HUJAN DISERTAI ANGIN MENGAKIBATKAN BANYAK POHON YANG TUMBANG

Hujan disertai angin di daerah prambanan hari selasa tanggal 03 Maret 2015 mengakibatkan banyak pohon yang tumbang, diantara nya di daerah Klumprit II Rt 02 Wukirharjo Prambanan Sleman  pohon tumbang menimpa rumahnya bapak Pawirorejo, kandang ternak bapak  Tukiman, rumah bapak Muchani Rt 04. Saat di konfirmasi kejadian tersebut terjadi siang hari sekitar jam 13.00 wib. Setelah kejadian tersebut warga masyarakat secara bergotong royong menyingkirkan ranting-ranting pohon yang tumbang serta membenai sebagian genteng yang rusak akibat kena pohon yang tumbang. Kerugian material berupa genteng yang pecah serta kayu usuk dan reng. Di dusun Klumprit I wukirharjo Prambanan akibat angin di serati hujan kemarin ada beberapa tiang listrik yang patah namun tidak menimbulkan korban, namun kalau tidak segera di perbaiki akan membahayakan pengguna jalan.

Ditempat terpisah juga terjadi pohon tumbang menimpa teras rumah bapak nawaji di dusun Umbulsari A serta teras Rumah bapak Tukino di umbulsari B sumberharjo prambanan Sleman. Di dusun Umbulsari ada beberapa titik pohon yang tumbang mengenai rumah dan mengakibatkan kerusakan ringan.

disusun oleh : triyanto

HARGA PASIR MERAPI MELAMBUNG SEBAGIAN PENAMBANG NEKAT “GRESEK-GRESEK DI TANGGUL, EKSPLOITASI LAHAN PEKARANGAN”

Stok Pasir menipis, permintaan meningkat menyebabkan harga naik, sebagian Penambang mengesampingkan faktor keamanan.

CANGKRINGAN. Erupsi Merapi 2010 pada awalnya menjadikan tumpukan material melimpah, namun dengan berjalannya waktu, material di Cangkringan sekarang sudah menipis dan tinggal beberapa tempat yang masih tersedia cukup. Hal ini mengakibatkan harga semakin melambung yang berdampak penambangan semakin memprihatinkan ( ekploitasi lahan pekarangan, membahayakan tanggul, perlintasan / jembatan ).
Hukum ekonomi Pasar berlaku, dimana bila Permintaan tinggi sedang persediaan menipis maka menyebabkan kenaikan harga dan pencarian barang yang tidak wajar. Hal ini sudah terjadi di penambangan material pasir Merapi, kususnya di Kecamatan Cangkringan, 2011 harga satu Truk Rp. 70.000 sampai Rp. 100.000 dan di 2015 ini naik 500 % sampai 750 %. Tumpukan material tinggal berada di sektor utara ( hulu ) dan di hilir bisa dikatakan sudah habis, sedang permintaan masih tinggi.
Ini menyebabkan para penambang semakin sulit untuk mendapatkan material pasir, kususnya di sisi selatan (hilir), kadang para penambang berebut sesama temannya untuk mendapatkan pasir, ironisnya ada sebagian Penambang Manual di beberapa lokasi yang mengambil material pasir di tempat yang dilarang. Seperti yang terjadi di Bantaran Sungai Gendol tepatnya di timur Dusun Jetis Argomulyo Cangkringan, Penambang manual sudah kesulitan mencari pasir di tengah sungai, karena harga tinggi akirnya nekat ambil pasir dekat tanggul / bahkan mengambil pasir yang tambahan untuk mempertebal dan meninggikan tanggul paska 2010. Penambang di sekitar Jembatan Penyeberangan Bronggang, mulai menggogosi di selatan jalan Penyeberangan, padahal tumpukan itu sebagai penyangga jalan, Penambangan di lahan Pekarangan warga di sekitar eks Dusun Kali Adem, Petung, dll hingga menjadi kubangan-kubangan yang dalam, dan tempat-tempat lainnya.
Peristiwa di atas terpantau di beberapa hari yang lalu di lapangan, dan sudah dilaporkan ke Desa dan instansi lain, namun sampai dengan berita ini di tulis beberapa aktivitas penambangan tersebut masih berlanjut.
“ Kok Pak ……. kae nekat ndusiri tanggul to, karo Pemerintah di duwurke malah sak iki di jipuki, nek ono banjir gede rak yo mbebayani ( Kok Pak ….. itu nekat ambil di tanggul to, oleh Pemerintah ditambah ditinggikan, sekarang kok malah diambil, kalau ada banjir besar kan berbahaya ), gerutu Bu Jumiyem warga Dusun Karanglo, Argomulyo, Cangkringan.

