SAMPAI AKIR APRIL 2016, BPBD SLEMAN BERHASIL MENGUKUHKAN 16 SSB

Berada di daerah rentan bencana, BPBD Sleman genjar bentuk Sekolah Siaga Bencana.

S L E M A N . Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Sleman, dalam upaya Pengurangan Resiko Bencana kususnya di Sekolah-sekolah, sampai akir bulan April 2016, sudah berhasil mengukuhkan 16 Sekolah menjadi Sekolah Siaga Bencana ( SSB ).
Sekolah-sekolah yang dimaksud, diantaranya adalah :
1. SMK Muhammadiyah Cangkringan,
2. SMK Nasional Berbah,
3. SD N Kepuharjo,
4. SD N Umbulharjo 2,
5. SMP N Cangkringan 2,
6. SMK Muhammadiyah Pakem,
7. SMP N 1 Kalasan,
8. SD Kiyaran 2, Cangkringan,
9. SMP N 2 Berbah,
10. SMP Muhammadiyah Ngemplak,
11. SD N Glagaharjo, Cangkringan,
12. SD N Srunen, Cangkringan,
13 SD Muhammadiyah Glagahrjo, Cangkringan,
14. SD N Banaran, Argomulyo, Cangkringan,
15. SD N Kiyaran 1, Wukirsari, Cangkringan,
16. SD N Batur, KEpuharjo.
Menurut salah seorang staf BPBD Sleman, Bu Rini “ bahwa ke depan harapan kita, semua sekolah-sekolah yang berada di zona yang rentan terhadap bencana, diupayakan untuk dijadikan SSB “.

JALAN TEMBUS DARI EKS RUMAH MBAH MARIJAN MENUJU BANKER KALIADEM SUDAH DAPAT DILALUI

KEPUHARJO – CANGKRINGAN. Akses jalan yang menghubungkan obyek wisata bekas rumah Mbah Marijan, menuju Banker bekas Dusun Kaliadem Kepuharjo, Cangkringan, bulan April 2016 ini, sudah dapat dilalui.

Sebelum Erupsi Merapi 2010, ke dua tempat tersebut terhubung oleh jalan yang cukup lebar dan beraspal. Namun di 2010 terputus dan tertutup oleh aliran lahar panas, sehingga sampai awal 2016 yang lalu belum bisa dilalui.
Untuk lebih meningkatkan daya tarik para wisatawan, maka Pemerintah setempat berusaha membuka kembali dan memperbaiki akses jalan yang tertutup. Dengan menggunakan alat berat, akirnya jalan lama yang tertutup material dapat dibuka kembali, sehingga obyek wisata Banker menuju Dusun Kinah rejo mudah dijangkau.
Salah seorang warga Dusun Kinah rejo, mengatakan “ dengan terbukanya jalan tembus ini, diharapkan dapat menambah pemasukan dana untuk kas dusun, karena semakin banyaknya para wisatawan yang datang “.

SMP MUHAMMADIYAH NGEMPLAK DIKUKUHKAN SEBAGAI SEKOLAH SIAGA BENCANA

Dekat dengan sungai Opak, dikukuhkan sebagai SSB.
NGEMPLAK – SLEMAN. Hari Sabtu tanggal 30 April 2016, bertempat di Lapangan sepak Bola Desa Bimomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, SMP Muhammadiyah Ngemplak dikukuhkan sebagai Sekolah Siaga Bencana ( SSB ).
Jarak dengan gunung Merapi sekitar 16 KM dan dekat dengan alur sungai Opak ( berhulu di Merapi ), menjadikan SMP Muhammadiyah Ngemplak sangat rentan terhahadap bencana, baik erupsi Merapi maupun Lahar Hujan. Sehingga BPBD Sleman sangat berkepentingan untuk membina dan meningkatkan mitigasi, sehingga dijadikanlah sekolah tersebut sebagai Sekolah Siaga Bencana.
Adapun tahapan yang dilakukan adalah, mengadakan pelatihan bagi siswa dan guru / staf selama 4 hari, kemudian sehari untuk gladi kotor ( pra simulasi ) dan sehari untuk Gladi Lapang / Simulasi, dan dilanjutkan dengan Pengukuhan. Pengukuhan dilakukan oleh Bupati Sleman, namun karena tidak bisa hadir, diwakili oleh Asisten Bidang Pembangunan Ibu H Suyamsih MPD.

