BANTUAN BPBD SLEMAN KEPADA KORBAN KEBAKARAN DI TURI

TURI,  Jum’at 28 Agustus 2015 BPBD Sleman melalui Seksi Logistik dan Penanganan Pengungsi menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di dusun Pulewulung, Rt 05/ Rw 29 Bangunkerto, Turi, Sleman. Pemilik rumah atas nama bapak Suhardi dengan jumlah keluarga lima orang.
Kejadian ini terjadi pada Kamis dini hari atau sekitar jam 01:00 WIB, namun baru dilaporkan ke BPBD Sleman pada hari Kamis jam 11 :45 oleh Trantib Kecamatan Turi dan langsung ditindaklanjuti dengan cek lokasi oleh staf BPBD Sleman. Penyebabnya kejadian ini adalah konsleting aliran listrik di instalasi dapur tersebut. Karena letak dapur terpisah dengan bangunan rumah utama kerusakan total hanya pada bagian dapur saja yang rata dengan tanah. Taksiran sementara kerugian berkisar 10 juta rupiah.
Bantuan yang diberikan BPBD Sleman adalah 1 paket peralatan dapur keluarga, 3 paket logistik pangan, 2 paket lauk pauk, 1 buah selimut, 5 lembar seng diserahkan langsung oleh Kepala Seksi Logistik dan PP BPBD Sleman, Dwi Harjanto SE. kepada korban, beliau berharap agar bantuan ini dipergunakan sebagaimana mestinya, dan memohon peran serta aktif pamong setempat untuk melaporkan kejadian maupun perkembangan pasca kejadian ini agar segera ditindak lanjuti. (den)

RAPAT KOORDINASI PROSEDUR PINJAM PAKAI PERALATAN

PUSDALOPS, Kamis, 27 Agustus 2015 bertempat di ruang rapat BAYU INDUK diselenggarakan rapat koordinasi tentang prosedur peminjaman peralatan BPBD Sleman. Di pimpin oleh KaSie Logistik dan Penanganan Pengungsi, Dwi Harjanto SE.
Dalam kesempatan pertemuan  pertama ini  guna menyaring aspirasi dan meminta masukan dari Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik beserta semua Kepala Seksi berikut staf, gudang BPBD dan perwakilan Tim Reaksi Cepat BPBD Sleman.
Selama ini BPBD Sleman masih mengijinkan di luar instansi meminjam peralatan, namun setelah di evaluasi secara intern ternyata harus ada yang perlu dibatasi dan dibuatkan regulasi dalam hal ini. Sebagian besar peralatan adalah untuk kepentingan darurat yang sewaktu waktu harus siap digunakan, jika peralatan tersebut tidak ditempat tentu akan menghambat penanganan, jadi harus dibuatkan aturan khusus mana yang boleh dipinjamkan.
Selain itu juga diperlukan klasifikasi peminjam, misalnya antar SKPD, intern BPBD, komunitas relawan, kampus dan masyarakat umum. Relevansi kegiatan yang disetujui dengan mempertimbangkan masih dalam konteks kegiatan bencana atau pra bencana. Secara administratif tentang surat permohonan pinjam pakai, surat pertanggung jawaban, blangko cek alat, sanksi jika menyalahi aturan dan masih banyak lagi yang perlu di bahas.
Regulasi yang mengacu pada aturan dasar dari Permendagri No 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Asset Daerah akan segera disusun oleh tim demi mempermudah semua pihak agar jika nanti ada pihak lain yang membutuhkan harus secara lebih prosedural.(den)

RAPAT PENGELOLAAN BARAK PENGUNGSIAN

POSKO UTAMA, Rabu 26 Agustus 2015 Seksi Logistik dan Penanganan Pengungsi BPBD Sleman kembali mengadakan pertemuan guna membahas manajemen barak pengungsian sebagai kelanjutan rapat rapat sebelumnya.

