SLEMAN BERPELUANG MENJADI KABUPATEN TANGGUH BENCANA

Sleman melalui BPBD yang dengan setia mendampingi masyarakat dalam upaya mendorong masyarakat yang sadar bencana tampaknya bukan suatu usaha yang sia sia. Tercermin dengan keberhasilan BPBD yang bekerjasama dengan LSM peduli bencana, Berbagai perguruan tinggi, komunitas masyarakat peduli bencana saling bahu membahu dalam mendorong gerakan penyadaran masyarakat yang tanggap bencana menjadi mendarah daging dan budaya gotong royong tetap dipertahankan melalui penguatan – penguatan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana dan masyarakat yang tinggal di kawasan penyangga ketika suatu saat bencana dmuncuasarl.SDIN relawan yang berperan sebagai operator penulis informasi kebencanaan sebagai pendukung akurasi tempat kejadian bencana, pembentukan dan pengukuhan Sekolah Siaga Bencana di jenjang sekolah dasar (SD), SMP, dan SMA/ SMK menjadi bentuk komitmen dan keseriusan pemerintah kabupaten Sleman dalam menyikapi, dan menghadapi bencana yang setiap saat bisa terjadi.
Tujuan utamanya tentu mengarah pada pengurangan resiko terhadap korban yang ditimbulkan ketika bencana tersebut muncul. Pengalaman ini diambil ketika erupsi Merapi 2006 yang masyarakatnya masih percaya pada mitos setempat bahwa erupsi tersebut tidak akan sampai dan memakan korban sepanjang ada wilayah yang diatasnya masih menaungi mereka.
Yang dibanggakan Sleman juga pernah mengirimkan relawan ke lokasi bencana yang terjadi di luar DIY maupun ke luar Jawa seperti ke Aceh dan ketempat lainnya guna untuk membantu mengurangi beban penderitaan korban bencana.
Semoga dengan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Kabupaten Sleman semakin tanggap dan tangguh dalam setiap menghadapi bencana apapun

SIMULASI EVAKUASI MANDIRI (EM) DUSUN NGLABAN BERSAMA ASB

Menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (KHBN) ada saja yang dilakukan oleh kelompok masyarakat tanda bahwa masyarakat tersebut bila sewaktu – waktu terjadi bencana sudah siap karena mereka sudah terlatih dalam simulasi bersama dalam satu dusun seperti yang terjadi di dusun Nglaban, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman Yogyakarta yang didampingi oleh relawan-relawan muda dari ASB (Arbeiter Samariter Bund) yang secara kebetulan berkantor di dusun setempat dihadiri juga oleh perwakilan petugas dari Polsek Ngaglik, Koramil, dan Kepala UPT Pelayanan Pendidikan Kecamatan Ngaglik.
Dalam simulasi tersebut diskenariokan sore itu jam 16.00 sebagian warga sedang mengikuti pertemuan di rumah pak dukuh, namun tiba tiba terjadi gempa bumi dengan kekuatan berskala 6,3 SR. Semua warga dengan cepat mulai tanggap bahwa telah terjadi gempa yang hebat, mereka secara spontan mengadakan gerakan 3 B, yaitu Berlutut,Berlindung,Bertahan dan berpegangan. Melalui gerakan berlutut dapat membantu menyeimbangkan tubuh. Berlindung : lindungi kepala dan leher. Jika memungkinkan berlindung dibawah meja atau menggunakan benda lain untuk berlindung. Bertahan hingga gempa berhenti.Jika berlindung dibawah meja dianjurkan untuk berpegangan kaki meja dan tidak keluar dari ruang sebelum gempa berhenti.

Simulasi diikuti oleh kurang lebih sekitar 65 warga, terdiri dari warga Lansia, Ibu ibu rumah tangga, bahkan ada seorang ibu yang menggendong balita usia 3 bulan. Simulasi dapat dikatakan sukses karena warga Nglaban tampaknya sudah menjadi warga yang sadar dan tanggap bencana, semoga dengan simulasi ini semua warga negara Indonesia semakin tangguh dalam menghadapi bencana.

PERAN AKTIF WARGA DALAM UPAYA PENANGGULANGAN LONGSOR

Giat gotong royong yang dilakukan warga Gambirsawit Gayamharjo Prambanan
Giat gotong royong yang dilakukan warga Gambirsawit Gayamharjo Prambanan

Gambirsawit Gayamharjo – Dalam rangka mencegah terjadinya pengikisan tanah yang  bisa berakibat longsor, pagi ini sebagian warga masyarakat gambirsawit yang masuk dipadukuhan Lemahbang mengadakan gotong royong. Gotong royong ini diawali mengangkat batu dengan cara  digulung secara bersama – sama supaya ringan kemudian dipecah dengan ukuran kecil dan ditata sebagai paving jalan atau orang jawa bilang sebagai “Tanggelan”.  Kegiatan ini dilakukan seiring dengan curah hujan yang masih lumayan tinggi  sehingga masih dimungkinkan terjadinya pengikisan tanah, Cara ini dilakukan sebagai salah satu  upaya pencegahan dari pengikisan tanah yang bisa berdampak longsor. Kegiatan gotong royong ini dilakukan dengan penuh kesadaran , keiklasan dan tanggung jawab. Semangat seperti ini pula yang perlu kita jaga, kita pertimbangkan dan kita pupuk.