BOYONG SONGSONG KAPANEWONAN CANGKRINGAN YANG KE 3, PASKA ERUPSI MERAPI 2010

Komplek Kantor Kecamatan, Desa, KUA, POLSEK berada di KRB, dipindah tempat yang aman.
CANGKRINGAN – SLEMAN. Hari Rabu tanggal 27 April 2016, bertempat di Lapangan Komplek Kecamatan Cangkringan yang baru, dilangsungkan upacara “ Pengetan Boyong Songsong Kapanewonan yang ke 3 “, paska erupsi Merapi tahun 2010 yang lalu.
Tiga ( 3 ) tahun berlalu, beberapa perkantoran layanan publik Kecamatan Cangkringan menempati komplek yang baru, tadinya berada di zona / daerah KRB ( sangat dekat dengan daerah limpasan aliran lahar panas dan lahar dingin Merapi), dipindahkan ke tempat yang relatif aman.
Adapun agenda peringatan tersebut meliputi beberapa kegiatan, yakni:
1. Malam tirakatan, Yasinan, Tahlilan,
2. Upacara Boyong Songsong,
3. Tabur bunga tempat makam Camat Cangkringan yang telah mendahului,
4. Lomba Kesenian Tradisional Jatilan,
5. Pentas Wayang Kulit dengan dalang ki seno nugroho.
6. Lomba siskampling,
7. Lomba Olah Raga antar Desa.
Untuk Upacara Bendera di ikuti sekitar 600 peserta, dengan berpakaian adat jawa dan memakai bahasa jawa. Peserta meliputi, Staf Kecamatan, Polsek, Koramil, staf 5 Desa, Puskesmas, KUA, Dinas Pendidikan, Sekolah, Komunitas Relawan, Tagana.
Sedang Kesenian Jatilan diadakan pada hari Jum’at tanggal 29 April 2016, dan malamnya di tempat yang sama pementasan Wayang Kulit.
Kepindahan Komplek Kecamatan ke tempat yang baru, pelayanan kepada masyarakat sudah normal kembali, setingkat lebih baik, nyaman, aman, hal ini menandakan paska erupsi 2010, pelayanan publik sudah normal kembali.

Mobil Kijang Terbakar

Mlati-Sleman kejadian kebakaran mobil kijang AB1329FQ di jalan magelang km 5 milik Ibu Nining martiningsih alamat Perum Tiara plemburan sariharjo ngaglik sleman .kronologi kejadian hari minggu tanggal 1 mei 2016 sekitar jam 16.30 wib pemilik mobil kijang bermaksud akan pergi ke tempat saudara di yogjakarta saat melintas di jalan magelang km 5 tiba-tiba di bagian kabin depan terasa suhu panas ,tanpa pinggir panjang pemilik kijang langsung menepikan kendaraan langsung keluar meyelamatkan diri .Terlihat di kabin depan kendaraanya sudah terlihat api berkobar.Warga setempat yang melihat kejadian sepontan langsung berusaha memadamkan api dengan alat seadanya ,tak lama kemudian Pemadam Kebakaran kabupaten sleman tiba di lokasi dan segera memadamkan api yang tersisa sehingga hanya waktu singkat api berhasil di padamkan .Jalan magelang km 5 sempat macet lalu lintas saat proses pemadaman namun setelah proses pemadaman selesai jalan kembali normal.Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa untuk kerugian materi belum di perkirakan .

