Gladi Lapang Destana Desa Trimulyo

Trimulyo -Turi Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana BPBD Sleman menggelar gladi lapang di desa trimulyo kecamatan turi .Gladi lapang di laksanakan hari sabtu tanggal 20 agustus 2016 di halaman desa trimulyo sleman gladi lapang ini di ikuti berbagai unsur ;

1.Pamong desa trimulyo

2.Satlinmas .

3.Komrel

4.Warga masyarakat setempat

Gladi lapang ini di gelar untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap menghadapi bencana .Sehingga di harapkan di saat  bencana itu datang dengan harapan masyarakat akan siap bertindak sesuai sop yang sudah di terapkan sehingga akan meminimalisir korban .Gladi yang di laksanakan kali ini di simulasikan disaat terjadi bencana gunung merapi warga masyarakat yang terkena dampak langsung di evakuasi ke barak terdekat .Bila barak terdekat sudah penuh  menampung pengungsi maka barak selanjutnya siap menerima para pengungsi .Sebagai pelaku warga masyarakat pengungsi di peragakan oleh warga masyakat yang terdiri dari ;

1.Orang dewasa

2.kelompok defabel

3.anak-anak

4.kelompak rentan

Gladi lapang ini di laksanakan sekitar satu jam dengan peralatan yang di dukung  oleh BPBD Sleman .Dengan urutan evakuasi yang sudah di kemas oleh panitia ,Seluruh peserta mengikuti giat gladi ini dengan antusias .Sehingga masyarakat nantinya di harapakan tidak panik di saat menghadapi bencana dan mampu bertindak sesuai sop yang sudah di bentuk oleh masyarakat sendiri.

Komunitas Relawan Sleman Berlatih Mendirikan Tenda Pengungsi

PURWOBINANGUN – PAKEM. Pada hari Sabtu dan Minggu, 20 – 21 Agustus 2016 bertempat di Barak Pengungsian Purwobinangun Pakem Sleman, 26 Komunitas Relawan Sleman, berlatih bersama tentang tehnik / cara mendirikan Tenda Pengungsian ( Tenda BNPB ) yang benar dan cepat.
IMG_1765
Sistim Pelatihan dibagi dalam 2 Pengajaran, yakni dengan pemberian materi di ruangan dan dilanjutkan Praktek Lapangan yang masing-masing diberikan oleh TRC BPBD Sleman.
Menurut Instruktur TRC “ Baik sekali temen-temen Komunitas Relawan mau belajar dan berlatih tentang tehnik dan cara pemasangan tenda pengungsian versi BNPB, karena model dan strukturnya berbeda dengan tenda lain, sehingga perlu latihan yang cukup “.
Pada awalnya, praktek terlihat agak sulit dan kadang keliru dalam pemasangan struktur tenda, namun lama kelamaan tenda bisa berdiri dengan sempurna. Menurut Bagus, dari Sembada Rescue “ Baru kali ini kami secara langsung mendirikan tenda dari BNPB, ternyata beda dengan jenis tenda yang lain, sehingga memang harus banyak praktek langsung, saya kira kalau belum langsung kaya gini kita kesulitan “.IMG_1773
Dari ke 26 Komunitas dibagi dalam 2 gelombang, satu hari 13 Komunitas berlatih secara bergantian, 1 angkatan berlatih sebanyak 4 tenda dan masing-masing Komunitas disediakan waktu 1 jam.

