KUNJUNGAN KEPALA SEKSI LOGISTIK BNPB KE GUDANG PAKEM

POSKO UTAMA, Kamis 30 Juli 2015 Seksi Logistik dan Penanganan Pengungsi kedatangan tamu dari Kepala Seksi Logistik BNPB, Ibu Shinta beserta staf dan Kepala Seksi Logistik BPBD DIY, Bapak Agus beserta staf di terima langsung oleh Bp Dwi Harjanto SE selaku KaSie Log dan PP beserta staf di gudang induk BPBD Sleman di Pakem.

Menurut keteranganya kunjungan ini rutin diadakan ke setiap BPBD Kabupaten/Kota untuk mengecek langsung secara fisik maupun administratif  kondisi terkini dan ketersediaan logistik di gudang di tiap tiap BPBD, demi kesiapsiagaan logistik dalam menghadapi bencana jika sewaktu waktu terjadi. Beliau berharap adanya laporan berkala tentang ketersediaan logistik BPBD Sleman ke pusat yang bisa disampaikan melalui surat elektronik. Dengan harapan pusat bisa memantau daerah dan jika sewaktu waktu kekurangan stok BNPB bisa segera menindaklanjuti dengan mengirim logistik ke daerah.

Sebagaimana diketahui, sumber logistik BPBD Sleman selain pengadaan sendiri juga berasal dari BNPB dan BPBD DIY, yang kemudian disalurkan kepada korban bencana maupun untuk giat antisipasi bencana. Dan di  saat ini Sleman tengah menghadapi bencana kekeringan di sebagian wilayah khususnya Prambanan.

Menurut Dwi Harjanto, stok opname gudang Pakem secara rutin selalu di lakukan setiap akhir bulan sekaligus cek kadaluarsa logistik  pangan, hal ini sangat ditekankan agar kondisi riil logistik BPBD Sleman selalu terpantau jika sewaktu waktu dibutuhkan dan merupakan dasar untuk pembelanjaan berikutnya agar stok dalam kondisi aman. (den)

RAPAT MONITORING PENGELOLAAN BARAK PENGUNGSIAN

POSKO UTAMA, Kamis, 30 Juli 2015 bertempat di ruang rapat lantai 2 diselenggarakan rapat monitoring pengelolaan barak pengungsian yang dihadiri oleh semua Kepala Desa dimana barak itu berada, KaLak BPBD Sleman, KaBid beserta staf Kedaruratan Logistik dan staf Bidang Rehab Rekon BPBD Sleman.

Rapat ini di buka oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, bapak Makwan STP MT. Dalam sambutannya beliau mengharapkan agar semua barak pengungsian terjaga kesiapan fisik, fasilitas, keamanan dan kebersihannya.

Sebagaimana diketahui Sleman saat ini mempunyai 11 barak pengungsian di desa-desa sebagai berikut; desa Wonokerto Turi, desa Girikerto Turi, desa Umbulharjo Cangkringan desa Kepuharjo Cangkringan, desa Glagaharjo Cangkringan, desa Wukirsari Cangkringan, desa Argomulyo Cangkringan, desa Sindumartani Kalasan, desa Tirtomartani Kalasan, desa Pondokrejo Tempel, semua barak tersebut di bangun khususnya untuk menampung warga jika Merapi erupsi.

Pengelolaan dan perawatan barak pengungsian telah diserahkan ke desa-desa terkait maka BPBD Sleman berkewajiban monitoring sejauh mana sampai saat ini kondisi barak-barak pengungsian tersebut berada. Selain fungsi pokok sebagai barak pengungsian ketika terjadi bencana maupun kegiatan kebencanaan, BPBD Sleman mengijinkan boleh dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan olah raga dengan sepengetahuan petugas barak dan aparat setempat.