 

18119017_264554374007453_904381628993243695_n
Warga sedang membuat paving jalan dengan batu kosong

 

Memenej Isu-Isu Gejolak Merapi

CANGKRINGAN – SLEMAN. 6 Tahun sudah erupsi merapi yang dahsyat berlalu, trauma warga terdampak masih terasa dan terlihat sewaktu mendengar perubahan aktifitas Merapi, walaupun hanya sekedar kabar / berita yang belum tentu benar. Berita, informasi sangat cepat sampai ditelinga warga sekitar merapi, seiring perkembangan media yang sangat canggih, misal lewat WA, Face Book, apalagi dari mulut kemulut yang diterima mentah-mentah tanpa dicari kebenarannya, kadang membuat resah dan panik.

3 Bulan terakir ini, muncul berita-berita yang menjadikan sebagian warga panik, ironisnya setelah dicek kebenarannya, ternyata berita tersebut tidak benar alias isu. Diantara isu-isu yang berkembang tersebut, misalnya:
1. Berita kalau di pertengahan bulan April 2017 ini warga dekat merapi harus mengungsi.
2. Kabar terdengar suara dentuman di puncak merapi, sampai kaca jendela rumah penduduk pada bergetar.
3. Berita beberapa kera turun sampai dusun-dusun di bawah.
4. Informasi kalau beberapa warga selo boyolali sudah pada mengungsi.
5. Kabar berita kalau dusun-dusun dekat merapi sisi timur, terkena abu merapi.

Pada awalnya, tidak sedikit warga yang panik dan kebingungan mendengar kabar tersebut, sehingga bertanya sana kemari mencari kejelasan. Ketika mereka bertemu orang yang tidak mengetahui informasi yang benar tentang merapi, kadang malah menambah suasana panik, namun ketika bertemu dengan lainnya ada yang mendapat informasi yang benar sehingga menjadi tenang.

Maka dari itu perlulah kiranya, memenej isu-isu yang berkembang dimasyarakat, agar masyarakat tidak mudah mempercayainya, yang akirnya warga terdampak tetap tenang, nyaman dan merasa aman.

TALUD MAKAM SENTUL LONGSOR TERBAWA AIR

Kondisi talut yang longsor hanyut terbawa banjir (Doc. TRC)
Kondisi talut yang longsor hanyut terbawa banjir (Doc. TRC)

PAKEM- SLEMAN- Hujan dengan intensitas bergelombang dari ringan kesedang dengan durasi waktu yang cukup lama yang terjadi pada sore hari ini menyebabkan talud sepanjang 15 meter dengan lebar 2,5 m dan tinggi 2,5 meter  dimakam sentul longsor. Talut ini tak kuat menahan beban setelah debit air disungai sentul meningkat dengan aliran yang cukup deras.  Longsor ini terjadi pada hari ini Jum’at, 21 April 2017 pukul 15.30 WIB. Makam ini berada di Dusun Pakem Gede RT 34 Pakembinangun Pakem Sleman.

Sesaat setelah menerima informasi dari bapak samijan selaku bapak dukuh setempat rekan TRC BPBD Sleman langsung luncuran ke lokasi guna assesmen. Masih ditempat yang berdekatan juga terdapat talut irigasi yang longsor setelah terkikis oleh luapan sungai tersebut, talut ini berukuran panjang 6 meter,lebar 1 meter dan tinggi 1,5 m. Longsor juga terjadi dipekarangan rumah Ibu Tejo. Untuk ukuran longsor panjang 15 meter, lebar 1 meter dengan tinggi 1,5 meter . Nihil korban jiwa dalam kejadian ini.

RUMAH IBU SURATIYEM TERTIMPA POHON JATI

Doc. TRC BPBD Sleman
  Doc. TRC BPBD Sleman

SENDANGMULYO MINGGIR – Dampak hujan deras yang disertai angin pada hari rabu petang mengakibatkan pohon tumbang menimpa rumah ibu suratiyem  yang beralamat di Sembuhan RT 02 RW 11 Sendangmulyo Minggir. Pohon jati yang berdiameter 20 cm ini tumbang pada hari ini kamis, 20 April 2017 sekitar pukul 06.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun rumah yang dihuni 2 kk dengan 3 jiwa ini  mengalami kerusakan  pada bagian atap antara lain  genteng pecah 100 biji dan 3 buah reng patah. Saat ini proses pemotongan pohon masih berlangsung. Pengkondisian pohon dilakukan oleh warga masyarakat sekitar bersama komunitas relawan JKM  dan TRC BPBD Sleman.