JALUR EVAKUASI DI CANGKRINGAN DAN NGEMPLAK YANG MASIH RUSAK (AKIR FEBRUARI 2015 )

Jalan sempit, aspal tipis, Armada Truk bermuatan melebihi Tonase, jalan menjadi rusak.

CANGKRINGAN-NGEMPLAK. Sebagian besar Jalur Evakuasi di Cangkringan maupun Kecamatan Ngemplak sudah beraspal halus dan lebar, tinggal beberapa titik yang masih rusak.
Jalur Utama sisi Utara baik Desa Umbulharjo, Kepuharjo maupun Glagaharjo, rata-rata sudah beraspal halus dan sedikit ada pelebaran, tinggal pemeliharaan dan pengamanan agar jalan tidak rusak. Jalur yang masih rusak tinggal beberapa titik, diantaranya:
Di Wilayah Cangkringan:
1.Jalan Dusun Besalen Desa Glagaharjo ke timur sampai Pertigaan Utara Pasar Butuh ( melewati Balai Desa Glagaharjo ), Aspal sebagian besar hilang ( Nglothok }, satu dua armada Truk masih lewat,
2.Depan Balai Desa Argomulyo lama ke timur sampai Barak Gayam, jalan rusak, aspal rusak, jalan sempit, jalan berlubang-lubang, Armada Truk jarang lewat.
Di Wilayah Ngemplak:
1.Jalan dari Dusun Banjarharjo Desa Bimomartani Ngemplak ke barat sampai Pertigaan Dusun Ngemplak Desa Umbulmartani Ngemplak, jalan sepanjang sekitar 2 KM rusak parah, jalan sempit, aspal rusak, jalan berlubang, Pengguna jalan cukup padat, Armada Truk material dari sekitar Sungai Boyong lewat jalan ini, sering terjadi kecelakaan.
Demikian Kondisi Jalur Evakuasi sampai akir Februari 2015, baik yang ada di Kecamatan Cangkringan maupun Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, D I Y.

TEMPAT WISATA DI CANGKRINGAN PASKA ERUPSI MERAPI 2010

Paska erupsi Merapi 2010 bermunculan beberapa tempat wisata di Cangkringan.