PERLINDUNGAN DAERAH TANGKAPAN AIR LERENG SELATAN MERAPI

Masyarakat awam secara umum mungkin masih sangat terbatas tentang pemahaman dan kebermanfaatan tangkapan air, wilayah mana saja yang disebut sebagai daerah tangkapan air, dan mengapan harus ada dan mengapa harus diselamatkan? Wilayah tangkapan air untuk Daerah Istimewa Yogyakarta didominasi oleh kabupaten Sleman dan Kulon Progo yang secara geografis memiliki lahan hutan di lereng Merapi sisi selatan. Kawasan ini kaya akan sumer mata air salah satunya adalah Umbul Temanten (terbagi dua,Umbul Lanang dan Umbul Wadon) di hulu Kalikuning dan Bebeng berlokasi di Cangkringan, Mata air Candi di hulu kali Boyong wilayah desa Hargobinangun, Pakem ( dulu dikelola PD Argajasa) dan sumber- sumber mata air yang lain seperti Tuk Cuwo, Tuk Macan, yang menyebar di beberapa kecamatan antara lain Ngemplak ada Umbul Pajangan,Kecamatan Turi bagian Utara, Kecamatan Ngaglik di belakang Balai Desa Sardonoharjo. hampir semua sumber mataair berada di sisi Selatan lereng Merapi meski sebagian masih digunakan oleh masyarakat dan sumber air masih mengalir, tetapi perhatian dan perlindungan terhadap sumber-sumber mata air di Sleman belum maksimal. Kita perlu ingat bahwa dalam sejarah belum pernah masyarakat harus membeli air dari tangki ketika musim kemarau tiba, tetapi aktifitas membeli air menjadi trend setelah pasca erupsi Merapi 2010 dan hal tersebut bisa dijadikan alasan karena kerusakan alam karena erupsi. Kerusakan alam yang tidak kalah bahayanya adalah penambangan liar tambang golongan C semakin mempercepat hilangnya sumber-sumber mata air tersebut. Ingat, Kabupaten Klaten kehilangan mata air setelah sisi Utara wilayahnya dijadikan pertambangan liar galian golongan C yang tidak terkendali dan sanksi yang kurang tegas diikuti belum pahamnya masyarakat tentang pertingnya pelestarian kawasan tangkapan hujan dengan kegiatan penanaman pohon jenis penyimpan air yang ikut berfungsi juga untuk mengurangi resiko bencana kekeringan yang berkepanjangan.
Apa yang harus kita lakukan ?
Dengan kembali mengaktifkan penanaman kembali di kawasan yang kaya sumber air lewat penguatan dan kegiatan yang bersifat mandiri akan sangat membantu mengurangi resiko mengeringnya sumber air sekaligus mengurangi resiko bencana kekeringan. Tentu saja diikuti dengan penegakan peraturan lewat penataan ulang maupun penyempurnaan, penyadaran kepada masyarakat untuk mendukung aktifitas penyelamatan sumber mata air demi kebutuhan jangka panjang.

PENGUATAN KELEMBAGAAN MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN RESIKO BENCANA