Kondisi rumah dengan kerusakan bagian atap
Kondisi rumah dengan kerusakan bagian atap

Siswa Smk N 1 Depok Terima Sosialisasi Kesiapsiagaan

Siswa SMK negeri 1 Depok saat menerima materi kesiapsiagaan dari BPBD Sleman
Siswa SMK negeri 1 Depok saat menerima materi kesiapsiagaan dari BPBD Sleman

DEPOK-SLEMAN Untuk memberikan kesadaran siswa sejak dini tentang kebencanaan BPBD Sleman memberikan sosialisasi bagi siswa SMK Negeri 2 Depok Sleman .Kegiatan ini di laksanakan pada hari Rabu tanggal 19 April 2017 di SMK Negeri 1 Depok Sebagai narasumber dari BPBD Sleman . Dengan harapan dengan adanya sosialisasi kesiapsiagaan tentang kebencanaan para siswa akan lebih peka dengan lingkungan sehingga di saat adanya ancaman bahaya dari alam minimal bisa menyelamatkan dirinya . Sehingga dampak yang timbul dari bencana akan bisa di kurangi dengan adanya kesadaran dari para siswa .Mengingat bencana sekarang mengancam dimana-mana sehingga perlunya adanya sebuah kesadaran dari para pelajar tentang pengetahuan kesiapsiagaan mengenai kebencanaan .

HUJAN DAN ANGIN KENCANG KEMBALI MEROBOHKAN POHON DI TEMPEL

TEMPEL. Hujan disertai angin kencang pada hari Selasa, 18 April 2017 pada pukul 15.15 WIB, di wilayah Sleman bagian barat, kembali merobohkan pohon dan menimpa rumah.

Rumah Ibu Karto Wiharjo, aplumbon Kidul
Rumah Ibu Karto Wiharjo, Plumbon Kidul

Rumah Ibu Karto Wiharjo (83th) di Dusun Plumbon Kidul Rt 02/13 Mororejo Tempel Sleman tertimpa pohon Pakel diameter 40cm yang mengakibatkan genteng dan bagian teras rusak. Pohon Kelapa juga menimpa rumah milik Ibu Satinem (52 th) mengenai dapur di Plumbon Cilik. Masih didusun yang sama, Pohon Kelapa milik Bpk Sukarman juga menimpa jaringan listrik.

Ringroud barat, Bedok Trihanggo Gamping
Ringroud barat, Bedok Trihanggo Gamping

Di ringroud barat, tepatnya di Bedok, Trihanggo Gamping, pohon perindang jalan juga sempal dijalan. mengakibatkan arus lalulintas jalur lambat di ringroud barat harus dialaihkan, beruntung tidak ada korban dalan kejadian ini.

SARDONOHARJO SELENGGARAKAN DESTANA

SARDONOHARJO NGAGLIK – Sebagai upaya  kesiapsiagaan dalam  menghadapi segalala  sesuatu yang berkaitan dengan kebencanaan, hari ini selasa 18 April 2017 BPBD Kabupaten Sleman khususnya  Bidang Mitigasi dan Kesiapsiagaan menyelenggarakan pembentukan (DESTANA) Desa Tangguh Bencana di Desa Sardonoharjo Ngaglik Sleman.

Dalam acara ini Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman Ibu Dra. Hj. Kustini hadir sebagai nara sumber memberikan paparan tentang peran perempuan dalam pengurangan resiko bencana. Disini dijelaskan bahwa perempuan juga mempunyai peran yang cukup penting dalam mengurangi resiko bencana sebagai salah satunya adalah pengelolaan sampah.  Diharapkan dengan kepedulian kita resiko terhadap ancaman  bencana akan berkurang sehingga tercipta Desa yang tanggap dan tangguh terhadap ancaman apapun yang akan dihadapi.

Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Sebagai Nara Sumber
Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Sebagai Nara Sumber.

GIAT PERSIAPAN LABUHAN MERAPI

Pengecatan gapura
Pengecatan gapura

KINAH REJO Giat para komunitas relawan kabupaten sleman yang tergabung dalam FKKRS hari ini minggu 16 April 2017 melakukan kerja bakti di Srimanganti. Kerja bakti ini meliputi pengecatan gapura, pembersihan rumput dan dedaunan serta pohon – pohon yang tumbuh disekitar lokasi.

Giat ini dilakukan dalam rangka persiapan labuhan merapi yang akan dilaksanakan tanggal 27, 28 dibulan ini. Dimana giat labuhan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya.