KONDISI TERKINI PERTIGAAN OPAK GENDOL DI HULU ( 18 OKTOBER 2014 )

Grouncek bersama rekan pada hari Sabtu 18 0ktober 2014 dimulai dari Dusun Banjarharjo sampai Gendol Opak di bagian hulu ( pertigaan Opak Gendol ) yang berada di utara Banker Kepuharjo Kec. Cangkringan, ada beberapa hal yang mungkin bisa menjadikan masukan bagi semua yang terlibat dalam mitigasi banjir lahar hujan, tertuma bagi warga di bagian hilir maupun para relawan pemantau banjir.
Musim penghujan menurut prediksi BMKG beberapa minggu lagi akan tiba, dan ada fenomena alam yang terjadi yakni letak posisi matahari dengan Jogjakarta, yang membuat curah hujan bisa di atas normal. Hal ini bila terjadi di Puncak merapi dengan durasi lama maka dipastikan dapat menyebabkan banjir dengan kapasitas sedang bahkan bisa di atas sedang. Untuk itu diperlukan antisipasi yang serius bagi semua yang terlibat ( Pemerintah, Masarakat, Komunitas Relawan, dan pihak pemerhati lain ).
Hasil penelusuran beberapa hari yang lalu, masih terpantau tumpukan material yang sangat banyak baik di Puncak, di lereng-lereng, di kaki-kaki gunung, di seputaran gunung Kendil, di seputaran Banker, bahkan di alur kali Gendol maupun Opak, bila terjadi banjir puncak kemungkinan besar ada tambahan suplai dari material yang ada di kantong-kantong tersebut.
Aliran dari puncak turun keselatan menghantam Gunung Kendil, belok ke barat, mentok Gligiran Gunung lalu belok ke selatan. Kurang lebih 200 M ada Pertigaan 2 sungai yakni, ke Barat adalah Kali Opak dan ke Selatan Tenggara ke Kali Gendol.
Catatan Penting bahwa kondisi kedalaman pertigaan antara Gendol dengan Opak tertanggal 18 Oktober 2014, adalah TIDAK SAMA RATA, dimana Kali Gendol lebih dalam dibanding dengan Opak, di ukur dari permukaan atas, kedalaman Opak cuman sekitar 3 meteran, sedang kedalaman yang menuju Gendol 10 sampai 15 M, sehingga berdasarkan kondisi tersebut bila terjadi banjir dari Puncak kemungkinan besar sekali masih masuk ke Kali Gendol, kecuali bila ada perubahan kondisi, misal ada suplai material baru hingga nutup Gendol, atau alur yang ke Gendol tersumbat akibat runtuhan tebing, atau tumpukan batu-batu besar.
Kemudian di timur Banker, dulunya tinggi antara Opak dan Gendol tidak nampak ada jalur yang nyambung, namun sekarang terpantau ada pertigaan baru antara Gendol dengan sungai kecil yang menuju ke opak. Dan kedalaman pertigaan tersebut masih jauh dalam yang ke kali Gendol, sehingga bila alur ke kali Gendol masih lancar kemungkinan kecil masuk ke barat menuju ke Opak.
Walaupun prediksi seperti itu, namun bukan berarti bantaran Opak bila terjadi hujan trus tidak ada banjir,hingga warga lengah, potensi banjir juga masih terjadi di Opak, misal ada suplai dari Pelem Ngrangkah dsb, kemudian posisi tanah yang terletak di barat Gendol sebagian besar miring ke barat sehingga bila ada air mengalir dipastikan masuk ke Opak, pengalaman-pengalaman tahun lalu banjir Opak walau lokal tetapi kapasitas bisa sampai sedang, maka dari itu tetap diwaspadai dan di antisipasi.
Harapan kita semua walaupun Kali Gendol Opak banjir, tetapi lewat alurnya, sehingga tidak menimbulkan kerusakan maupun kurban jiwa, dan warga tetap hidup aman dan nyaman. Amin