CANGKRINGAN. Tempat-tempat Wisata di Kecamatan Cangkringan tersebar di beberapa Desa, bahkan bermunculan tempat baru yang banyak dikunjungi para Wisatawan baik Domestik maupun Manca Negara.
Lima tahun yang lalu Merapi meletus dengan dahsyat hingga membawa korban yang banyak, dan merusak beberapa Dusun. Beberapa Dusun tidak layak dijadikan Pemukiman dan masuk Kawasan Rawan Bencana, namun dengan berjalannya waktu ada beberapa tempat yang dikelola oleh warga dijadikan tempat Wisata, terkenal dengan “ lava tour “.
Beberapa tempat Wisata tersebut dapat dijangkau dengan kendaraan Gardan Tinggi, bahkan oleh warga disediakan Armada Jeep dan Trail sebagai transportasi yang cukup mengasikkan, dengan biaya sewa yang terjangkau. Tempat Wisata tersebut meliputi:
1.Patilasan Mbah Marijan, terletak di Eks Dusun Kinah Rejo Desa Umbulharjo paling utara, Obyek yang tersedia adalah Komplek Rumah Mbah Marijan Juru Kunci Gunung Merapi yang menjadi korban keganasan Gunung Merapi,
2.Labuhan Gunung Merapi, Wisata Adat dilakukan setahun Sekali, Proses acara Adat dilakukan di Dusun Kinah Rejo menuju Bangsal Sri Manganti (naik geligir Merapi ),
3.Kali Kuning, Tebing-tebing yang curam nan hijau berada di bantaran Sungai Kuning, terletak di sekitar Dusun Panguk Rejo Umbulharjo,
4.Dusun Petung, terdapat rumah warga yang menyimpan barang-barang / benda-benda bekas Erupsi Merapi 2010, seperti Kerangka tulang hewan yang terbakar, Kerangka Sepeda Motor yang terbakar, Peralatan Dapur, Perabot Rumah dll,
5.Watu Gede, terletak di Jembatan Bronggang, merupakan Batu Besar karena terseret Lahar Panas 2010, diabadikan untuk mengingatkan Peristiwa Dahsyat di 2010,
6.Batu Alien, terletak di eks Dusun Jambu Desa Kepuharjo, Wisata dengan Batu besar berwarna aneh yang terseret Lahar Panas 2010,
7.Glagah Sari, terletak di utara Dusun Kali Tengah Lor Glagaharjo, merupakan Wisata alam dengan Gardu Pandang, pemandangan alam yang indah menuju Gua Jepang Mbebeng, disamping Gunung Kendil yang indah,
8.Banker, merupakan Bangunan di bawah tanah sebagai tempat berlindung yang di 2006 memakan 2 korban, terletak di utara eks Dusun Kali Adem Kepuharjo, bekas-bekas Erupsi Merapi 2010 masih nampak jelas, melihat ke selatan Kota Jogja nampak , apalagi di malam hari Panorama kota jogja nampak indah sekali, di samping sisi utara Merapi berdiri dengan gagahnya.
9.Dan tempat-tempat lain yang ada di Huntap-huntap yang ada di Cangkringan.

JALUR TAMBANG MERAPI MEMAKAN KORBAN ( SOPIR SALAH PERHITUNGAN )

Tidak kuat menghentikan laju truk dengan badan, sopir meninggal terpepet bodi kendaraan.

CANGKRINGAN. Armada Truk sarat dengan muatan pasir Merapi, berada di jalur tambang Kecamatan Cangkringan, tepatnya di timur bekas Dusun Kepuh, Desa Kepuharjo menjadikan sopirnya sendiri meninggal dunia karena terpepet dengan armada yang ada di depannya.
Peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu pagi tanggal 25 Februari 2015, kronologi kejadiannya, jalur tambang Dusun Kepuh agak menurun, dua armada Truk yang berasal dari satu daerah, sama-sama berjalan dengan jarak tidak jauh, keduanya memuat pasir sama-sama menghadap ke selatan. Sesaat kemudian Truk yang depan berhenti karena ada batu yang terjepit di ban belakang. Sopir Truk yang ada di belakang melihat temannya kesulitan menghilangkan batu yang terjepit di ban, kemudian turun maunya ikut membantu, dalam posisi berhenti dengan Hen Rem dan mesin masih hidup. Ketika sampai di depan Kabin Truk (belakang) berjalan sendiri, kebetulan Ban tidak diganjal, seketika itu sopir langsung menahan laju truk tersebut dengan menahannya pakai tangan persis di depan Kabin, naas bagi sopir, Truk tetap berjalan dan dia tidak sempat menyelamatkan diri akirnya terpepet dengan Tepong Truk yang ada di depannya dan sopir meninggal dunia.
Korban meninggal dunia atas nama M Ali Yasin terlahir 28-07-1986, alamat Sambon RT 04 RW 01, Banyudono, Boyolali, Jateng, Armada Truk yang dikemudikan Jenis Mitsubisi Baru NO POL AD 1927 ED, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit dan ke dua Armada Truk dibawa ke Polsek Cangkringan.