Beberapa waktu ini di beberapa barak pengungsian ditemukan aksi vandalisme dengan mencoret tembok barak pengungsian, diharapkan petugas segera melaporkan untuk segera ditindaklanjuti, dan aparat setempat di mohon untuk sosialisasi kepada warga setempat agar merasa memiliki sehingga keindahan, kebersihan barak terjaga, sebagaimana terjadi di barak Wukirsari, terjadi aksi vandalisme yang kemudian dilaporkan petugas, staf BPBD langsung menindaklanjuti dengan mengecat menutup coretan tersebut .

Selain pemeliharaan rutin beberapa waktu lalu BPBD Sleman juga telah memberikan paket peralatan kebersihan kepada masing masing barak pengungsian. Dalam rapat kali ini BPBD Sleman juga memberikan bantuan alat operasional barak pengungsian berupa celemek dan jas hujan masing masing 17 potong. (den)

 

MUSIM KEMARAU

       Para warga petani Kalasan tepatnya di Desa selomartani mengeluhkah panen padi yang kedua di Tahun 2015 ini menurun dibandingkan panen padi Tahun lalu.

       Akibat tidak adanya hujan di Bulan juni dan Juli di wilayah Selomartani dan di wilayah Cangkringan.mengakibatkan kurangnya kebutuhan air untuk irigasi pertanian warga. seharusnya tanaman padi  petani pada saat hamil muda dan kematak(bunga dan bakal buah padi keluar untuk penyerbukan) sangat membutuhkan air.

      Karena tdak adanya hujan mengakibatkan debit air sungai mengalami penurunan.menjadikan tanaman padi warga mengalami kekurangan air, yang berdampak menurunya hasil panen petani.menurunnya hasil padi para petani tiadak hanya di akibatkan kemarau, juga di akibatkan adanya hama teklok/terserangnya hama pada batang padi yang langsung mengering.sehinga pengisian butiran padi tiadk bisa maksimal.

KEBAKARAN TUMPUKAN KAYU BEKAS

Kejadian Kebakaran tumpukan kayu bakar di besole trihanggo gamping sleman yogjakarta ,kebakaran terjadi hari rabu tgl 29 juli 2015 kurang lebih jam 16 00 wib .Kronologi ada orang membakar sampah di sekitar tumpukan kayu bekas dekat rumah penduduk besole , tak taunya api merambat ke tumpukan kayu milik warga setempat kebetulan pemilik tidak ada di rumah .melihat kejadian itu warga segera menghubungi pemadam kebakaran kabupaten sleman dan  kota yogyakarta .Beberapa saat kemudian tim pemadam kebakaran tiba di tempat dan dengan sigap tim berusaha  memadamkan api,sekitar 30 menit api dapat di padamkan.Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa .

RELAWAN RDS SEYEGAN MENERIMA BANTUAN PERALATAN KERJA BAKTI

Rabu, 29 Juli 2015 BPBD Sleman Seksi Logistik dan Penanganan Pengungsi kembali memberikan bantuan peralatan kerja bakti kepada salah satu komunitas relawan Sleman, kali ini bantuan tersebut di serahkan kepada komunitas RDS ( Relawan Dusun Siaga ) dari dusun Barak I Desa Margoluwih Kecamatan Seyegan, Sleman. Relawan RDS beranggotakan 60 orang warga desa Margoluwih dan kurang lebih 70 orang  berasal dari sekitar kecamatan Seyegan.

Bantuan peralatan kerja bakti berikut lampiran Berita Acara Serah Terima Barang Bantuan (BAST) tersebut diserahkah Kepala Seksi Logistik dan Penanganan Pengungsi kepada Bapak Sirmanto beserta empat rekannya  selaku  perwakilan relawan RDS di Posko Utama Pakem. Satu paket bantuan peralatan kerja bakti tersebut terdiri dari : Angkong 1 ( satu ) unit, Cangkul,Skop, Senggrong masing masing 3 buah.