JALUR EVAKUASI CANGKRINGAN OKTOBER 2014

Kondisi jalur evakuasi bagi warga Cangkringan yang berada di daerah yang rentan terhadap erupsi merapi relatif berbeda antara jalan yang satu dengan lainnya. Ada yang layak ada yang tidak layak, baik di Cangkringan sisi barat, tengah maupun timur.IMG_7471
Beberapa Dusun di Cangkringan berada di area yang letaknya tidak begitu jauh dari Gunung Merapi, sehingga apabila merapi meningkat aktifitasnya dan mengharuskan warga untuk turun mengungsi, sehinngga idialnya jalan untuk evakuasi kondisinya normal ( jalan rata/halus, lebar, penerangan memadai ), dengan demikian ketika dilalui oleh pengungsi, bisa cepat, aman, tidak macet, akirnya keselamatan warga terjamin.
Berikut kondisi jalur evakuasi terkini hasil penelusuran secara manual oleh penulis pada hari Sabtu 18 Oktober 2014 pukul 14.00 WB, berurutan dari sisi Barat / dari Desa Umbulharjo dan Wukirsari. Dari Dusun Pangukrejo ke selatan sampai Barak Kedung Brayut kondisi jalan beraspal, ada yang rata adan yang berlubang, ada yang bergelombang, lebar jalan sedikit kurang lebar bila kondisi urgen, tidak ddilalui truk material, namun secara umum masih layak.IMG_7471

IMG_7483
Dari Dusun Ploso Kerep Umbulharjo ke selatan sampai Dusun Watuadek, kondisi jalan beraspal, jalan dilalui oleh armada Truk pengangkut material, mulai berlubang-lubang dan bergelombang, jalan sempit bila untuk papasan, kerusakan jalan tinggal tunggu waktu.
Jalan Tikus / alternatif dari Huntap Golf ke selatan sampai Dusun Bulak Salak Wukirsari, kondisi jalan, sempit, jrambah beton, gelap bila malam, tidak untuk lewat armada truk material, bila situasi urgen dan dipakai untuk lewat evakuasi harus hati-hati.IMG_7489
Jalur di Desa Kepuharjo, dari Dusun Kopeng sampai Masjid Dusun Batur kondisinya aspal rusak, jalan berlubang dan bergelombang, bila urgen kondisinya tidak layak. Kemudian dari Masjid Batur ke selatan sampai Perempatan Plagrok, kondisi jalan beraspal baru, halus, lebar cukup, cukup layak. Dari Perempatan Plagrok ke selatan sampai Dusun Geblok Wukirsari kondisi jalan, ada yang rata ada yang kurang rata, bukan aspal tapi material campuran ( sirtu, pasir, sedikit tanah, dasarnya banthak ), jalan sudah dimulai pelebaran sekitar Dusun Duwet sampai Cakran, sebagian ditalut, di barat Dusun Geblok masih banyak tumpukan material, tidak dilalui armada pengangkut material, bila urgen evakuasi harus hati-hati.
Di sisi Timur Gendol, dari Dusun Singlar ke selatan bila lewat jalan lama kondisinya sangat tidak layak, berlubang, banyak bebatuan kecil, berdebu, untuk jalan armada pasir. Bila lewat jalan Kikis/Perbatasan Sleman Klaten, dari Dusun Gading ke selatan sampai Balai Desa Glagaharjo, kondisi jalan, aspal rusak, banyak berlubang, bergelombang, berdebu, dilalui armada pengangkut pasir, jalan sempit, bila urgen untuk lari evakuasi kondisinya bisa mengancam keselamatan warga. Sedang dari Pasar Mbutuh ke selatan sampai Barak Gayam Argomulyo, kondisi jalan beraspal, halus, sementara dilalui armada pasir tetapi sementara masih layak.
Demikian kondisi jalur evakuasi saat ini, semoga jalur tersebut tidak digunakan untuk lari mengungsi, itu artinyai tidak ada proses evakuasi, dengan demikian harapan kita semua tidak ada bencana lagi. Amin.

MENJAMUR JASA PENCUCIAN TRUK DI CANGKRINGAN

MENJAMUR JASA PENCUCIAN TRUK DI CANGKRINGANPuluhan penjual jasa pencucian truk bermunculan di sepanjang jalan pengangkutan tambang material Gunung Merapi kususnya di Kecamatan Cangkringan, mayoritas aktivitas tersebut dilakukan oleh masarakat Cangkringan generasi muda.
IMG_7462

IMG_7537 copy
Kreatifitas warga Cangkringan untuk mencari celah-celah peluang mendapatkan penghasilan patut diapresiasi, terutama kaitannya dengan material Merapi, disamping menambang langsung, sebagai Thoker, Parkir armada, Portal, kuliner, Tambal ban truk, juga sekarang yang bermunculan adalah jasa pencucian truk. Terhitung dari BBI ke utara sampai Dusun Gungan puluhan tempat pencucian terdapat di kanan kiri jalan raya, belum yang berada di sisi barat tepatnya di Desa Wukirsari dan Umbulharjo dan Glagaharjo di sisi timur. Sebagian besar aktifitas tersebut berada di tempat-tempat pemberhentian truk, sehingga para penjual jasa cuci mencari sumber air sebagai bahan utamanya.
Menurut Pak Wawan, salah satu penjual jasa pencucian , setiap mencuci 1 armada truk, dia mendapatkan upah dari sopir armada sebesar Rp 10.000. Dia mangkal tepatnya di barat Kantor Kecamatan Cangkringan lama disamping toko kelontong miliknya, setiap hari sementara ini rata-rata mencuci 10 sampai 20 armada truk. Sementara Pak Kotel yang mangkal di jalan Tambang Dusun Pandan setiap harinya bisa mencapai 30 sampai 50 armada, uang tersebut sebagian ia tabung sebagian untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Juga di barat Dusun Jaranan terdapat Tempat Pencucian truk milik Pak Danu disamping ngadep warung makanan, tiap hari mencuci truk rata 15 armada, disamping para sopir-sopir juga pada makan di warungnya sehingga penghasilannya cukup lumayan.
Bagi sebagian warga erupsi merapi 2010 sekarang dirasakan mebawa berkah,itu yang bisa memenet dengan benar, tetapi bagi mereka yang tidak bisa mengelola dengan benar justru bisa menimbulkan malapetaka bagi dirinya yang berimbas juga bagi keluarganya.
Perlu dicari celah-celah peluang yang lain yang dapat dijadikan lahan warga untuk menambah penghasilannya, sehingga erupsi merapi merupakan bencana yang akirnya membawa berkah, amin

SALAT MAHAGURU MERAPI DI ARGOMULYO

SALAT ( SafariLayar Tancep) Mahaguru Merapi sukses dilaksanakan di Lapangan Dusun Jetis Argomulyo Kec. Cangkringan, disamping pemutaran film juga agenda lain sebagai tambahan acara yang diperuntukan bagi warga masarakat yang datang di lapangan.IMG_7405
Empat tahun yang lalu erupsi merapi besar terjadi, banyak kejadian-kejadian memilukan dan membuat trauma warga yang sampai sekarang belum tersembuhkan. Bukaan kawah sekarang nampak jelas dari kejauhan mengarah ke selatan dan tenggara dengan lebar dan kedalaman yang cukup siknifikan, sehingga ke depan bila terjadi letusan sekecil apapun kemungkinan besar mengarah keselatan.IMG_7404
Diperlukan penanganan dan perhatian serius terhadap hal di atas, sehingga kewaspadaan dan kesiapsiagaan masarakat harus tetap terjaga, maka pada tanggal 16 Oktober 2014 mulai jam 17.30 sampai jam 23.00 di laksanakan pemutaran film Mahaguru Merapi. Film tersebut menggambarkan perjalanan merapi dari normal sampai meletus besar, dan dampaknya yang dahsyat dari letusan tersebut. Sebagai penggagas dan pemrakarsa acara tersebut adalah Para Relawan Penggiat dan Pemerhati Merapi Gugur Gunung yang didukung oleh BPPTKG Yogyakarta dan donasi lain yang peduli terhadap keselamatan warga.
Menurut Nawa”Badak” salah satu pemrakarsa acara tersebut mengatakan, Safari Layar Tancep Mahaguru Merapi ini dalam rangka upaya untuk mengingatkan kembali kepada masarakat terhadap aktifitas Merapi berikut dampak letusannya yang dahsat seperti di 2010, apalagi sekarang bukaan kawah mengarah ke selatan, selain itu juga untuk mengetahui seberapa jauh respon masarakat terhapat mitigasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan, safari ini dilakukan di 12 titik yang salah satunya diadakan di tempat ini.
Malam itu Lapangan Jetis Argomulyo dipadati masarakat untuk menyaksikan Salat Merapi dengan pemutaran Film Mahaguru Merapi durasi 30 menit, adegan demi adegan dinikmati masrakat dengan kitmat, kemudian disisipi dengan pembagian dorprais untuk penonton.
Selain itu juga diadakan lomba kreasi Ronda Nuthuk Kentongan yang diikuti oleh 7 group berasal dari 8 Dusun Bantaran kali Gendol, juga ditayangkan film Judul Digdaya. Acara dibuka oleh Wabub Sleman dengan membunyikan kentongan, yang dalam sambutannya Ibu Yuni sangat terkesan dengan acara tersebut, sehingga aplous diberikan kepada para penggagas dan pemrakarsa acara, kenthongan salah satub alat yang dulu dijadikan alat komunikasi oleh simbag-simbah, namun karena perkembangan jaman kenthongan surut bahkan menghilang, untuk itu dengan lomba ini diharapkan tradisi komunikasi dengan nuthuk kenthongan untuk dihidupkan kembali. Apalagi kita hidup dekat dengan merapi, bila merapi kurdo maka bila alat komunikasi elektro macet mau tidak mau kenthongan sebagai penggantinya, begitu imbuhnya.
Acara ditutup sekitar jam 23.00 ditandai dengan pengumuman dan pembagian hadiah bagi pemenang lomba Kenthongan, sebagai juara 1 kelompok muda karya JFC Dusun Jaranan, Juara 2 Jetis ACSY dusun Jetis, dan Juara 3 Kelompok Tuo Ironi Dusun Jetis.
IMG_7424

SIMULASI PENANGGULANGAN LAHAR HUJAN ARGOMULYO 2014

Pada hari Kamis 16 Oktober 2014 BPBD Kab.Sleman bersama dengan Pem. Desa dan masarakat Argomulyo mengadakan Gladi Lapang / Simulasi Penanggulangan Bencana Lahar Hujan, mengambil tempat di Lapangan Jetis Argomulyo Kec. Cangkringan.IMG_7377
Simulasi berjalan lancar, walupun di bawah teriknya panas matahari menyengat tidak menyurutkan animo masarakat untuk mengikuti jalannya simulai, terbukti adegan demi adegan mereka ikuti dengan seksama sampai berakirnya acara.
Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan Pelatian/ Wajib Latih Penanggulangan Bencana Lahar Hujan, yang telah dilakukan beberapa hari sebelumnya. Sehari sebelumnya diadakan gladi kotor di tempat yang sama, yang melibatkan Tim Simulasi Desa yang terdiri dari 30 orang, ditambah dengan koordinator komunitas relawan lokal, Tagana Sleman, Sar Sleman, Muspika setempat dan SRC TB ( Satuan Reaksi Cepat Tanggap Bencana } RAPI Kab. Sleman.IMG_7366
Adapun peserta simulasi tersebut berjumlah 250 orang, terdiri dari Tim BPBD Sleman, Muspika Kec. Cangkringan, Perangkat Desa Argomulyo, Anggota Masarakat Argo, Komunitas Relawan AMC, BKL, Tagana, Sar, PMI, Puskesmas Cangkringan, RB PKU Cangkringan dan SRC TB RAPI Sleman.
Simulasi kali ini diperuntukkan bagi kesiapsiagaan 8 Susun Bantaran Kali Gendol, meliputi Dusun Suruh, Jetis, Karanglo, Jaranan, Cangkringan, Brongkol, Gadingan dan Banaran. Skenario yang digunakan dengan estimasi tanggul Pojok Suruh jebol hingga aliran masuk pemukiman, dimana akibatnya dusun-dusun yang ada di bawahnya harus ikut dikosongkan baik warga atau ternak beserta aset lain.
Random alur cerita yang digunakan mengacu pada Kontigensi Lahar Hujan Kab. Sleman, yang baru-baru saja ini selesai dibuat oleh tim BPBD Sleman.IMG_7387
Dimulai dari status normal, berikut status ancaman dari SIAGA III, SIAGA II, SIAGA I, Darurat,Pasca atau normal kembali, dengan para meter dan salah satu kegiatan PRB adalah, pada status Normal merapi nampak jelas kegiatan masarakat berjalan biasa. Berturut-turut fase SIAGA III merapi hujan ringan dan terjadi hujan lokal dan terjadi aliran kecil, EWS dibunyikan, fase SIAGA II puncak hujan lebat terjadi aliran sedang, tanggul terkikis Kades perintahkan evakuasi kelompok rentan EWS lefel II dibunyikan, SIAGA I puncak hujan sangat lebat aliran gendol di atas sedang dan tanggul sangat kritis, Kades perintahkan kepada Ketua Destana EWS I dibunyikan, evakuasi seluruh waspada,setelah itu baru tanggul jebol, Kades perintahkan penyisiran kurban terjebak, kemudian menejemen barak, Inspeksi, ditutup dengan sambutan evaluasi, arahan, yang dilakukan oleh Wakil Bupati Sleman.
IMG_7382