GELIAT PAGI DI PASAR MBUTUH GLAGAHRJO CANGKRINGAN

Pasar Nbutuh sebagai pusat Perekonomian Warga Lereng Merapi sisi Selatan.
CANGKRINGAN. Pasar Mbutuh terletak di Dusun Banjar sari, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman mulai aktivitas jual beli jam 3.30 pagi hari, kususnya jual beli Kulakan dan setoran dari Petani.
Satu-satunya Pasar yang eksis di Kecamatan Cangkringan adalah Pasar Mbutuh, berada di selatan Gunung Merapi sekitar 13 KM, berbatasan dengan Desa Tegalurung, Manisrenggo, Kabupaten Klaten, merupakan jantung Perekonomian warga kususnya Dusun yang berada di Lereng Merapi. Hasil Bumi/Kebun Warga seperti pisang, ketela, tales, kelapa, gula kelapa, beraneka buah-buahan, sayur-sayuran, ayam, enthok, kayu bakar, dijual dan ada yang barter dengan sembako untuk kebutuhan sehari-hari.
Selepas Erupsi 2010, aktivitas di pasar tersebut berkembang pesat, di antaranya dijadikan perkulakan bagi pedagang-pedagang baik Pedagang Keliling maupun Pedagang Warungan, aktivitas Pasar dimulai Pagi-pagi Buta sekitar jam3.30 pagi dan berakir sekitar jam 10.30, berlangsung setiap hari.
Beberapa Produk makanan masih banyak disuplai dari luar daerah khususnya Muntilan, ironisnya termasuk jenis makanan tradisional, misal Lemed, Apem, Lemper Jagung, Nogosari, Coro dll padahal masarakat setempat bisa membuatnya. Masarakat setempat kususnya Lereng Merapi punya kesempatan luas untuk berbuat dalam rangka meningkatkan ekonominya, sehingga perlu perhatian serius dari Pemerintah, misalnya Sosialisasi, Pembinaan/Pelatihan, Pendampingan, dll.

DUA HARI INI ( 14-15/02/2015 ) SLEMAN KEMBALI DILANDA PUTING BELIUNG

Hujan disertai Petir dan Angin kencang hingga merobohkan beberapa pohon dan genting, asbes, seng beterbangan.
CANGKRINGAN. Hari Sabtu dan Ahad tanggal 14 dan 15 Februari 2015 selepas pukul 16.00 WB, di beberapa Daerah di Kabupaten Sleman terjadi hujan disertai Petir dan angin kencang, yang berakibat beberapa pohon tumbang dan genting, seng, asbes beterbangan hingga mengakibatkan kerusakan.
Pagi hari sampai siang cuaca panas terik, tiba-tiba di sore hari berubah cepat menjadi mendung pekat dan akirnya terjadi hujan cukup lebat, tetapi cukup singkat karena disertai dengan angin kencang. Ini terjadi pada hari Sabtunya hingga di beberapa Daerah terajadi Angin Puting Beliung, diantaranya, di Desa Maguwoharjo, Kec. Depok rumah Bp Bambang ( Seiko ) lantai 2 sebanyak 12 asbes terbang dan hancur, di Desa Tamanan, Kalasan Pohon tumbang melintang di jalan, di Dusun Jiwan, Argomulyo, Cangkringan beberapa pohon tumbang melintang di jalan dan menimpa rumah warga. Di hari Ahad sekitar pukul 16.30 terjadi hujan tidak begitu ekstrim namun disertai dengan angin kencang di Kecamatan Seyegan, diantaranya di Desa Margodadi beberapa pohon tumbang dengan diameter bervariasi melintang di jalan bahkan menimpa rumah Penduduk. Beberapa rumah rusak baik rusak ringan maupun sedang, SAR BPBD Sleman, warga dan beberapa komunitas bau-membau bersama-sama bergotong-royong membersihkan, menebang pohon yang tumbang, namun karena gelapnya malam kerja bakti dilanjutkan esok harinya.