Destana Argomulyo Juara Gerak Jalan

ARGOMULYO – CANGKRINGAN. Tim Gerak Jalan Destana ( Desa Tangguh Bencana ) Desa Argomulyo, mengikuti lomba yang diadakan Panitia HUT RI ke 71 Kecamatan Cangkringan dan berhasil mendapatkan Juara Harapan 1.
IMG_1540
Lomba Gerak Jalan diadakan pada hari Jum,at tanggal 12 Agustus 2016, diikuti sebanyak 75 Kontingen dari tingkat SD, SMP, SLA dan umum. Tim Destana Argomulyo berjumlah 11 orang dengan komandan Agus Marfel, dengan nomer dada 60 memakai kaos ciri kas berwarna biru. Lomba menempuh jarak 5 KM, star dan finis depan Kantor Kecamatan Cangkringan baru, dimulai jam 14.00 berakir jam 16.30.
Pengumuman kejuaraan dilakukan bersamaan dengan Upacara Bendera, peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke 71 tingkat Kecamatan Cangkringan, piala dan piagam langsung diterima Komandan regu.
IMG_1722

Peringatan Hari Ulang Tahun Paguyuban SKSB ke 10

CANGKRINGAN – SLEMAN. Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 6 Agustus 2010, SKSB ( Saluran Komunikasi Sosial Bersama } Cangkringan, memperingati hari lahirnya yang ke 10. Peringatan di laksanakan di bekas Balai Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.
IMG_1409 Bulan Agutus merupakan bulan, dimana Paguyuban SKSB ( Saluran Komunikasi Sosial Bersama } Cangkringan berdiri. 10 Tahun silam waktu itu terjadi erupsi Merapi dan warga Desa Kepuharjo sisi utara banyak yang harus mengungsi di tempat yang aman., penanganan pengungsi belum maksimal, belum banyak para penggiat kebencanaan / relawan misalnya, kemudian para Pemuda Desa Kepuharjo dengan dukungan dan bimbingan Bp Gembong bekerja sama dengan instansi terkait, membentuk wadah para pemuda yang waktu itu bersemangat membantu para pengungsi, dan wadah tersebut sekarang bernama SKSB { Saluran Komunikasi Sosial Bersama }.
Peringatan tahun ini dilaksanakan dalam acara yang sangat sederhana, sekedar Potong Tumpeng dan Silaturohmi, Sarasehan bersama, hadir dalam acara tersebut diantaranya, Kalak BPBD Sleman beserta Jajarannya, Pak Yulisetiyono Kalak sebelumnya, Dishub Sleman, Muspika Kecamatan Cangkringan, FKKRS, Perwakilan Komunitas Sleman Timur, seluruh anggota SKSB dan masyarakat sekitar.
Menurut ketua Panitia HUT, Pak Semprit “ Ulang Tahun kali ini dilaksanakan sederhana, namun harapan tidak mengurangi semangat dan greget konco-konco, tema kami adalah berusaha mengokohkan kekompakan, semangat, kebersamaan dengan moto Lemah Teles, berusaha berbuat dengan rasa iklas dan berusaha tanpa pamrih walaupun ini berat dan sulit ”,
.IMG_1408
Sambutan pengarahan, ucapan terima kasih dan harapan disampaikan, baik oleh Kalak BPBD Sleman, Pak Yuli maupun Pak Camat Cangkringan, yang intinya sama berharap kedepan semoga Paguyuban SKSB lebih baik, semakin kompak, tambah semangat dan tetap peduli terhadap masyarakat utamanya dalam hal kebencanaan.

UJI COBA EWS DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT RI KE 71

RAPATEWS1508

PUSDALOPS. Senin, 15 Agustus 2016 bertempat di Ruang Rapat POSKO UTAMA, Bidang PK BPBD Sleman menyelenggarakan rapat berkaitan dengan rencana uji coba berkala EWS secara  serentak   dalam rangka menyambut Detik-detik Proklamasi  17 Agustus 2016.

Rapat di hadiri dan dibuka  oleh  Kepala Bidang PK,  dan segenap jajarannya, serta dihadiri oleh seluruh petugas BPBD Sleman. Pertemuan kali ini seperti pada tahun-tahun sebelumnya membahas hal teknis sekaligus pesan untuk sosialisasi kepada petugas EWS dan pamong setempat agar warga masyarakat di sekitar EWS berada tidak resah atau panik saat mendengar EWS dibunyikan.

Ada dua jenis sistem operasional EWS yang dimiliki oleh BPBD Sleman, yaitu sistem operasi manual dan on line. Sistem online akan dikendalikan oleh teknisi dan dibunyikan dari lapangan Denggung saat upacara HUT Proklamasi dan sistem manual akan di bunyikan petugas penjaga dari masing masing EWS berada secara bersamaan mengikuti komando dari BPBD Sleman.

Seperti kita ketahui pada Momen bersejarah Pringatan Detik-detik Proklamasi  sudah beberapa tahun ini BPBD Sleman selalu mengadakan kegiatan tersebut. Kita berharap pada tahun ini kegiatan akan berlangsung lancar tanpa kendala apapun.(den)

POTENSI ANGIN KENCANG MASIH HARUS DIWASPADAI

 

IMG-20160813-WA0021

PUSDALOPS. Sabtu 14 Agustus 2016 kami masih mendapat laporan adanya pohon tumbang yang melintang di jalan di dusun Kalongan RT 04/27 Maguwoharjo Depok Sleman. Sebuah pohon jenis waru dengan diameter berkisar 80 centi meter. Kejadian tersebut langsung ditangani oleh relawan dan warga masyarakat setempat. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa.

Dari hasil pengamatan harian PUSDALOPS sampi saat ini masih sering terjadi angin kencang yang kemudian di susul hujan  sebagai contoh kemarin pada sore hari lokal Pakem terjadi angin pada kecepatan 14 km/jam (Anemometer Stasiun Pakem) tidak berselang lama turun hujan. Dalam hal ini tentu kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim kemarau basah saat ini.

Dalam konteks potensi banjir menurut pengamatan kami saat ini potensinya berkurang karena kapasitas hujan rata rata mulai menurun kalaupun terjadi hujan kapasitas tinggi durasinya cukup pendek kemudian dususul  hujan kapasitas ringan  durasi variatif atau bergelombang turunya hujan. Faktor angin yang harus kita cermati karena masih banyak pepohonan yang berusia tua dan tidak terkontrol kerapuhannya selain papan iklan atau baliho yang sudah tidak layak dan berkarat.

Daerah potensi longsor juga tak lepas dalam pengamatan karena jika curah hujan seperti ini akan menimbulkan tanah yang selalu basah, jikalau mendadak terjadi hujan dengan kapasitas lebat dalam dusrasi lama tetu potensi longsor akan lebih tinggi.

Informasi berkala dari rekan yang ada di wilayah masing masing akan sangat menbantu kami dalam melakukan pemantauan kondisi pada suatu wilayah saat itu. Ini sangat penting karena keterbatasan instrument sensorik yang ada saat ini.(den)

 

Radar Cuaca BMKG Yogyakarta (Stasiun Iklim) Dalam Proses Perbaikan

IMG-20160717-WA0019

PUSDALOPS. Seperti kita ketahui bersama update citra radar pada wilayah khususnya pada wilayah Sleman dan umunya Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu informasi penting di ketugasan PUSDALOPS dalam rangka pengamatan pra bencana. Khususnya pada curah hujan di satu wilayah dan baik pada kapasitasnya maupun pergeserannya.

Namun akhir-akhir ini Informasi visual radar tersebut tengah mengalami kerusakan dan masih dalam proses perbaikan . Sebagai gantinya BMKG Yogyakarta memberikan update informasi dalam bentuk citra satelit BMKG yang secara berkala pula kami terima dan kami share data visual tersebut ke grup BPBD Sleman.