Dalam sambutannya yang berisi evaluasi dan arahan, Ibu Yuni Satya Rahayu selaku Wabub mengatakan, simulasi kali ini cukup baik dan sukses hanya ada beberapa catatan yang kedepan harus diperbaiki, misal pengungsian kelompok rentan duduknya di mobil jangan angkruk-angkruk di planthangan bak terbuka bisa bahaya, relawan harus jaga keselamatannya sendiri jangan duduk di atas kepala mobil Hartop. Dan ada penekanan yang lebih tegas di pergantian status, karena tadi belum begitu kentara, terima kasih semua pihak yang telah ikut berpartisipasi, semoga latihan ini cuma sekedar gladi lapang dan tidak digunakan sesungguhnya, seumpama harus terjadi kita semua sudah siap mengantisipasi, sehingga tidak berjatuhan kurban warga tetap selamat, begitu imbuhnya.
Sedang Bp Yuli selaku Kepala Pelaksana BPBD Sleman dalam sambutannya mengatakan, Argomulyo merupakan daerah yang paling banyak kena dampak limpasan aliran Gendol maupun Opak, sehingga harus dipersiapkan betul dalam mitigasi, salah satunya dengan Pelatihan dan diakiri dengan gladi lapang hari ini, dengan harapan Pemerintah dan masarakat tanggap tangguh dan siap untuk mengantisipasi bila ada ancaman lahar hujan, begitu sebagian isi sambutannya.
Simulasi dimulai jam 08.00 dan berakir pukul 11.00 siang, disudahi dengan foto bersama Wabub dengan tim maupun masarakat.