Waspai angin kencang di musim penghujan

Nasib naas diterima Ranto (24) warga Gombong Kebumen yang kost di Banaran, Sumberadi, Sleman, ketika perjalanan pulang kerja melintas di jalan Gito-Gati tiba-tiba pohon akasia perindang jalan roboh, pohon dengan diameter 40 cm ini menimpa korban dan menyebabkan kedua tanganya patah tulang dan di larikan di RS.Panti Rapih.

Angin kencang di sertai hujan juga mengakibatkan beberapa pohon tumbang di daerah Sleman. Di daerah Sayegan beberapa pohon tumbang melintang di jalan dan menimpa rumah di Dusun Grorol, Margodadi Sayegan, Bantulan Margokaton. dan Daplokan.

Pohon tumbang Melintang di jalan juga terjadi di Maguwoharjo. Depok. Argomulyo, Cangkringan dan jongke , Sendangadi Mlati. Untuk itu berhati-hatilah ketika melintas di jalan yang berpohon rindang.

 

 

PENAMBANGAN PASIR YANG BERLEBIHAN DI CANGKRINGAN UTARA APAKAH BERDAMPAK PADA SUMBER MATA AIR?

Penambang pasir di lahan warga dan di sungai Gendol, Opak Cangkringan sisi utara meluas.
CANGKRINGAN. Pengambilan material Merapi baik pasir, batu, kerikil, banthak yang dilakukan secara manual maupun dengan alat berat di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini masih berlangsung. Aktivitas penambangan berada di Sungai maupun di lahan pekarangan warga, ironisnya penambangan sudah berlebihan ( cukup dalam, sebagian bukan material erupsi 2010, tebing-tebing lama ikut diambil ).
Paska Erupsi Merapi 2010 tumpukan material di Sungai Opak, Gendol maupun dilahan pekarangan warga Cangkringan cukup banyak. Selama 5 tahun ini pengambilan material dilakukan secara besar-besaran, baik secara manual maupun dengan alat berat, material tersebar di beberapa daerah di Jawa ( lokal, klaten, solo, purwodadi, semarang, Jepara, dll ). Saat ini material yang ada di Cangkringan sisi selatan bisa dikatakan habis, sehingga penambangan terpusat didaerah atas, dekat Kaki Merapi (Bagian hilir, Cangkringan sisi utara ).
Berdasarkan pengamatan di lapangan hari Ahad tanggal 8 februari 2015, di Cangkringan sisi utara baik seputar Dusun Kali Adem, Jambu, Petung, Tugu Ambruk, Kepuharjo, terlihat aktivitas penambangan di Sungai Opak, Gendol maupun di lahan warga baik manual ataupun pakai alat berat. Diantaranya adalah penambangan dengan alat berat, di lahan pekarangan, tepatnya di sebelah barat Jembatan Tugu Ambruk barat Dusun Petung lama Desa Kepuharjo. Nampak areal sudah dalam dan lebar, material bukan hasil erupsi 2010 tetapi nampak material/tanah asli sebelum erupsi, kemudian Penambangan di alur Sungai Gendol tepatnya timur Dusun Kali Adem dengan alat berat dan masih banyak tempat lain yang serupa. Para Penambang berkali-kali di tegur dan dilarang melanjutkan aktivitasnya, namun aturan tersebut hanya diindahkan beberapa hari saja.
PETANYAANNYA:
1. Situasi dan Kondisi tersebut di atas apakah berdampak pada sumber mata air?
2. Bila berdampak, daerah / warga mana yang terkena dampak tersebut?
3. Selang waktu berapa lama warga kena dampak?
4. Di musim Penghujan ini, di Cangkringan sisi selatan, air di sungai-sungai kecil debitnya hanya kecil, nah kondisi demikian apakah ada kaitannya dengan hal di atas?
5. Bila hal di atas berdampak, mumpung belum terlalu jauh, bagaimana solusinya, siapa saja yang harus melangkah, dan sebagainya?

