Dishub Sleman – Komunitas Relawan, Persiapan Bankom Lebaran

SARIHARJO – SLEMAN. Dinas Perhubungan Komunikaso dan Informasi Kabupaten Sleman, mengadakan pertemuan dengan beberapa Komunitas Relawan dalam rangka menghadapi musim mudik Lebaran tahun 2016.IMG_1152

Pertemuan dilaksanakan di Jalan Gito Gati Ngaglik, Sleman, diantara Komunitas Relawan yang hadir adalah, Turgo Asri, Peduli Merapi, SKSB, Cakra, Merapi Balerante dan PMI.
Menurut Kepala Dishub Kominfo Sleman Pak Agus “ Musim Mudik Lebaran tahun ini diperkirakan akan lebih ramai, karena bersamaan dengan musim liburan panjang anak sekolah, sehingga pengguna jalan akan padat, tempat-tempat wisata semakin ramai pengunjung, hal demikian harus kita antisipasi sedini mungkin, Instruksi Bapak Gubernur,” bantuan kepada para pemudik tahun ini harus lebih baik dibanding tahun lalu oleh karena itu harus disiapkan betul sebelumnya”. Maka saya minta bantuan teman-teman relawan untuk ikut berpartisipasi dalam giat ini, yakni dengan mengirim personilnya untuk ditempatkan di Pos-Pos Pantauan “.
Efektif Bankom akan dikakukan dari H -4 sampai H +3, untuk H -4 Pos Pantauan dipusatkan di Terminal Jombor, sedang H +3 Pos Pantau dipusatkan di Pakem.
Bantuan di Pos yang diberikan meliputi, Bantuan Komunikasi / Informasi, Pengaturan jalan bersama Polisi, Kesehatan bersama PMI. Kusus di H +3 penekanan Posko adalah Destinasi Wisata, ikut mengarahkan / menginformasikan ke jalur-jalur wisata kususnya di Sleman, sehingga pemudik yang berlibur terbantu dan merasa aman dan nyaman.
IMG_1154

Jembatan Pules Siap Di Lalui Jalur Mudik Lebaran 2016

Pules -Turi sleman Jembatan pules girikerto turi satu tahun yang lalu jebol karena tidak  mampu menahan derasnya banjir yang di akibatkan hujan lebat yang berdurasi lama sehingga mengakibatkan banjir  dan jembatan pules tak mampu menampung debet derasnya banjir yang mengakibatkan jembatan jebol. Jembatan pules merupakan jembatan yang menghubungkan wilayah kecamatan turi dan kecamatan pakem yang mana jembatan ini di laluai pemakai jalan sebagai jalur alternatif ke solo darin arah barat dan jalur alternatif ke magelang .Sehingga saat jembatan pules jebol jalur alternatif di dapat di lalui oleh pemakai jalan sehingga berdampak pada masyarakat wilayah turi ,pakem dan tentunya pemakai jalan yang akan melintas menuju ke solo ataupun ke magelang .Sehingga pasca jebolnya jembatan ini warga yang akan melintas wilyah ini harus memutar balik untuk mencari jalur lain yang tentunya akan semakin jauh yang berdampak jalur perkampungan di lalui kendaran besar dan tentunya jalan kampung akan mengalami kerusakan .Dengan kesiapan pemerintah jembatan pules di bangun kembali dengan anggaran yang besar pula sehingga pengerjaan dapat di kebut. Dengan ukuran lebih lebar  dari ukuran jembatan lama sehingga jembatan nantinya lebih nyaman di pakai saat berpapasan dengan pengendara yang lain .Sehingga pemakai jalan akan lebih nyaman .Pengerjaan jembatan saat ini sudah 90% tinggal finishing saja sehingga saat lebaran 2016 nanti sudah dapat di lalui sebagai jalur mudik sehingga pemakai jalan yang akan melintas pules tidak memutar lagi .Dan di harapkan dengan berfungsinya kembali jembatan pules akan kembali mendongkrak perokonomian warga masyarakat sepanjang turi yang mengandalkan jual salak pondok .Karena sepanjang jalan turi- pakem banyak warga yang berjualan salak di sepanjang jalan  .Sehingga saat  jembatan pules putus  warga yang menjajakan salah pondok di sepanjang jalan turi-pakem jadi sepi.Dengan berfungsinya kembali jembatan pules akan dapat mendongkrak kembali kegiatan perekonomian warga masyarakat turi-tempel .

Pelatian Penanganan Gawat Darurat Dan Bencana Bagi Masyarakat

Dinas kesehatan- Sleman mengadakan pelatian penanganan gawat darurat dan bencana bagi masyarakat kawasan rawan bencana di wilayah tempel .Untuk meningkatkan kapasitas warga masyarakat dinas kesehatan sleman menggelar pelatian bagi masyarakat tentang Penanganan Gawat Darurat dan Bencana  .Kegiatan ini di peruntukan untuk warga  masyarakat yang bermukim di wilayah kawasan rawan bencana .Materi yang di berikan kepada seluruh peserta tentang kebencanaan dan penangananya sehingga masyarakat yang bermukim di kawasan rawan bencana memiliki kapasitas sehingga saat terjadi bencana akan siap dengan apa yang di lakukan .Pelatian ini di bagi beberapa gelombang untuk gelombang pertama di laksanakan di kecamatan tempel yang menempati di lokasi puskesmas tempel 2 .Pelatian ini  di ikuti 50 orang peserta dari perwakilan masing desa dan relawan setempat di wilayah tempel.waktu pelaksanan hari selasa -rabu tanggal 27-28 juni 2016 .Materi yang di sampaikan panitia antara lain

1.Kebijakan pemerintah kabupaten sleman tentang penanggulangan bencana.

2.Cara penggunaan alat komunikasi dan perawatan

3.Simulasi penanganan kebakaran .

4.Praktek PPGD

Pelatian yang di laksanakan  selama 2 hari peserta mendapatkan  materi secara teori dan praktek sehingga masyarakat benar -benar mampu melakukan sesuatu saat terjadi bencana .materi hari pertama  pertama masyarakatkan di perkenalkan tentang jenis bencana  dan mitigasi bencana yang di sampaikan dari BPBD sleman .Materi kedua pengenalan alat komunikasi ,cara penggunaanya serta cara perawatanya .Materi ketiga masyarakatakan di perkenalkan tentang penanganan kebakaran serta mempraktekan bagaimana memadamkan api yang masih bisa di kendalikan sehingga tidak merambat luas materi ini di sampaikan oleh Tim pemadam kebakaran  kabupaten sleman .Dan untuk materi hari kedua adalah tentang penanganan PPGD yang di sampaikan oleh poltekes jogjakarta dan dalam materi ini peserta di berikan tentang kegawat daruratan dan penanganannya .Dalam materi ini di bagi  di  beberapa sesen  antara lain ,RJP,penanganan patah tulang ,serta evakuasi korban.  Sehingga peserta nantinya mampu mensosialisasikan kegiatan ini di masyarakat sehingga masyarakat yang bermukim di kawasan rawan bencana tidak panik saat terjadi bencana .Dan mampu memberikan penanganan kepada warga lain yang membutuhkan pertolongan pertama saat mengalami fase bahaya yang mengacam jiwa .Pelatian yang di laksanakan selama 2 hari seluruh peserta mengikuti dengan penuh antusias sehingga materi yang di berikan dapat terserap terbukti seluruh peserta mampu mempraktekan materi yang di sampaikan .Dan setelah kegiatan ini di laksanakan di harapkan seluruh peserta untuk mengembangkan sebagai tindak lanjut dari kegiatan di masyarakat masing-masing.

 

 

Kunjungan BPBD Kutai Timur ke Destana Argomulyo Cangkringan

ARGOMULYO – CANGKRINGAN. Pada hari Jum’at 24 Juni 2016, BPBD Kabupaten Kutai Timur Propinsi Kalimantan, mengadakan kunjungan ke Destana Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman, maksud dan tujuannya adalah untuk silaturohmi dan bertukar pikiran perihal Desa Tangguh Bencana.IMG_1130
BPBD Kutai Timur dipimpin oleh Bp Ahmad Junaedi beserta Bidang Administrasi dan Bendahara, sedang dari Destana Argomulyo terdiri dari Kades beserta jajarannya dan 20 orang mewakili FPRB tim Destana, BPBD Sleman diwakili Pak Joko.
Dalam pertemuan tersebut dilakukan sarasehan dan dialog tentang Destana, BPBD Kutai Timur minta penjelasan tentang proses penyelenggaraan Desa Tangguh Bencana, dari asal mula sebelum sampai terbentuknya Destana dan administrasi penyelenggaraan Destana.
Pemaparan dan penjelasan Destana Argomulyo disampaikan oleh Pak Priyono, mewakili tim Destana, materi diuraikan secara global dan singkat dari proses awal sampai terbentuknya Destana ( terbentuknya FPRB, Unit Laks, dokumen Rencon ).
Dari hasil pemaparan, ternyata ada beberapa hal yang berbeda di Kutai Timur, misalnya kesadaran masyarakat tentang mitigasi bencana masih kurang, kapasitas masih kurang, para pegiat kebencanaan masih minim.IMG_1136
Menurut Pak Ahmad Junaedi “ Kunjungan ini penting bagi kami yang ada di Kutai, walau jenis bencananya berbeda dengan yang ada di sini (red. Merapi). Karena program ke depan kami akan membuat Destana-Destana di tempat kami, sehingga hal ini dapat menambah referensi kami di Kutai nanti pada waktu pembuatan Destana berikut Renkonnya, permohonan kami jika diperkenankan, mungkin silaturohmi tidak hanya sekali ini saja, mungkin diwaktu lain kami mengajak Kepala-kepala Desa untuk berkunjung lagi ke Desa Argomulyo”.
Acara tersebut berjalan lancar, namun karena terbatasnya waktu karena pas hari Jum’at, maka kupasan materi tidak bisa dipaparkan secara detail dan hanya pokok-pokoknya saja.

Harga Pasir bagaikan Emas, Tanggul Jadi Sasaran Penambang

ARGOMULYO-CANGKRINGAN. Jum’at tanggal 24 Juni 2016, beberapa penambang manual dipanggil / dikumpulkan di Kantor Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman, pasalnya para penambang tersebut nekad mengampil pasir di tanggul bantaran Sungai Gendol, sehingga hal tersebut sangat membahayakan keselamatan.
Para penambang tersebut berjumlah 9 orang berasal dari Desa setempat, dikumpulkan untuk diberi penjelasan dan pelarangan bahwa penambangan seperti itu harus dihentikan, kalau tetap nekad maka akan ditempuh jalur hukum. Selain peringatan keras para penambang juga membuat surat pernyataan di atas kertas segel, bahwa tidak akan mengulangi lagi perbuatannya bila mengulangi lagi, maka siap diproses sesuai hukum yang ada.IMG_1123
Adapun lokasi yang ditambang adalah, tanggul bantaran sungai Gendol sisi barat, di bekas dusun Bakalan Desa Argomulyo. Untuk mengelabui petugas, penambangan dilakukan pada pagi buta, kira – kira jam 3 pagi sampai jam 5.30 WB. Kades Argomulyo Pak Dardjana ditemui di ruang kerjanya, membenarkan hal tersebut dan antisipasi ke depan pengawasan akan diperketat agar tidak terjadi lagi hal serupa.IMG_1096

Kepengurusan Baru MDMC Sleman Audensi ke BPBD

S L E M A N. Kepengurusan Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah Kabupaten Sleman atau MDMC periode 2015 – 2020, hari Jum’at 24 Juni 2016 mengadakan Audensi dengan BPBD setempat.IMG_20160128_110206
Bertempat di Gedung pertemuan BPBD, pengurus MDMC disambut langsung oleh Kalak BPBD Kabupaten Sleman beserta jajarannya. MDMC sebagai Lembaga yang ada di Ormas Muhammadiyah yang kusus menangani masalah Kebencanaan, dalam audensi tersebut, dihadirkan perwakilan amal usaha yang menjadi mitra kerjanya yakni Kokam, Pasmina, AMM dan PM.IMG-20160624-WA0006
Menurut Ketua LPB PDM Sleman / MDMC yang baru, Fauzan “ MDMC sebagai Lembaga yang ada di Persarikatan Muhammadiyah, yang kusus bekerja di bidang Kebencanaan, berusaha ikut membantu pemerintah dalam hal penanganan dampak dari adanya bencana, dengan adanya audensi ini ke depan semoga MDMC dan BPBD dapat lebih menjalin kerja sama. Semoga keberadaan MDMC ini dapat bermanfaat untuk warga masyarakat”. Lebih lanjut dalam waktu dekat MDMC secara administratif akan mendaftarkan relawannya ke BPBD, sesuai petunjuk dan prosedur yang ada.
Sebagai kantornya adalah di Gedung PDM Kabupaten Sleman, Dusun Niron Pendowoharjo Sleman.

Sleman, Bantuan Untuk Tanah Longsor Purworejo

S L E M A N. Beberapa Komunitas Relawan Kabupaten Sleman, pada hari Rabu 22 Juni 2016 membantu bencana tanah longsor di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah.IMG_1114

IMG_1118
Komunitas dimaksud diantaranya, LPB MDMC, AMM Godean, PM Seyegan, bantuan yang diberikan berupa logistik / pakaian anak, peralatan mandi dan cuci, mi instan, selimut, minuman, kebutuhan wanita, tas sekolah.
Sejumlah personil dengan peralatan gergaji sinso, sekop, cangkul ikut membantu membuka akses jalan dusun karena tertutup longsoran tanah. Berada di Dusun Jambean, Sidorejo, Purworejo jalan fital di dusun tersebut sepanjang 75 M tertutup tanah dengan ketinggian sekitar 40 cm. Menurut warga, pembukaan akses jalan hanya bisa secara manual karena alat berat kesulitan masuk lokasi, maka masih dibutuhkan tenaga untuk membantu warga bergotong royong. Tidak ada korban jiwa di dusun tersebut, longsoran bukit sekitar 200 M menutup jalan, menurut pak Mariyo warga setempat, mengatakan “ Alhamdulillah jatuhnya longsoran tidak keselatan, karena sisi selatan banyak pemukiman warga, longsoran ke barat hanya mnutup jalan dan kebun, relawan belum banyak yang ke sini mas mungkin karena tidak ada korban jiwa, tolong kalau masih ada diarahkan ke sini mas “ begitu tuturnya.
Ada beberapa titik yang masih perlu bantuan, baik materiil maupun tenaga relawan, berdasar pantauan di lapangan masih dibutuhkan waktu beberapa hari untuk kerja bakti, gotong royong.

ARG Prambanan, Ekstensometer Dan Persoalan Sinyal

PUSDALOPS, Saat perubahan cuaca cukup signifikan terutama pada curah hujan seiring peringatan dari BMKG  dari tanggal 17 sampai 20 Juni  tentang potensi hujan lebat, menyusul perintah dari BNPB untuk mewaspadai  informasi BMKG disertai peringatan dini dari  BMKG DIY.

Berdasarkan pertimbangan informasi di atas PUSDALOPS melakukan berbagai upaya monitoring cuaca pada wilayah  khususnya yang sangat berpotensi akan  terjadinya tanah longsor, yaitu  wilayah Prambanan. Sampai saat ini  masih ada  kendala salah satunnya adalah pada sistem  ARG (BPBD)Gayamharjo, Watukangsi dan Gunung Cilik tidak dapat kami monitoring langsung di PUSDALOPS, hal ini disebabkan oleh faktor sinyal yang tidak ada, karena kebanyakan wilayah Prambanan adalah area blank spot , walaupun dalam system ekstensometer sendiri telah dilengkapi sirine otomatis  yang bisa menyala saat pergerakan tanah melampaui ambang batas parameternya.

ARG  BMKG Prambanan kota pun yang  setidaknya bisa mewakili curah hujan real time pada wilayah dimaksud dan sistem AWLR Sungai Opak dan visualnya dalam keadaan offline saat itu.                     Kendala  lain adalah dalam komunikasi  frekwensi , kurang kuatnya sinyal radio adalah sebagai penyebab  lambatnya informasi dari wilayah Prambanan.

Dalam hal ini  diperlukan sebuah  kajian hingga solusi bagaimana mengatasi persoalan (teknis) di atas. PUSDALOPS yang juga berfungsi sebagai pemantau tentu sangat  membutuhkan informasi yang cepat dari suatu wilayah potensi bencana, dari informasi awal pra bencana yang (saat ini) didominasi oleh faktor cuaca setempat, sebagaimana kita tahu bahwa sebagian wilayah Prambanan berpotensi terjadi tanah longsor.  Sebetulnya sistemnya sudah ada dan terpasang di PUSDALOPS,  namun kembali ke persoalan  sinyal . Di balik keterbatasan di atas kita selalu berharap semoga wilayah Prambanan tidak terjadi kejadian kebencanaan. Semoga (den)

Dampak Anomali Cuaca 2016

PUSDALOPS, Pada hari yang lalu BMKG telah memberikan informasi  bahwa pada tanggal 17 sampai 20 Juni di mohon waspada adanya potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang, hal tersebut berdasarkan tinjauan atmosfir dan indikasi pontesi hujan lebat yang bisa mengakibatkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan sebagainya, di sebagian wilayah Indonesia termasuk DIY dan Jawa Tengah di dalamnya.

Informasi BMKG di atas langsung di share ke masing masing instansi terkait, segera setelah informasi tersebut di rilis BNPB perintahkan BPBD tingkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir dan longsor.

Sejauh pengamatan dan pemantauan PUSDALOPS kejadian tersebut muncul pertama pada tanggal 18 Juni kemarin, Sebagian besar wilayah Yogyakarta termasuk Sleman terjadi hujan variasi sedang hingga lebat. Hal tersebut berdasarkan laporan yang masuk dari masyarakat di berbagai wilayah di Sleman. Pengamatan secara instrument online juga menunjukkan adanya peningkatan curah hujan yang cukup signifikan di ARG lembah UGM, ARG BPTP Maguwoharjo.

Komunitas di wilayah Sungai Code sore kemarin seperti biasa meminta informasi perkembangan curah hujan di atas. Dari pantauan hingga pukul 18:00 WIB ketinggian air di AWLR Gemawang mengalami peningkatan variasi 30 cm dari sebelumnya. Kroscek dengan rekan di kota saat itu Sungai Code mengalami peningkatan kisaran 20 cm dengan aliran yang cepat.

Beberapa kejadian bencana klimatologi sore itu terjadi di luar wilayah Sleman, yaitu di wilayah Kulon Progo, Bantul, Gunung Kidul, Purworejo, Wonosobo, Sukoharjo, Banjarnegara, Kendal, Sragen, Purbalingga, Klaten , Wonogiri, Pemalang, Karanganyar, Cilacap, dilaporkan adanya korban jiwa terbanyak akibat tanah longsor di Purworejo. Data terkini dari Posko BNPB berdasarkan laporan BPBD Banjir dan tanah longsor di Jawa Tengah mengakibatkan 24 orang tewas dan 26 orang hilang dan masih dalam pencarian. (den)

 

Jenis-Jenis Bantuan Logistik Darurat Dari BPBD Sleman

PUSDALOPS, Selain penanganan, BPBD Sleman juiga memberikan bantuan darurat baik pangan maupun non pangan kepada korban terdampak bencana,  ini diberikan kepada korban setelah mendapat laporan assessment TRC yang di lapangan dan atau  verifikasi petugas tentu seiring dengan klasifikasi kerusakan  dan kondisi di lapangan. Hal ini adalah sebagai perwujudan BPBD Sleman dalam pelayanan/ bantuan terhadap korban bencana.

BPBD Sleman dalam hal ini selalu mempersiapkan logistik dengan stok opname yang selalu siap dan telah menyalurkan bantuan darurat yang bersumber dari BNPB maupun BPBD Sleman kepada sekian banyak korban bencana di Sleman selama ini.

Adapun beberapa jenis bantuan yang disalurkan adalah :

Bantuan logistik pangan diantaranya Paket Logistik Pangan yaitu mie instant, sarden, gula, pasir  , susu dan teh, berbagai  jenis roti dan sereal untuk tambahan gizi serta berbagai jenis lauk pauk makanan kaleng yang kesemuanya selalu terjaga kebersihan maupun kelayakannya , artinya tidak sampai tanggal kadaluwarsa. Untuk jenis makanan kaleng rata rata bersumber dari BNPB melalui BPBD DIY.

Bantuan logistik non pangan yang paling banyak di distribusikan sampai saat ini adalah terpal, hal ini sesuai dengan  jumlah kejadian angin kencang yang cukup tinggi dan sangat dibutuhkan korban ,   karena rata-rata atap rumah yang terdampak. Selain terpal  material berupa seng, asbes, karung bagor, bronjong dan peralatan kerja bakti  juga telah di distribusikan sesuai kebutuhan darurat lapangan saat kejadian maupun pada penanganan.

Bantuan lain berupa sandang untuk dewasa dan anak , perlengkapan kebersihan serta kesehatan, perlengkapan bayi dan perlengkapan sekolah untuk anak  Sekolah Dasar, peralatan dapur keluarga  juga telah sebagian di distribusikan.

Dalam hal ini tentunya BPBD Sleman menyalurkan bantuan- bantuan tersebut telah  sesuai prosedur yang telah ditetapkan.(den)