber: Kamus Istilah Buku Panduan RAPI )
Demikian diantara istilah – istilah yang dipakai dalam berkomunikasi lewat HT, mungkin masih ada istilah lain yang belum tercantum atau ada perbedaan arti dan maksud, bukan sesuatu yang harus diperdebatkan, tetapi merupakan masukan dan memperkaya perbendaharaan dan memperluas wawasan.