Dihadiri oleh seluruh penjaga barak beserta aparat desa setempat dan staf Opersional serta seluruh staf Logistik dan Penanganan Pengungsi, rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Logistik dan Penanganan Pengungsi BPBD Sleman , Dwi Harjanto SE. Dalam sambutannya pertemuan kali ini difokuskan pada pembuatan penyempurnaan profil barak yang telah didahului dengan rapat rapat sebelumnya dan seluruh peserta diharapakan sudah siap untuk memaparkan profil barak yang mereka kelola secara detail.

Tanya jawab sebelum paparan di mulai muncul beberapa pertanyaan dari penjaga barak tentang berbagai hal untuk melengkapi profil barak dan ketugasan sebagai penjaga barak itu sendiri.Dalam pertemuan kali ini baru tiga barak yang memaparkan profilnya, yaitu barak Pondokrejo, Girikerto dan Randusari. Masih ada beberapa yang harus disempurnakan dalam paparan mereka, karena harus secara detail di sampaikan seperti Luas tanah, Luas bangunan, spesifikasi bangunan temboknya, atapnya, kondisi halaman paving atau masih rumput dan sebagainya.

Dwi Harjanto berharap agar barak barak yang lain segera melengkapi profilnya agar dalam paparan selanjutnya sudah lengkap, nantinya jika pengelolaan barak diserahkan ke desa setempat sudah lengkap dengan dokumen administrasinya. (den)

DISULAP MENJADI ARENA GRES TRECK RODA DUA ( BEKAS HUNIAN SEMENTRA DESA GLAGAHARJO CANGKRINGAN )

GLAGAHARJO – CANGKRINGAN. Bekas Hunian Sementara ( selter ) , yang terletak di Dusun Banjar sari Desa Glagaharjo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman, dalam memeriahkan peringatan Kemerdekaan RI ke 70, di pergunakan untuk arena balap dan ketangkasan kendaraan roda dua / Trail.

Tanah luas sekitar 2.000 M berada berdampingan dengan Huntap Banjar sari Desa Glagaharjo Cangkringan, dimanfaatkan oleh warga huntap untuk lapangan, arena pentas seni. Bulan Agustus 2015 oleh PemDes diubah menjadi arena olah raga sepeda motor / Trail, tepatnya hari Minggu 23 Agustus 2015, dilaksanakan lomba baik untuk kelompok umum maupun penggembira ( Perangkat Desa se Cangkringan ).
Melihat antusiasme baik peserta maupun penonton yang cukup tinggi, maka sebaiknya arena tersebut di pertahankan untuk Gres Treck dan dikelola dengan baik. Dengan harapan, bisa menambah penghasilan bagi warga sekitar terutama warga Huntap setempat, sebagai hiburan/tontonan warga, sebagai wadah pecinta balap motor ( teruntuk generasi muda setempat ), bisa menambah PAD.
Pengelola arena tersebut bisa dikelola oleh lembaga, misal dibentuk BUMDES, atau lembaga Desa lain. Dimungkinkan bila dapat berjalan, selanjutnya bisa muncul jenis usaha lain yang bisa menambah menghasilan, apalagi di Desa Glagaharjo masih banyak aset-aset yang bisa dijadikan obyek usaha ( misal daerah yang masih terlihat bekas erupsi 2010, Gardu Pandang Glagahsari dengan Bukit Kendilnya, dll ).

KUNJUNGAN BPBD KOTA BANJARMASIN KE BPBD SLEMAN

POSKO UTAMA. Selasa, 25 Agustus 2015 BPBD Sleman menerima kehadiran tamu dari BPBD Kota Banjarmasin dalam rangka studi banding, menimba pengetahuan dari BPBD Sleman fokusnya pada manajemen logistik.

