MARS DUSUN JETIS

( TEMPO CEPAT }
Lirik Lagu di bawah ini adalah Mars Dusun Jetis, Argomulyo, Cangkringan, Sleman, dengan Judul ” JETIS TANGGAP BENCANA “, berawal ketika mengikuti lomba Kreasi Ronda Nuthuk Kenthongan pertengahan Oktober 2014 yang lalu, yang diadakan oleh Kru SALAT MAHAGURU MERAPI. Waktu itu Jetis menurunkan 2 Tim ( Tim Tua dan Muda ). Tim Muda membawakan kreasi Nuthuk dengan irama mares dan lirik lagu seperti di bawah nanti, dan mendapat juara 2.

Berjalannya waktu, lagu / lirik tersebut setelah dikaji, mengandung makna, berisi informasi, Mitigasi baik untuk Lahar Hujan maupun Letusan Merapi, akirnya dijadikan Lagu Mars Dusun. Isi lagu tersebut seperti di bawah ini:

( Dinyanyikan Cepat ).

A.
DUSUN JETIS, dusun tanggap bencana.
DUSUN JETIS, dusun tangguh bencana.
JANGAN LENGAH dan jangan lupa, tiap saat kita slalu waspada.
DUSUN JETIS, dusun tanggap bencana.
DUSUN JETIS, dusun tangguh bencana.
JANGAN LENGAH dan jangan lupa, tanggap tangguh menghadapi bencana.
——————————– 2 X ————————————
B.
REFF:
– BILA MRAPI MELETUS, KEMASI BARANG-BARANG, KITA NGUNGSI SEBENTAR, KE TIRTO
KALASAN.
-BILA GENDOL BANJIR BESAR, KITA LARI KE BARAT, LEWAT JEMBATAN OPAK, MENUJU
HUNTAP KUWANG.
KEMBALI KE A. ( kemudian yel-yel ).
JETIS TANGGAP BENCANA, yes.
JETIS TANGGUH BENCANA, yes.
JETIS TANGGAP TANGGUH BENCANA, yes yes yes.

KETERANGAN:
1.Tertulis dengan huruf besar dinyanyikan SOLO.
2.Tertulis dengan huruf kecil dinyanyikan KOOR.

400 -AN WARGA DUSUN JETIS SUSURI KALI GENDOL

Salah satu Dusun yang terletak di Bantaran Kali Gendol adalah Dusun Jetis, letak dengan Kali sangat dekat, sehingga rawan terhadap dampak aliran lahar hujan, pada hari Sabtu semua warga keluar untuk mengikuti penyisiran Kali Gendol, awal sampai akir acara berjalan dengan aman dan lancar.
Dusun Jetis memberanikan diri menjadi Dusun Tanggap Menghadapi Bencana, Bermula Pasca Erupsi 2010 ditunjuk oleh salah satu lembaga Masarakat yakni MDMC bersama BPBD Sleman untuk mengadakan Pelatihan dan Simulasi Penanggulangan Bencana Lahar Hujan. Waktu itu langsung oleh beliau-beliau ditetapkan sebagai Dusun Tanggap Bencana, dan sampai sekarang walau belum seperti yang diharapkan semua unsur yang ada di dusun berusaha mempertahankan makna tersebut.
Sekaligus mangayubagyo datangnya Tahun Baru Hijriyah 1 Muharom 1436 H, pada hari Sabtu 25 Oktober 2014 dusun Jetis mengadakan jalan sehat keluarga dengan rute menyusuri Bantaran Kali Gendol yang berada di wilayah Dusun. Dari total jumlah warga 500 lebih, ikut acara susur kali sekitar 400 warga dari semua umur dan jenis terlibat, selain jalan sehat keluarga juga diadakan Penyuluhan tentang kesiapsiagaan menghadapi datangnya musim pengujan dan ancaman Merapi, disamping pembagian 100 Dorprise dan Orgen Tunggal oleh warga sendiri.
Lurah Desa Argomulyo dalam sambutannya sebelum melepas rombongan jalan sehat, mengatakan “ salut terhadap acara sepereti ini, ini merupakan rekreasi murah tapi meriah dan punya nilai plus untuk PRB, tanpa biaya banyak tapi warga akan semakin kuat rasa kebersamaannya, apalagi nanti akan menyusuri Gendol mestinya warga akan tau persis kondisi gendol saat ini terutama yang dekat dengan dusun ini, sehingga nanti bila hujan tiba dan terjadi banjir, warga semakin tau harus bagaimana bertindak sehingga akan selamat dan aman, semoga acara ini dapat menjadi inspirasi dusun-dusun lain, dan ini bisa diagendakan di waktu-waktu mendatang, salut untuk Jetis “ begitu akir sambutannya.
Rute yang ditempuh kurang lebih 3 KM dengan pengamanan dari tim Relawan Dusun Jetis ACSY dengan frekwensi koordinasi 14777 Dairek, acara dimulai pukul 06.30 dan berakir dengan aman dan lancar pukul 10.30 WB.

PERSIAPAN – PERSIAPAN MENGHADAPI MUSIM PENGHUJAN 2014

Musim penghujan 2014 mundur dari kalender, hingga akir Oktober belum terjadi hujan yang siknifikan, hanya beberapa tempat terjadi hujan itupun Cuma sebentar. Sebelum memasuki musim penghujan perlu diadakan persiapan-persiapan antisipasi PRB, grouncek alur sungai, titik pantau bagi pemantau, tanggul, jembatan penyeberangan, alat komunikasi kebencanaan perlu di lakukan/ditinjau kembali.
Musim penghujan sebentar lagi tiba, tumpukan material Merapi masih cukup banyak, diprediksi hujan di Puncak Merapi ke depan tinggi, maka hal demikian bisa mengakibatkan timbulnya aliran lahar hujan / banjir yang membawa material. Banjir bisa berlangsung siang hari, bisa sore hari, bisa malam hari, sehingga perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan bencana / korban baik jiwa, harta atau aset lain.
Sudah banyak yang dilakukan oleh BPBD Kab. Sleman untuk mengantisipasi hal tersebut, misal Wajib Latih, Pelatihan-pelatihan, Gladi Kotor maupun Gladi Lapang, inventarisasi alur sungai kritis, tanggul kritis, dll. Kususnya Kali Gendol dan Opak ada beberapa catatan yang barangkali berguna bagi para pemangku kepentingan, para pemantau banjir, masarakat, sehingga selalu dalam kondisi waspada, dan tanggap. Hal tersebut diantaranya:
-Material di sekitar merapi, lereng sisi selatan masih cukup banyak.
-Pertigaan Gendol dan Opak, yang lebih dalam terpantau yang menuju ke Kali Gendol.
-Material di alur Kali Gendol dari barat Kendil sampai Kopeng masih cukup banyak.
-Aktifitas alat berat penambangan pasir saat ini yang di alur sungai paling utara berada di timur Banker Kepuharjo.
-Sedang Kali Opak Utara Tugu Ambruk.
-Kali Gendol dari Jembatan Bakalan ke utara kanan kiri Sungai tidak ada tanggul pengamannya.
-Di titik tanggul tertentu posisi tanggul rusak karena ditambang warga, kususnya Kali Gendol.
-Di beberapa Jembatan Penyeberangan baik Gendol maupun Opak, lampu penerangan ada yang rusak bahkan ada yang belum terpasang, ( Jembatan Karanglo belum terpasang, Jembatan Teplok, Jembatan Candi Morangan, Penyeberangan Gungan, dll ).
-Pos-pos Pantauan Lahar Hujan baik di Gendol maupun Opak tempat berteduh belum ada, sedangkan yang dulu sudah dibuat sekarang sudah rusak tidak layak teduh, hanya titik pantau Jembatan Polsek Bubrah dan Jembatan Geblok yang masih layak pakai.
-Titik Pantauan Lahar Hujan Opak dan Gendol, baik alur kali, kekuatan tanggul, kedalaman sungai, kelokan alur, kebanyakan sudah alami perubahan, sehingga para pemantau perlu kroscek kembali sebelum hujan tiba.
-Karakter masarakat mensikapi banjir berubah, sekarang bila ada banjir cenderung mendekat ingin melihat, sehingga perlu diantisipasi agar tidak justru menjadi kurban.
-Dan hal lain yang belum tertulis yang bisa ditemui di lapangan.
Hal-hal di atas ditemukan di lapangan, baik di grouncek langsung, informasi falid, komunikasi antar komunitas, sehingga harapan dapat sedikit menjadi masukan bagi yang membutuhkan info demi kepentingan PRB, yang pada akirnya akan bermanmaat bagi keselamatan, kenyamanan, warga masarakat.

KONDISI TERKINI PERTIGAAN OPAK GENDOL DI HULU ( OKTOBER 2014 )

Bersama rekan pada hari Sabtu 18 0ktober 2014 dimulai dari Dusun Banjarharjo sampai Gendol Opak di bagian hulu ( pertigaan Opak Gendol ) yang berada di utara Banker Kepuharjo Kec. Cangkringan, ada beberapa hal yang mungkin bisa menjadikan masukan bagi semua yang terlibat dalam mitigasi banjir lahar hujan, tertuma bagi warga di bagian hilir maupun para relawan pemantau banjir.
Musim penghujan menurut prediksi BMKG beberapa minggu lagi akan tiba, dan ada fenomena alam yang terjadi yakni letak posisi matahari dengan Jogjakarta, yang membuat curah hujan bisa di atas normal. Hal ini bila terjadi di Puncak merapi dengan durasi lama maka dipastikan dapat menyebabkan banjir dengan kapasitas sedang bahkan bisa di atas sedang. Untuk itu diperlukan antisipasi yang serius bagi semua yang terlibat ( Pemerintah, Masarakat, Komunitas Relawan, dan pihak pemerhati lain ).
Hasil penelusuran beberapa hari yang lalu, masih terpantau tumpukan material yang sangat banyak baik di Puncak, di lereng-lereng, di kaki-kaki gunung, di seputaran gunung Kendil, di seputaran Banker, bahkan di alur kali Gendol maupun Opak, bila terjadi banjir puncak kemungkinan besar ada tambahan suplai dari material yang ada di kantong-kantong tersebut.
Aliran dari puncak turun keselatan menghantam Gunung Kendil, belok ke barat, mentok Gligiran Gunung lalu belok ke selatan. Kurang lebih 200 M ada Pertigaan 2 sungai yakni, ke Barat adalah Kali Opak dan ke Selatan Tenggara ke Kali Gendol.
Catatan Penting bahwa kondisi kedalaman pertigaan antara Gendol dengan Opak tertanggal 18 Oktober 2014, adalah TIDAK SAMA RATA, dimana Kali Gendol lebih dalam dibanding dengan Opak, di ukur dari permukaan atas, kedalaman Opak cuman sekitar 3 meteran, sedang kedalaman yang menuju Gendol 10 sampai 15 M, sehingga berdasarkan kondisi tersebut bila terjadi banjir dari Puncak kemungkinan besar sekali masih masuk ke Kali Gendol, kecuali bila ada perubahan kondisi, misal ada suplai material baru hingga nutup Gendol, atau alur yang ke Gendol tersumbat akibat runtuhan tebing, atau tumpukan batu-batu besar.
Kemudian di timur Banker, dulunya tinggi antara Opak dan Gendol tidak nampak ada jalur yang nyambung, namun sekarang terpantau ada pertigaan baru antara Gendol dengan sungai kecil yang menuju ke opak. Dan kedalaman pertigaan tersebut masih jauh dalam yang ke kali Gendol, sehingga bila alur ke kali Gendol masih lancar kemungkinan kecil masuk ke barat menuju ke Opak.
Walaupun prediksi seperti itu, namun bukan berarti bantaran Opak bila terjadi hujan trus tidak ada banjir,hingga warga lengah, potensi banjir juga masih terjadi di Opak, misal ada suplai dari Pelem Ngrangkah dsb, kemudian posisi tanah yang terletak di barat Gendol sebagian besar miring ke barat sehingga bila ada air mengalir dipastikan masuk ke Opak, pengalaman-pengalaman tahun lalu banjir Opak walau lokal tetapi kapasitas bisa sampai sedang, maka dari itu tetap diwaspadai dan di antisipasi.
Harapan kita semua walaupun Kali Gendol Opak banjir, tetapi lewat alurnya, sehingga tidak menimbulkan kerusakan maupun kurban jiwa, dan warga tetap hidup aman dan nyaman. Amin

PONONTON TERPUKAU MENYAKSIKAN GELAR POTENSI BUDAYA DESA ARGOMULYO 2014

Seiring dengan semakin membaiknya Perekonomian di Kecamatan Cangkringan lebih kusus di Desa Argomulyo, hari Rabu 22 Oktober 2014 Desa Argomulyo menggelar Festifal Seni Budaya yang Bertajub “ GELAR POTENSI BUDAYA DESA ARGOMULYO “ , sajian acara dari Seni Budaya ditampilkan dalam paket adegan peradegan hingga membuat penonton yang hadir tampak terkesima dan terpukau.
Sebelum Erupsi Merapi 2010 terjadi tepatnya tanggal 10 Agustus 2010, Desa Argomulyo waktu itu mengadakan Perayaan Kirap Budaya Tambak Kali dengan menampilkan Potensi Seni Budaya dari 22 Dusun, dan akirnya mendapat juara tingkat Propinsi dan didicanangkan sebagaiDesa Budaya. Kemudian di tahun ini tepatnya pada Hari Rabu 22 Oktober 2014 dimulai jam 13.00 sampai jam 17.00 diadakan kembali acara tersebut hanya dengan tampilan dan kemasan yang berbeda, yakni tidak dilakukan kirap namun dengan cara tampilan Seni Budaya di Panggung terbuka.
Peserta Festifal adalah Potensi Seni Budaya yang ada di Dusun-dusun di Argomulyoberjumlah 22 Dusun, tiap Dusun mendapat jatah paket Seni Budaya dalam bentuk yang berbeda. Dusun Suruh mengeluarkan Tradisi Mitoni, Jetis Budaya Sambatan, Karanglo Ketoprak, Jaranan Tradisi Manten Jawa Pakem, Cangkringan Jodang, Brongkol Wayang Orang, Sewon Mbarang Ledek, Gadingan Jatilan, Banaran Tedak Siti, Kauman Mocopat, Dliring MertiDusun, Panggung, Sunatan Jawa, Kliwang Jodangan, Teplok Tahlil Singiran, Kebur Tradisi Wiwit, Kuwang Grobak, Randusari Slametan, SD Dolanan Anak-anak.
Panggung terbuka di Pendopo Balai Desa Argomulyo Baru, Tampilan Seni Budaya dari 22 Dusun disajikan satu persatu dengan iringan Gamelan Jawa Grup Karawitan Ngesti Laras Mudal, perpaduan alunan suara musik gamelan Jawa dengan sajian Seni membuat semakin menambah indah dan meriah. Penonton berasal dari masarakat Argomulto dan sekitarnya berasa sangat terhibur dengan acara tersebut, terbukti dari mulai sampai berakirnya acara tersebut tidak beranjak dari tempat duduknya.
Pejabat dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DIY di akir acara mengatakan, “ Kali ini kami bersama rombongan DIY disuguhi tampilan Seni Budaya yang sarat dengan makna dan bertema, setiap paket Seni Budaya tidak sekedar gayeng dan meriah tetapi ditampilkan dengan polesan dan atraksi yang maknanya dapat mudah dicerna yang menggambarkan kehidupan yang nyaman damai di Pedesaan misalnya, Pokoknya Hebat Argomulyo “ begitu akir kalimatnya.
Menurut salah seorang wargayang tak mau disebut namanya mengatan, Festifal Seni Budaya dapat berjalan meriah seperti ini, respon masarakat sangat baik, adalah tidak lepas dari sikap dan kearifan beliau Pak Kades Pak Darjono, dia orangnya enak, enthengan, komunikasi baik, grapyak semanak, tidak marahan, pokoknya Pak Lurah saya sekarang ini Pas, Sip. Begitu celetuknya.
Masarakat siang sampai sore memadati Plataran Balai Desa Argomulyo untuk menikmati hiburan segar, dan sekitar pukul 17.00 acara berakir dengan sukses dan lancar.

KOMUNITAS RELAWAN SLEMAN TENGAH MENYATU DI SIMULASI BANJIR LAHAR HUJAN KALI BOYONG 2014

Bertempat di Lapangan Donoharjo Ngaglik Sleman, sejumlah Komunitas Relawan kususnya yang berasal dari Sleman Tengah berkumpul menyatu bersama BPBD Sleman dalam acara simulasi Penanggulangan Bencana Lahar Hujan Kali Boyong 2014, dimulai jam 08.30.berakir pukul 11.00 dengan lancar.
Pagi itu suasana di Puncak Merapi mendung tipis, pergerakan angin lambat, perkiraan BMKG di puncak siang hari mendung pekat arah angin dari timur ke barat dengan kecepatan lambat, suhu 21 derajat, aktifitas warga berjalan normal. Jam 12.00 BMKG memperkirakan dari jam 15.00 sampai 19.00 Puncak Merapi terjadi hujan lebat hingga sangat lebat, berdasar itu Rupus Dalop Sleman berkoordinasi dengan Camat Pakem, Ngaglik, Mlati, Komunitas Relawan, Dalop DIY, Tagana, PMI, Kepala Desa untuk mengantisipasi bila benar terjadi hujan lebat.
Selepas jam 15.00 PGM melaporkan Puncak Merapi terpantau hujan lebat, seputar Plawangan, Klathakan, Deles sama sudah hujan lebat, kali Boyong sudah terpantau aliran di bawah sedang, Kalak BPBD Sleman menaikan status Normal menjadi SIAGA III, BPBD mengkondisikan Barak Pengungsian dengan merangkul semua Komunitas Relawan.
PGM menginformasikan Puncak Merapi sudah terpantau hujan kapasitas lebat durasi 25 menit, Pemantau Kemiri melaporkan kali Boyong terpantau aliran kapasita sedang, koordinasi Rupus Kalak BPBD Sleman menaikan status ancaman menjadi SIAGA II, memerintahkan penjaga EWS membunyikan sirine lefel SIAGA II, mengungsikan kelompok Rentan di titik aman, melaporkan ke Pusdalop DIY.
Komunitas Laba melaporkan di Pantauan Kemiri banjir terpantau kapasitas besar / di atas sedang membawa bebatuan dan sudah mulai mengikis tanggul, Turgo Asri di titik Pantau Pulowatu, aliran hampir menyentuh jalan jembatan dengan membawa material, hujan sangat lebat, Relado di titik pantau Mbulus melaporkan aliran sudah melompat di atas jembatan penyeberangan dan mulai ngikis tanggul. Keadaan semakin kritis Kalak BPBD Sleman menaikan satatus menjadi SIAGA I, memerintahkan penjaga EWS membunyikan sirine lefel SIAGA I semua Dusun Bantaran Kali Boyong kanan kiri sungai harap dievakuasi menuju ke Pengungsian.
Armada dan Personil dari BPBD, SAR, Tagana, PMI, PUSKESMAS, SRC TB RAPI, LABA, RELADO, TURGO ASRI, TRIPEL TOU, CAKRA, RESCEU 328, DESTANA bekerja sama bahu-membahu mengevakuasi warga maupun ternak yang berada di 35 Dusun yang ada di Bantaran Kali Boyong Kab. Sleman. Ditemukan sejumlah kurban karena tergesa-gesa dan panik baik patah kaki, tangan, di temukan seorang yang stres / gila, seorang pencuri dan evakuasi ternak, semua itu mengumpul di Barak Pengungsian Lapangan Donoharjo Kec. Ngaglik Kab. Sleman.
Begitulah Alur Cerita dalam Simulasi Penanggulangan Lahar Hujan di Kali Boyong oleh BPBD Kab. Sleman. Tepatnya pada Hari Rabu 22 Oktober 2014 Tempat Pengungsian di Lapangan Sepak Bola Donoharjo Ngaglik Sleman, meliptu 3 Kecamatan dengan membawahi 7 Desa 35 Dusun yang berada di Bantaran Kali Boyong yang berada di wilayah Kabupaten Sleman yakni Pakem, Ngaglik dan Mlati. Dimulai jam 08.30 dan berakir jam 11.00 semuanya berjalan dengan sukses.

MARS DUSUN JETIS

( DINYANYIKAN DENGAN TEMPO Cepat )

DUSUN JETIS, Dusun Tanggap Bencana.
DUSUN JETIS, Dusun Tangguh Bencana.
JANGAN LENGAH dan jangan lupa, tiap saat kita slalu waspada.

DUSUN JETIS, Dusun Tanggap Bencana.
DUSUN JETIS, Dusun Tangguh Bencana.
JANGAN LENGAH dan jangan lupa, Tanggap Tangguh Menghadapi Bencana.

——————— 2 X ————————

REFF.
BILA MRAPI MELETUS, KEMASI BARANG-BARANG, KITA NGUNGSI SEBENTAR, KE TIRTO KALASAN.
BILA GENDOL BANJIR BESAR, KITA LARI KE BARAT, LEWAT JEMBATAN TEPLOK, MENUJU HUNTAP KUWANG.

( Kembali ke atas ).

JETIS TANGGAP BENCANA, yes.
JETIS TANGGUH BENCANA, yes.
JETIS TANGGAP TANGGUB BENCANA, yes yes yes.

KETERANGAN:

– Tulisan huruf besar dinyanyikan SOLO.
– Tulisan huruf kecil dinyanyikan secara KOOR.

JALUR EVAKUASI CANGKRINGAN OKTOBER 2014

Kondisi jalur evakuasi bagi warga Cangkringan yang berada di daerah yang rentan terhadap erupsi merapi relatif berbeda antara jalan yang satu dengan lainnya. Ada yang layak ada yang tidak layak, baik di Cangkringan sisi barat, tengah maupun timur.IMG_7471
Beberapa Dusun di Cangkringan berada di area yang letaknya tidak begitu jauh dari Gunung Merapi, sehingga apabila merapi meningkat aktifitasnya dan mengharuskan warga untuk turun mengungsi, sehinngga idialnya jalan untuk evakuasi kondisinya normal ( jalan rata/halus, lebar, penerangan memadai ), dengan demikian ketika dilalui oleh pengungsi, bisa cepat, aman, tidak macet, akirnya keselamatan warga terjamin.
Berikut kondisi jalur evakuasi terkini hasil penelusuran secara manual oleh penulis pada hari Sabtu 18 Oktober 2014 pukul 14.00 WB, berurutan dari sisi Barat / dari Desa Umbulharjo dan Wukirsari. Dari Dusun Pangukrejo ke selatan sampai Barak Kedung Brayut kondisi jalan beraspal, ada yang rata adan yang berlubang, ada yang bergelombang, lebar jalan sedikit kurang lebar bila kondisi urgen, tidak ddilalui truk material, namun secara umum masih layak.IMG_7471

IMG_7483
Dari Dusun Ploso Kerep Umbulharjo ke selatan sampai Dusun Watuadek, kondisi jalan beraspal, jalan dilalui oleh armada Truk pengangkut material, mulai berlubang-lubang dan bergelombang, jalan sempit bila untuk papasan, kerusakan jalan tinggal tunggu waktu.
Jalan Tikus / alternatif dari Huntap Golf ke selatan sampai Dusun Bulak Salak Wukirsari, kondisi jalan, sempit, jrambah beton, gelap bila malam, tidak untuk lewat armada truk material, bila situasi urgen dan dipakai untuk lewat evakuasi harus hati-hati.IMG_7489
Jalur di Desa Kepuharjo, dari Dusun Kopeng sampai Masjid Dusun Batur kondisinya aspal rusak, jalan berlubang dan bergelombang, bila urgen kondisinya tidak layak. Kemudian dari Masjid Batur ke selatan sampai Perempatan Plagrok, kondisi jalan beraspal baru, halus, lebar cukup, cukup layak. Dari Perempatan Plagrok ke selatan sampai Dusun Geblok Wukirsari kondisi jalan, ada yang rata ada yang kurang rata, bukan aspal tapi material campuran ( sirtu, pasir, sedikit tanah, dasarnya banthak ), jalan sudah dimulai pelebaran sekitar Dusun Duwet sampai Cakran, sebagian ditalut, di barat Dusun Geblok masih banyak tumpukan material, tidak dilalui armada pengangkut material, bila urgen evakuasi harus hati-hati.
Di sisi Timur Gendol, dari Dusun Singlar ke selatan bila lewat jalan lama kondisinya sangat tidak layak, berlubang, banyak bebatuan kecil, berdebu, untuk jalan armada pasir. Bila lewat jalan Kikis/Perbatasan Sleman Klaten, dari Dusun Gading ke selatan sampai Balai Desa Glagaharjo, kondisi jalan, aspal rusak, banyak berlubang, bergelombang, berdebu, dilalui armada pengangkut pasir, jalan sempit, bila urgen untuk lari evakuasi kondisinya bisa mengancam keselamatan warga. Sedang dari Pasar Mbutuh ke selatan sampai Barak Gayam Argomulyo, kondisi jalan beraspal, halus, sementara dilalui armada pasir tetapi sementara masih layak.
Demikian kondisi jalur evakuasi saat ini, semoga jalur tersebut tidak digunakan untuk lari mengungsi, itu artinyai tidak ada proses evakuasi, dengan demikian harapan kita semua tidak ada bencana lagi. Amin.

MENJAMUR JASA PENCUCIAN TRUK DI CANGKRINGAN

MENJAMUR JASA PENCUCIAN TRUK DI CANGKRINGANPuluhan penjual jasa pencucian truk bermunculan di sepanjang jalan pengangkutan tambang material Gunung Merapi kususnya di Kecamatan Cangkringan, mayoritas aktivitas tersebut dilakukan oleh masarakat Cangkringan generasi muda.
IMG_7462

IMG_7537 copy
Kreatifitas warga Cangkringan untuk mencari celah-celah peluang mendapatkan penghasilan patut diapresiasi, terutama kaitannya dengan material Merapi, disamping menambang langsung, sebagai Thoker, Parkir armada, Portal, kuliner, Tambal ban truk, juga sekarang yang bermunculan adalah jasa pencucian truk. Terhitung dari BBI ke utara sampai Dusun Gungan puluhan tempat pencucian terdapat di kanan kiri jalan raya, belum yang berada di sisi barat tepatnya di Desa Wukirsari dan Umbulharjo dan Glagaharjo di sisi timur. Sebagian besar aktifitas tersebut berada di tempat-tempat pemberhentian truk, sehingga para penjual jasa cuci mencari sumber air sebagai bahan utamanya.
Menurut Pak Wawan, salah satu penjual jasa pencucian , setiap mencuci 1 armada truk, dia mendapatkan upah dari sopir armada sebesar Rp 10.000. Dia mangkal tepatnya di barat Kantor Kecamatan Cangkringan lama disamping toko kelontong miliknya, setiap hari sementara ini rata-rata mencuci 10 sampai 20 armada truk. Sementara Pak Kotel yang mangkal di jalan Tambang Dusun Pandan setiap harinya bisa mencapai 30 sampai 50 armada, uang tersebut sebagian ia tabung sebagian untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Juga di barat Dusun Jaranan terdapat Tempat Pencucian truk milik Pak Danu disamping ngadep warung makanan, tiap hari mencuci truk rata 15 armada, disamping para sopir-sopir juga pada makan di warungnya sehingga penghasilannya cukup lumayan.
Bagi sebagian warga erupsi merapi 2010 sekarang dirasakan mebawa berkah,itu yang bisa memenet dengan benar, tetapi bagi mereka yang tidak bisa mengelola dengan benar justru bisa menimbulkan malapetaka bagi dirinya yang berimbas juga bagi keluarganya.
Perlu dicari celah-celah peluang yang lain yang dapat dijadikan lahan warga untuk menambah penghasilannya, sehingga erupsi merapi merupakan bencana yang akirnya membawa berkah, amin

SALAT MAHAGURU MERAPI DI ARGOMULYO

SALAT ( SafariLayar Tancep) Mahaguru Merapi sukses dilaksanakan di Lapangan Dusun Jetis Argomulyo Kec. Cangkringan, disamping pemutaran film juga agenda lain sebagai tambahan acara yang diperuntukan bagi warga masarakat yang datang di lapangan.IMG_7405
Empat tahun yang lalu erupsi merapi besar terjadi, banyak kejadian-kejadian memilukan dan membuat trauma warga yang sampai sekarang belum tersembuhkan. Bukaan kawah sekarang nampak jelas dari kejauhan mengarah ke selatan dan tenggara dengan lebar dan kedalaman yang cukup siknifikan, sehingga ke depan bila terjadi letusan sekecil apapun kemungkinan besar mengarah keselatan.IMG_7404
Diperlukan penanganan dan perhatian serius terhadap hal di atas, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan masarakat harus tetap terjaga, maka pada tanggal 16 Oktober 2014 mulai jam 17.30 sampai jam 23.00 di laksanakan pemutaran film Mahaguru Merapi. Film tersebut menggambarkan perjalanan merapi dari normal sampai meletus besar, dan dampaknya yang dahsyat dari letusan tersebut. Sebagai penggagas dan pemrakarsa acara tersebut adalah Para Relawan Penggiat dan Pemerhati Merapi Gugur Gunung yang didukung oleh BPPTKG Yogyakarta dan donasi lain yang peduli terhadap keselamatan warga.
Menurut Nawa”Badak” salah satu pemrakarsa acara tersebut mengatakan, Safari Layar Tancep Mahaguru Merapi ini dalam rangka upaya untuk mengingatkan kembali kepada masarakat terhadap aktifitas Merapi berikut dampak letusannya yang dahsat seperti di 2010, apalagi sekarang bukaan kawah mengarah ke selatan, selain itu juga untuk mengetahui seberapa jauh respon masarakat terhapat mitigasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan, safari ini dilakukan di 12 titik yang salah satunya diadakan di tempat ini.
Malam itu Lapangan Jetis Argomulyo dipadati masarakat untuk menyaksikan Salat Merapi dengan pemutaran Film Mahaguru Merapi durasi 30 menit, adegan demi adegan dinikmati masrakat dengan kitmat, kemudian disisipi dengan pembagian dorprais untuk penonton.
Selain itu juga diadakan lomba kreasi Ronda Nuthuk Kentongan yang diikuti oleh 7 group berasal dari 8 Dusun Bantaran kali Gendol, juga ditayangkan film Judul Digdaya. Acara dibuka oleh Wabub Sleman dengan membunyikan kentongan, yang dalam sambutannya Ibu Yuni sangat terkesan dengan acara tersebut, sehingga aplous diberikan kepada para penggagas dan pemrakarsa acara, kenthongan salah satub alat yang dulu dijadikan alat komunikasi oleh simbag-simbah, namun karena perkembangan jaman kenthongan surut bahkan menghilang, untuk itu dengan lomba ini diharapkan tradisi komunikasi dengan nuthuk kenthongan untuk dihidupkan kembali. Apalagi kita hidup dekat dengan merapi, bila merapi kurdo maka bila alat komunikasi elektro macet mau tidak mau kenthongan sebagai penggantinya, begitu imbuhnya.
Acara ditutup sekitar jam 23.00 ditandai dengan pengumuman dan pembagian hadiah bagi pemenang lomba Kenthongan, sebagai juara 1 kelompok muda karya JFC Dusun Jaranan, Juara 2 Jetis ACSY dusun Jetis, dan Juara 3 Kelompok Tuo Ironi Dusun Jetis.
IMG_7424