Menurut Sirmanto, selama ini kegiatan relawan RDS dalam membantu penanggulangan bencana dengan peralatan mandiri dengan meminjam peralatan kepada anggota yang mempunyai. Sirmanto menambahkan atas nama RDS mengucapkan banyak terima kasih kepada BPBD Sleman atas pemberian bantuan peralatan ini, diharap menjadi  penambah semangat anggota RDS dalam menjalankan tugas kemanusiaanya ke depan.

Bantuan tersebut diberikan atas dasar permohonan relawan RDS atas sepengetahuan aparat setempat kepada BPBD Sleman dan segera direalisasikan oleh Seksi Logistik. Diharapkan peralatan tersebut digunakan relawan RDS untuk membantu dalam setiap penanganan kejadian bencana sebagai wujud parstisipasi aktif relawan dalam membantu penanggulangan bencana khususnya di wilayah setempat dan Sleman pada umumnya. (den)

SUNGAI GENDOL DISULAP MENJADI ARENA OFF ROOD MOBIL JEEP

SINDUMARTANI – NGEMPLAK. Adalah sungai Gendol yang berhulu di Merapi, tepatnya di timur dusun Tambakan Bimomartani dan barat dusun Kejambon Desa Sindumartani, Ngemplak Sleman. Sungai dengan lebar sekitar 100 M oleh warga disulap menjadi arena off rood mobil jeep.
Sungai di tempat tsb terdapat 2 Jembatan, berada mepet di sisi barat dan timur, ketika terjadi aliran lahar hujan / banjir, aliran selalu melintas di atas jembatan, sehingga mengganggu pengguna jalan. Oleh Pemerintah sekarang sudah dibuatkan dua jembatan yang lebih baik, dengan jalan yang representatif baik, di kanan-kiri jalan oleh warga dibuat kios-kios untuk pertokoan.
Di utara dan selatan jembatan, terdapat lubang-lubang menganga bekas galian penambangan material, kemudian oleh warga, tempat tersebut disulap menjadi arena balap mobil jeep / off rood. Seperti pada hari Sabtu dan Minggu ( 25 – 26 Juli 2015 ) diadakan balap mobil jeep dengan jumlah peserta sekitar 80, sehigga tempat tersebut ramai dipadati warga yag menonton.
Salah seorang warga yang menonton diminta komentarnya, mengatakan “ Wah senang mas di Kali Gendol ada tontonan gratis, yang jarang kita lihat, kecuali di TV, ternyata kali yang ketika banjir menghawatirkan bisa disulap menjadi tempat rekreasi, mbok Pemerintah gentian menciptakan di tempat lain, ten kali Opak nopo pundi ( di sungai Opak atau dimana? ), begitu pungkasnya.

BANTUAN LOGISTIK UNTUK KEGIATAN RELOKASI WARGA NGLENGKONG SAMBIREJO PRAMBANAN

Senin, 27 Juli 2015,  Seksi Logistik dan Penanganan Pengungsi memberikan bantuan logistik pangan ke dusun Ngengkong, Sambirejo, Prambanan, guna mendukung rencana pekerjaan relokasi warga terdampak longsoran di wilayah tersebut. Bantuan tersebut berupa berupa 15 (lima belas paket pangan) dari gudang induk Pakem.

Bantuan  diterima langsung oleh Bapak Ahmadi selaku kepala dusun Nglengkong, Sambirejo Prambanan yang  diserahkan  oleh Kepala Seksi Logistik dan Penanganan Pengungsi BPBD Sleman, Dwi Harjanto SE. Dalam arahan singkat beliau berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk mendukung ketersediaan logistik  pangan dalam rangka kerja bakti kegiatan relokasi warga terdampak.

Rencana relokasi tersebut akan memindahkan sejulmah 6(enam) kepala keluarga  yang  terdampak longsoran tebing bukit di wilayah warga Nglengkong, Sambirejo, Prambanan ke titik yang lebih  aman masih dalam wilayah tersebut. Relokasi akan dimulai pada akhir bulan Juli 2015,  saat ini baru dalam tahapan suplai material.