Kunjungan ini dipimpin oleh Bapak Irwani selaku Kepala Seksi Logistik BPBD Kota Banjarmasin didampingi oleh beberapa seksi dari bidang Rehab Rekon dan bidang lain. Di dampingi Ka Sie Logistik dan Penanganan Pengungsi BPBD Sleman Bapak Dwi Harjanto.SE, kunjungan ini juga menuju gudang di BPBD di Pakem untuk melihat secara langsung manajemen dan penataan logistik dan kondisi gudang BPBD Sleman. Dwi Harjanto memberikan penjelasan tetang bagaimana manajemen Logistik Sleman yang terus berjalan  selama ini.

Selain itu  juga melihat ruang Pusdalops mencermati tetang sistim kerja baik peralatan maupun teknologi informasi yang diterapkan di Pusdalops Sleman, fasilitas ruang ruang yang ada dan sekilas komunikasi dengan TRC dan personil Pusdalops.

Bapak Irwani  dalam keteranganya kagum terhadap apa yang telah dilakukan Sleman sampai saat ini apa lagi di dukung dengan sarana dan prasarana memadai sekelas BPBD tipe A, di BPBD kota Banjarmasin sendiri masih jadi satu dengan Dakmar segala sesuatunya walaupun cakupan wilayah yang cukup luas BPBD kota Banjarmasin termasuk tipe B, imbuhnya. (den)

BANTUAN LOGISTIK UNTUK RELOKASI NGLENGKONG DAN LEMAH BANG PRAMBANAN

PRAMBANAN, Minggu 23 Agustus 2015 BPBD Sleman kembali memberikan bantuan logistik guna mendukung kegiatan relokasi warga terdampak tanah longsor di dusun Nglengkong Sambirejo, dan Lemah Bang Gayamharjo Prambanan .
Bantuan diserahkan oleh Kepala Seksi Logistik Bencana dan Penanganan Pengungsi BPBD Kabupaten Sleman bapak Dwi Harjanto dan diterima oleh kepala dusun Nglengkong disaksikan oileh komunitas FPRB Bandung Bondowoso Prambanan, sementara untuk dusun Lemah Bang diterima langsung oleh bapak Wakiran selaku warga terdampak.
Bantuan yang didistribusikan kali ini adalah peralatan kerja bakti berupa Angkong 2 unit, Skop 10 buah, Senggrong 5 buah, masker 150 lembar, Logistik pangan 10 paket, Lauk pauk 5 paket, Tambahan gizi 5 paket, sementara untuk Lemah Bang diberikan 5 paket logistik pangan.
Dwi Harjanto dalam arahan singkatnya mohon bantuan ini dimanfaatkan sepenuhnya agar kegiatan relokasi warga terdampak dapat berjalan lancar tidak sampai kekurangan logistik dan semoga sesuai target waktu yang telah ditentukan.(den)

RAPAT PEMBAHASAN GUDANG LOGISTIK

POSKO UTAMA, Senin 24 Agustus2015 bertempat di ruang rapat Posko Utama lantai 2 diadakan acara rapat koordinasi tentang pembahasan kelengkapan gudang logistik. Acara ini diselenggarakan oleh Seksi Logistik Bencana dan Penanganan Pengungsi dan dihadiri oleh Kepala Bidang Kedaruratan Dan Logistik seluruh staf Seksi Logistik dan Penanganan Pengungsi, perwakilan TRC dan petugas pengelola Logistik.
Rapat dibuka oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bp. Makwan STP.MT, dalam sambutannya masih diperlukan beberapa penyempurnaan tentang pergudangan BPBD Sleman baik secara administratif maupun fisik gudang. Secara riil gudang Pakem belum sepenuhnya bisa menampung logistik yang ada karena luas yang sangat terbatas dengan demikian semua jajaran logistik harus mampu memaksimalkan gudang tersebut.
Sesuai PERKA BNPB No. 06 Tahun 2009 tentang Pergudangan, sebagai mana regulasi tentang, denah gudang, sistim penyimpanan, peralatan sarana pendukung, spesifikasi gudang Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota. Dalam hal ini Gudang BPBD Sleman melalui Seksi Logistik akan menyempurnakan kondisi gudang agar mendekati gudang ideal sesuai regulasi tersebut dengan meminta masukan dan bantuan dari semua peserta yang hadir dan yang terkait. (den)