Sleman, dengan pengalaman mengalami berbagai bencana yang pernah menimpa wilayahnya Pemerintah kabupaten melalui BPBD selalu membaharui diri dengan melaksanakan penguatan bagi seluruh elemen masyarakatnya agar setiap muncul bencana bisa memperkecil atau mengurangi resiko dari dampak mencana yang muncul. Pengalaman gempa 2006 dan erupsi Merapi 2010 sungguh menjadi guru yang baik bagi seluruh masyarakat Sleman untuk senantiasa menempa diri lewat pelatihan dan Gladi secara berkesinambungan baik secara mandiri maupun melalui pendampingan dari pemerintah. Kegiatan tersebut meliputi Kegiatan Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk desa penyangga di 5 (lima) desa yang meliputi Desa Donokerto, Trimulyo, Pendowoharjo, dan Lumbungrejo yang diagendakan pada bulan Agustus dan September 2016. Penguatan Sekolah Siaga Bencana (SSB) di 4 (empat) Kecamatan yaitu SMPN 2 Berbah, SMPN 1 Kalasan, SMP Muhammadiyah Ngemplak, dan SMAN 2 Ngaglik yang berlangsung mulai bulan April sampai bulan Mei 2016. Kegiatan rapat kooordinasi kebencanaan di 17 Kecamatan yang diagendakan pada bulan Oktober 2016.
Siapa saja yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut ?
Kegiatan penguatan pengurangan resiko bencana kan melibatkan seluruh perangkat desa, BPBD, komunitas Relawan, Komunitas PKK, Karang Taruna, Linmas Tagana, Guru, Karyawan sekolah, Komite sekolah, Siswa, UPT Pelayanan Pendidikan, Pemerintah kecamatan, Linmas. Dengan berbagai materi ; Kajian Resiko (ancaman,kerentanan, dan Kapasitas)Penyusunan Perencanaan (RPB dan RAK), Pengembangan Sistem Peringatan Dini Berbais Masyarakat, Penyusunan Rencana Kontijensi(termasuk rencana Evakuasi) Gladi Penanggulangan Bencana dan Seminar di BPBD Sleman. Sedang kegiatan SSB meliputi ; Kebijakan Penanggulangan Bencana di Sleman, Pemetaan, Pemetaan Kerentanan,Implementasi PRB di Sekolah, Pemetaan Kapasitas, Analisis Resiko, Sistem Peringatan dini di Sekolah dan meteri yang menarik lainnya yang akan didamping narasumber baik dari BPBD Sleman, Yakkum Emergency Unit (YEU), PMI, MDMC, dan dari dinas Dikpora Kabupaten Sleman. Harapan dengan diadakannya penguatan ini masyarakat wilayah Sleman tidak lagi gentar menghadapi ancaman bencana, tetapi justru semakin bijak dan tangguh dalam menyikapi bencana yang kemungkinan muncul setiap waktu, semoga

Pelatihan Dapur Umun Oleh BPBD DIY

Pakem- sleman untuk menambah kapasitas masyarakat di kawasan rawan bencana perlu adanya pelatihan untuk masyarakat umum sehingga setiap saat di butuhkan akan selalu siap berpartisipasi sesuai dengan kemampuan yang di miliki.Di Boyong resto BPBD DIY melaksanakan pelatian dapur umum untuk masyarakat umum yang di ikuti oleh warga desa hargo binangun pakem sleman .Pelatihan di laksanakan pada hari rabu -kamis 13 -14 april 2016 bertempat Boyong resto di jalan turi -pakem .Pelatian ini di titik beratkan pada kemampuan warga untuk bisa menyiapkan makanan siap saji bila terjadi suatau bencana yang berdampak warga setempat harus mengungsi .Dalam pelatian  ini  peserta mendapatkan materi teori maupun praktek sehingga peserta nantinya akan mampu menyiapkan bahan-bahan masak untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.Sehingga dengan adanya relawan yang mempunyai kemampuan maka kebutuhan para pengungsi akan tercukupi untuk makanan .Dalam waktu dua hari peserta di berikan trik dan cara memasak yang efisien waktu ,pemateri praktek dapur umum di sampaikan oleh TAGANA DIY.Dalam praktek masak TAGANA DIY memberikan trik bagaimana cara memasak untuk jumlah pengunsi banyak maupun sedikit dan cara masak yang cepat.Dalam pelatian ini peserta juga mendapat cara memasak paket makanan dari BNPB.Sehingga peserta akan mempunyai kemampuan yang handal bila setiap saat di butuhkan untuk membantu di dapur umum untuk mencukupi kebutuhan para pengungsi .