Sinergi antar lembaga yakni BMKG dan BPBD sangat baik hal ini kami amati dari informasi yang disampaikan untuk mitigasi bencana selalu cepat dan akurat melalui jejaring kami. Informasi  yang disampaikan adalah sebagai sumber yang sangat  membantu ketugasan kami dalam pengamatan pra bencana yang dalam hal ini sebagai  bahan yang  kami sampaikan melalui frekwensi maupun jejaring sebagai fungsi untuk meningkatkan kesiap siagaan dan untuk meminimalisir korban baik jiwa maupun materi. Kita tunggu saja radar cuaca BMKG Yogyakarta (Stasiun Iklim) aktif kembali.(den)

Simulasi Gladi Bencana Kecamatan Mlati

Mlati -Sleman Untuk merespon kejadian bencana di wilayah kecamatan mlati perlunya di adakan sebuah simulasi penanganan bencana oleh masyarakat .Maka dari itu pemerintah kecamatan mlati menggelar simulasi bencana yang di laksanankan pada hari minggu tanggal 7agustus 2016 di lapangan tlogoadi mlati .Kegiatan simulasi di ikuti dari beberapa unsur;

1.BPBD Sleman

2.DAMAKAR Sleman

3TRC Sleman

4.PUSDALOP Sleman

5.FBR Mlati.

6.RESCUE 328

7.LINMAS Mlati

6.Dan unsur  kader masyarakat

Gladi simulasi ini di perkenalkan pada masyarakat agar saat ada bencana masyarakat tidak panik dan di harapakan bisa memberikan informasi ke pada kepala dukuh dan teruskan ke pemerintah setempat sehingga informasi cepat terakses dengan valid . Simulasi ini di laksanakan untuk masyarakat di mulai dari informasi masyarakat saat ada kejadian Puting Beliung selanjutnya asesmen dari pemerintah dalam hal ini BPBD Sleman yang di lakukan TRC ,selanjutnya respon dengan melakukan evakuasi serta penanganan serta memberikan bantuan darurat.Sehingga masyarakat yang terdampak bencana cepat tertangani dan mendapat tindak lanjut dari pemerintah dalam hal BPBD Sleman .Simulasi gladi ini di perankan dari bergai unsur Relawan yang mengikuti gladi  sehingga waktu yang di gladikan tidak memakan waktu lama sehingga masyarakat dapat memahami tahap-tahap  dalam penanganan kebencanan  .Juga masyarakat di perkenalkan keberadaan Pemadam kebakaran kabupaten sleman apabila suatu saat ada kejadian kebakaran masyarakat bisa memberikan informasi ke Tim pemadam kebakaran lewat via Frekuensi maupun via telepon .Sehingga masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas pemerintah kabupaten sleman .

Pengukuan Unit Pelakana Desa Sumberejo Prambanan Oleh Plt Kalak BPBD sleman

Sumberejo -Prambanan Untuk menunjang  respontime terhadap kejadian kebencanaan desa sumberejo prambanan sleman membentuk unit pelaksana di tingkat desa .Unit pelaksana yang di bentuk meliputi dari  beberapa unsur  masyarakat sehingga mampu memberikan respontime kepada masyarakat .unit pelaksana yang sudah terbentuk telah di kukuhkan oleh Plt Kalak BPBD Sleman pada hari jumat 5agustus 2016 .Dengan di kukuhkan unit pelaksana tersebut di harapkan mampu menjadi ujung tombak sebagai penggali informasi serta dapat memberikan respontime kepada masyarakat dalam melakukan penanganan kejadian .Sehingga pemerintah kabupaten sleman dalam hal ini BPBD Sleman akan dapat mengakses informasi dengan segera sehingga masyarakat yang terkena dampak dari kejadian bencana dapat segera mendapat perhatian oleh pemerintah untuk di tindak lanjuti.Anggota unit pelaksana di bentuk dari perwakilan masing -masing pedukuhan sumberejo prambanan sehingga di harapkan mampu menjadi pioner untuk penanganan kebencanaan .Mengingat wilayah sumberejo prambanan ini  sebagian  tanah perbukitan yang rawan lonsor yang harus setiap saat di awasi bila terjadi curah hujan .Sehingga masyarakat akan merasa nyaman dengan hadirnya tim unit pelaksana yang akan selalu memberikan informasi  kepada masyarakat serta penanganan bila terjadi bencana .