Dalam keteranganya Bapak Ahmadi selaku Kepala dusun memperkirakan karena pekerjaan yang cukup banyak dalam pekerjaan  ini memohon kepada BPBD Sleman untuk memberikan bantuan berupa tenaga dari komunitas peduli bencana atau relawan yang bersedia membantu pekerjaan relokasi ini. Permintaan  ini disampaikan langsung Kepala Dusun setempat kepada bapak Dwi Harjanto dan  akan segera disampaikan kepada Bidang  maupun Seksi terkait  untuk segera ditindaklanjuti. (den)

KONDISI TERKINI SELATAN MERAPI, TIMUR SUNGAI GENDOL PASKA 5 TAHUN ERUPSI DAHSAT

2010 Erupsi besar, luluh lantak rata dengan tanah, tak ada yang hidup di sana, 5 tahun sudah berlalu.
GLAGAHARJO – CANGKRINGAN . Erupsi Merapi 2010 merusak hampir semua aset yang ada, hutan, kebun, pepohonan, tanaman pangan dan pemukiman luluh lantak rata dengan tanah. Di antaranya menimpa sisi tenggara, meliputi wilayah Desa Glagaharjo dan Balerante, 5 tahun erupsi berlalu, semua sudah berubah, kusus di beberapa dusun paling utara, tanda-tanda bekas erupsi dahsat hampir tidak nampak.
Kawasan tersebut berada di timur sungai Gendol, meliputi dusun Kali tengah Lor, Kidul, Srunen dan dusun wilayah Klaten meliputi dusun Sambung rejo, Ngaglik, Gondang Brante.
Tempat-tempat yang sekarang tumbuh subur tanaman, pepohonan diantaranya:
1.Lereng Bukit Kendil, sudah terpantau hijau, karena pepohonan tumbuh subur disamping rumput-rumputan sudah hijau.
2.Hutan di sekitar Tuk Bebeng / Goa Jepang / Ndolo, padat dengan pohon Sogo dengan ketinggian 5 sampai 15 meter.
3.Hutan garapan warga / sekitar Gardu Pandang Glagah sari, pohon Sogo tumbuh tinggi, tanamam pangan warga seperti Tales, Ketela, Pohon pisang dll, hidup subur.
4.Alas tutupan di utara dusun Sambung rejo, Ngaglik dan Gondang brante, padat dengan tanaman keras yang tumbuh dengan sendiri, sehingga keberadaannya tidak beraturan, menjadikan di beberapa tempat sulit untuk dilalui.
5.Lahan-lahan garapan warga, yang ketika erupsi 2010 hanya terkena awan panas / abu, sekarang menjadi subur, oleh pemilik dimanfaatkan, dengan ditanami tanaman pangan seperti, Cabai, Tales, Tomat, Tembakau, kobis, dll.
Tempat-tempat tersebut kebetulan berada di Zona Kawasan Rawan Bencana, yang tidak boleh dijadikan pemukiman permanen. Apalagi struktur Merapi sekarang runtuhan puncak ( jw growah ), mengarah ke daerah-daerah tersebut, sehingga sangat berbahaya apabila terjadi letusan kembali.
Bagi para pengunjung / wisatawan yang berada di tempat tersebut, rasa-rasanya mungkin tak mengira kalau tempat tersebut 5 tahun yang lalu rata dengan tanah, akibat keganasan Gunung Merapi. Untuk itu siapapun yang beraktifitas di daerah tersebut mestinya sadar betul, terhadap bahaya yang sewaktu-waktu mengancam jiwanya, membekali diri dengan kesiap siagaan yang penuh, bahkan tempat yang lebih aman dan nyaman mestinya menjadi pilihannya.