Kebakaran kios pasar kalasan

Kejadian kebakaran kios milik ibu Eni 60 tahun pasar glondong tirtomartani kalasan sleman.kronologi kejadian kebakaran hari minggu 23 agustus 2015 jam 16 .55 wib menurut pemilik kios api di duga berasal dari putung rokok yang di buang saudara di dapur karena sekitar tempat memasak banyak kertas berserakan .warga sekitar pasar yang melihat kejadian berusaha memadamkan api dengan alat seadanya ,tak lama kemudian pemadam kebakaran datang dan segara berusaha memadamkan api yang masih tersisa .dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa kerugian materi di perkiraan 10 juta .

DISKUSI “KAJIAN KEBUTUHAN PELAYANAN DASAR DESA DI DAERAH RAWAN BENCANA” OLEH PSMB BERSAMA PEGIAT KEBENCANAAN DI CANGKRINGAN

WUKIRSARI – CANGKRINGAN. Hari Sabtu 22 Agustus 2015, bertempat di RM Timbul Roso, Pusat Studi Manajemen Bencana ( PSMB ) UPN “VETERAN” Yogyakarta bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, mengadakan diskusi dengan judul “ Kajian Kebutuhan Pelayanan Dasar Desa di Daerah Rawan Bencana” .

Peserta diskusi, sekitar 25 orang meliputi, Perangkat PSMB, Tim Peniliti Puslitbang Kementrian Pembangunan Desa, Pegiat Kebencanaan, Perwakilan sebagian Komunitas yang ada di Cangkrigan dan Pakem. Penelitian diadakan menindak lanjuti surat permohonan Kepala Pusat dan Pengembangan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Dalam kata sambutannya Pak ET mengawali diskusi,mengatakan “ Diskusi bersama Kementrian Pembangunan Desa, diharapkan rekan-rekan memberikan masukan tentang pengalaman hal kebencanaan dari tahun 1994 sampai 2015, begitu juga permasalahan-permasalahan yang timbul, Pemikiran-pemikiran / solusi alternatif Pemecahan masalah “.

Dalam perjalanannya diskusi, dipaparkan pengalaman-pengalaman penanganan kebencanaan, kendala / masalah yang timbul di lapangan, ke depan apa yang harus dilakukan, beberapa alternatif solusi untuk pemecahan permasalahan yang timbul.
Pak Joko mewakili Tim Peneliti, mengatakan “ Berterima kasih atas diskusi ini, sangat penting masukan, saran, ide dari konco-konco pegiat kebencanaan, bisa dijadikan masukan ke depan “.
Diskusi di mulai jam 09.00 WB dan berakir jam 12.00 WB, sebelum menutup diskusi, pemrakarsa, mengajak kepada teman-teman pegiat kebencanaan kususnya di Desa, untuk tetap semangat, waspada, tanggap, dan aktif menjalin komunikasi dengan Pemerintah baik Kabupaten maupun Desa.

KEBAKARAN LAHAN BAMBU DUSUN NGLONCOMAN PENDOWOHARJO

Kejadian kebakaran hari jumat 21 agustus 2015 kurang lebih jam 18 05 wib di lahan kebun bambu milik warga ngloncoman pendowoharjo sleman  .krononologi kejadian sekitar jam 18.05 wib seorang warga  melihat titik api di perkebunan bambu. Namun warga tidak merespon dikira hanya pemilik kebun  membakar sampah namun beberapa selang waktu api semakin membesar .Serentak warga sekitar kebun bambu keluar menuju lokasi titik api berusaha memadamkan api karena api semakin membesar. Seorang  Relawan yang berada di lokasi menghubungi pemadam kebakaran kabupaten sleman .Selang 15 menit pemadam kabupaten sleman  sampai di lokasi segera memadamkan api dan tak lama api sudah di bisa di kuasai di padamkan. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun materi .