Antisipasi Angin Kencang

Mlati -Sleman Hujan lebat di sertai angin kencang masih berpotensi di wilayah kabupaten sleman beberapa bulan kedepan sehingga perlu adanya koordinasi pemerintah dan masyarakat  untuk mengurangi resiko pohon tumbang .Sehingga resiko bila terjadi hujan lebat di sertai angin kencang bisa di minimalisir adanya pohon tumbang terutama di pemukiman yang masih adanya pohon besar saat terjadi hujan di sertai  angin kencang.Di kecamatan mlati melakukan kegiatan pemotongan pohon besar ataupun pemotongan ranting yang berpotensi rawan tumbang bila terjadi angin kencang .Kegiatan ini di laksanakan pada hari minggu tanggal 10 april 2016  melibatkan beberapa komponen masyarakat antara lain Sat linmas ,Rescue 328,prb mlati,dan Relawan sendangadi mlati serta di bek ap TRC sleman .Kegiatan ini di sentralkan di beberapa daerah wilayah mlati dengan sasaran perkampungan yang masih banyak pohon yang berpotensi rawan tumbang saat terjadi angin kencang serta memotong dahan-dahan pohon rindang di wilayah mlati .Dengan adanya kegiatan ini di harapakan bila  terjadi  hujan lebat di sertai angin akan mengurangi resiko pohon tumbang sehingga masyarakat yang bermukim di sekitar yang ada tumbuh pohon besar akan lebih nyaman .Dan di harapakan dengan adanya kegiatan ini masyarakat lebih peduli dengan lingkungan dengan selalu memangkas atau memotong pohon di sekitarnya bila sudah mencapi titik rawan bila terjadi hujan lebat di sertai angin .

KOORDINASI PENANGANAN TANAH AMBLES DI SENDOWO SINDUADI MLATI

CfRaBuVUsAEfI_KMLATI, Rabu 6 April  2016 BPBD Sleman dan Dinas SDAM Sleman bersama Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO}  melakukan peninjauan sekaligus koordinasi penanganan amblesnya tanah yang disebabkan ambrolnya talud di dusun Sendowo Sinduadi Mlati Sleman. Ini sebagai tindak lanjut laporan warga yang saat itu juga langsung di assessment oleh TRC BPBD Sleman, atas permintaan warga segera di bantu bronjong untuk mengatasi longsornya talud. Laporan tersebut langsung di tindak lanjuti ke SDAEM Sleman dan BBWSO selaku pengampu wilayah sungai.

Dari data yang masuk,  Lokasi kejadian tanah ambles di dusun Sendowo RT 10 RW 56 Sinduadi Mlati Sleman. Ukuran talud yang rawan dan sebagian mulai retak Panjang 30 meter  Lebar 3 meter dan Tinggi 6 meter. Kondisi terakhir tanah dan jalan  sepanjang 20 meter di dekat  sekitar talud sudah ambles sedalam ± 20 centi meter. Adapun warga dan bangunan fisik terdampak 5 rumah 6 Kepala Keluarga dengan total jumlah jiwa 23, BPBD Sleman mengarahkan agar warga terdampak mengungsi ke Balai Dusun Warga dan rumah keluarga yang aman.

Dari Komunitas Relawan Rescue 328 atas support dari BPBD Sleman telah mendirikan Posko Mandiri, Sementara tindakan darurat saat itu BPBD Sleman memberikan bantuan dua lembar terpal untuk menutup retakan aagar terhindar dari genangan air hujan, dan pada hari ini BPBD Sleman memberikan bantuan berupa angkong 2 unit, skop 10 buah , senggrong 10 buah, 1000 lembar karung bagor, di samping beberapa tumpukan bronjong dari SDAEM Sleman.

Dari hasil rapat koordinasi tadi siang, penanganan bersama akan di lakukan pada hari Minggu 10 April, namun informasi terkini yang berhasil kami himpun bahwa pada besuk hari sebagian warga di bantu relawan akan mengawali  kegiatan dengan mengisi karung bagor dengan pasir terlebih dahulu.(den)