EVALUASI PELATIHAN PELAKSANAAN PENGELOLA BARAK PENGUNGSIAN TAHUN 2015

Selasa, 28 Juli 2015 bertempat di ruang rapat POSKO UTAMA lantai 2 diselenggarakan rapat evaluasi pelatihan pelaksanaan pengelola barak pengungsian desa Argomulyo Cangkringan dan desa Tirtomartani Kalasan dan dihadiri olen instani terkait yaitu Dinas Kesehatan, PMI Sleman, POLRES Sleman dan BPBD Sleman selaku penyelenggara.

Acara tersebut di buka oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Bapak Makwan STP.MT. Dalam sambutannya beliau mengatakan secara umum pelaksanaan pelatihan pengelolaan barak telah berjalan dengan baik namun disisi lain tentunya masih banyak hal hal maupun tahapan yang harus disempurnakan dan diharapkan akan lebih siap lagi jika nanti menghadapi kejadian bencana yang sesungguhnya.

Dari evaluasi ini masih banyak kekurangan diantaranya form yang belum didisi sempurna, form kebutuhan dasar pengungsi, form unit penanganan medis, form pengamanan dan transportasi, berdasarkan hal tersebut kiranya perlu diadakan pelatihan singkat pengisian khusus form-form tersebut. Selain itu ada  materi yang terlalu banyak dan praktek yang minim, PAM dan transportasi yang tidak tahu tugas pokoknya di sekitar barak, peserta pad awalnya  masih bingung tentang apa yang harus dikerjakan dan sebagainya.

Namun di sisi lain peran serta Kepala Desa dan Kepala Dusun yang cukup baik dalam memberikan perintah kepada warganya, kesiapan dan kecepatanya unit dapur umum dalam menyajikan makanan bagi pengungsi dan sebagainya.

“Evaluasi ini diharapkan akan menjadikan lebih baik lagi dalam menghadapi pelatihan serupa mendatang, dan diharapkan materi materi khusus akan lebih disempurnakan sesuai instansi masing masing, kedepan akan meningkatkan kesiapsiagaan khususnya di logistik dan barak pengungsian Sleman dalam menghadapi bencana” tutur  Dwi Harjanto SE selaku Kepala Seksi Logistik dan Penanganan Pengungsi.(den)

 

 

JULI 2015, SEBAGIAN TANAH PERTANIAN DI CANGKRINGAN DAN NGEMPLAK SUDAH KESULITAN AIR

Menurut BMKG puncak Musim Kemarau 2015 terjadi di bulan September, namun di bulan Juli para petani di Cangkringan dan Ngemplak, sudah mulai kesulitan air untuk irigasi.
CANGKRINGAN – Para petani di Kecamatan Cangkringan dan Ngemplak, kususnya penanam padi, di bulan Juli 2015 ini, sebagian diantaranya sudah kesulitan mencari air yang cukup untuk mengairi sawahnya. Mengakibatkan tanaman padi tidak subur, bahkan menguning / lanas (ada yang mati ), sehingga panenan musim ini diperkirakan mengalami penurunan.
Mayoritas sumber air yang diambil para petani, kususnya di Kecamatan Cangkringan dan Ngemplak adalah sungai Kuning, Tepus, Opak, Soko, Gendol, Sliling. Sungai-sungai tersebut sekarang debit airnya sangat kecil, sehingga tidak mencukupi kebutuhan para petani, diperparah dengan matinya sumber-sumber mata air yang ada.
Seperti yang berada di sebagian Argomulyo, di sekitar Desa Sindumartani, Bimomartani, Widodomartani dll, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah penyebab yang menjadikan debit di sungai-sungai tsb menjadi sangat kecil ( padahal musim kemarau diperkirakan masih panjang ). Apakah dampak Erupsi 2010, apakah karena dampak penambangan material di Cangkringan sisi utara yang meluas, atau karena hal lain?
Harapannya semoga musim kemarau yang diprediksi panjang, doa kita tidak demikian, semoga cepat ada turun hujan yang cukup, sehingga kebutuhan air bisa tercukupi. Amin