Apabila Jawaban Pertanyaan di atas adalah berdampak pada sumber mata air, maka apabila tidak secepatnya dilakukan penanganan secara serius, bukan tidak mungkin ke depan daerah, warga, masarakat terdampak, menjadi kesulitan air / kekeringan , bencana kekeringan. Wallohu Alam Semoga tidak demikian, Amin.

AKIBAT HUJAN DERAS 3 DESA ATAS DI WILAYAH KECAMATAN PRAMBANAN TERJADI TANAH LONGSOR

Selasa 9 Pebruari 2015 sejak siang di Wilayah Kecamatan Prambanan mengalami hujan cukup deras hingga malam hari, akibatnya 3 Desa yaitu Desa Gayamharjo, Wukirharjo dan Sambirejo terjadi tanah longsor dan runtuhan batu disejumlah titik.

Di Dusun Lemahbang Rt 03 Rw 09 Desa Gayamharjo sekitar petang hari terjadi tanah longsor yang mengakibatkan satu Kepala keluarga 4 jiwa terancam harus dievakuasi yaitu atas nama wakiran umur 45 tahun karena langsung kena dampak longsoran tebing sepanjang 70 m dan tinggi 40 m ,akibatnya rumahnya terkena lompu dan air, rencananya Wakiran dan keluarganya akan mengungsi ditempat saudaranya selain itu ada sejumlah kepala keluarga yang rumahnya berada di dekat tebing juga merasa sangat terancam keselamatanya, hingga berita ini dibuat baru sebatas koordinasi yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Gayamharjo.
Selain itu di dusun losari I Rt.03/Rw06 Desa Wukirharjo dihari yang sama juga terjadi tanah longsor didepan rumah Sadiyo mengakibatkan sebagian rumahnya mengalami kerusakan, tebing sepanjang 30 m tinggi 3 m di depan rumahnya ini pada selasa malam sekitar pukul 20.00, longsor kerugiaan ditafsir sekitar 8 juta dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa namun sadiyo dan keluarga yang terdiri dari 4 jiwa ini merasa khawatir karena di sekitar rumah banyak tebing tapi harus bagaimana karena sudah tempat saya seperti ini keluh sadiyo.
Peristiwa selanjutnya menimpa Suyamto 60 tahun yang beralamatkan di Dusun Losari 2 Rt 02 Rw 12, tebing sepanjang 30m tinggi 3m di belakang rumahnya akibat hujan deras semalaman mengakibat tanah longsor. Rumah yang dihuni 2 jiwa ini mengalami rusakan hingga ditafsir kerugian sekitar 10 juta, Pemerintah setempat telah melakukan koordinasi dengan Camat Prambanan serta BPBD Kabupaten Sleman. Dua kejadian tersebut juga sudah dilaporkan secara tertulis oleh Kepala Desa kata Wagiyo Sekdes Wukirharjo , untuk selanjutnya segera akan diadakan kegiatan gotong royong oleh masyarakat sekitar guna membantu para korban imbunya.
Di ruas jalan Mlakan – Gedang Sambirejo juga terjadi runtuhan batu pada selasa malan sekitar pukul 22.00 WIB setelah wilayah ini diguyur hujan sejak siang hari hingga tegah malam kejadian ini mengakibatkan jalan aspal yang menuju Sambirejo-Gayamharjo mengalami kerusakan, namun tidak ada lingkungan penduduk yang terancam, akibat peristiwa tersebut para penguna jalan harus berhati-hati karena lubangan bekas batu tersebut berkedalaman sekitar 40 cm lebar 150 cm sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Kejadian ini telah diketahui oleh Pemerintah setempat dan lubang tersebut akan segera akan ditutup mengunakan semen.

“Ditulis oleh Pak J “