WAJIB LATIH, LAHAR HUJAN DI ARGOMULYO

Bertempat di Aula Balai Desa Argomulyo Cangkringan, BPBD Kab. Sleman mengadakan Pelatihan bertajub Wajib Latih Penanggulangan Bencana Lahar Hujan, diadakan 4 hari 2 hari untuk tiori secara klasikal 1 hari untuk gladi kotor 1 hari untuk Gladi Lapang.
IMG_7311
Menghadapi datangnya musim penghujan tahun ini, Desa Argomulyo ditunjuk untuk mengadakan Wajib Latih Penanggulangan Bencana Lahar Hujan, peserta Pelatihan berjumlah 30 orang, 12 orang ( 6 dari AMC dan 6 dari BKL ), 14 orang dari unsur Perangkat Desa, 4 orang dari Lembaga Desa dan Tokoh Masarakat. Dua hari pelaksanaan simulasi yakni Senin dan Selasa / 13-14 Oktober 2014 diberikan beberapa materi, yakni Morfologi sungai terkini, Kebijakan penyaluran bantuan, Prediksi BMKG, PPGD, pemetaan daerah-daerah kritis di bantaran Gendol dan Opak,SOP,Karakteristik merapi terkini. Pelatihan dimulai jam 08.30 dan selesai jam 14.30, istirahad sekali, dan PBM di acara tersebut banyak dilakukan dengan metode tanya jawab, sekaligus menampung masukan dan usulan bagi BPBD. IMG_7316
Menurut Kepala Pelaksanaan BPBD Sleman Bp Yuli Setiono, Argomulyo merupakan daerah yang paling banyak terkena dampak dari aliran banjir lahar hujan, terbukti beberapa dusun di bantaran Sungai Gendol Opak terkena dampak dari sungai tsb, karena aliran melimpas masuk ke pemukiman, sehingga merusak aset yang ada di dusun-dusun tersebut, maka dari itu perlu Argomulyo ini ditangani secara serius, sehingga walaupun banyak warga yang hidup di tepi sungai mereka bisa tetap aman dan nyaman, maka BPBD menunjuk Argomulyo sebagai tempat pelatihan, dengan harapan kesiapsiagaan terciptakan secara maksimal, begitu salah satu isi materi yang disampaikan beliau setelah membuka Pelatihan tsb.IMG_7320
Salah satu pemateri, yakni Ibu Asih Kushartadi melakukan diskusi meminta kepada peserta untuk mengumpulkan data terkini tentang daerah-daerah yang kritis ( tanggul, karena belokan, kedalaman dasar sungai ) baik kali Gendol maupun Opak, berikut aset-aset yang terdampak. Akirnya terkumpul data-data kerentanan sungai, yang sedikit banyak akan memberi masukan untuk mitigasi selanjutnya. Di akir pelatihan disusun random / alur cerita yang akan digunakan untuk gladi kotor dan gladi lapang yang dilaksanakan di hari berikutnya.

IMG_7331

ARGOMULYO DESA PALING BANYAK BERESIKO DARI LAHAR HUJAN

Secara geografis Argomulyo beruntung punya sumber air dari kali opak dan gendol, sehingga kebutuhan air kususnya untuk pertanian dapat tercukupi, namun karena di bantaran kedua sungai tersebut terdapat belasan dusun, sangat rawan terkena dampak lahar hujan bila terjadi aliran banjir.
Maka Pemerintah Desa Argomulyo perlu antisipasi, pemetaan untuk mitigasi, koordinasi konsolidasi,sosialisasi, baik Para Pemangku Desa maupun masyarakat, kususnya yang berada di dusun-dusun bantaran kedua sungai tersebutIMG_1475
Dari pengalaman peristiwa-peristiwa banjir pasca erupsi 2010, Argomulyo paling banyak terjadi kasus aliran masuk ke pemukiman penduduk, sehingga merusak aset yang ada di dusun tersebut. Apalagi gendol dan opak di kawasan Argomulyo ini masuk dalam zona transportasi, sehingga dilihat dari kecepatan laju aliran, menyebabkan potensi melintas ataupun menggogos tanggul semakin besar.IMG_7445
Dusun-dusun yang dimaksud berjumlah 14 dusun, 9 di kanan kiri kali gendol meliputi dusun Suruh, Jetis, Karanglo, Jaranan, Cangkringan, Brongkol, Sewon, Gadingan, Banaran dan 5 dusun berada sisi barat kali Opak yang meliputi, dusun Panggung, Kliwang, Teplok, Kebur lor, Kebur kidul.
Dari 14 dusun, sejak 2011 sampai 2012 aliran lahar hujan gendol melimpas masuk di 7 dusun, 2 dusun timur gendol yakni dusun Gadingan Banaran, 5 dusun di barat gendol, Suruh, Jetis, Karanglo, Jaranan, Cangkringan. Sedang Opak melimpas di 3 dusun, yakni dusun Panggung, Kliwang, Teplok.
4 Tahun sudah erupsi merapi berlalu, kedua sungai tersebut pada awalnya alur kali penuh dengan tumpukan material merapi, namun dengan genjarnya normalisasi sekitar 2011 1012, ditambah dengan kegiatan penambangan yang begitu banyak, maka yang terjadi sekarang alur sungai lebih dalam bahkan melebihi dengan sebelum erupsi 2010, namun eronisnya bersamaan dengan habisnya material di alur sungai, sangat disayangkan para penambang tanpa menghiraukan akibat yang terjadi bila ada aliran lahar hujan, mengambil / menggogosi tanggul yang ada.IMG_7459
Semua berharap walau berada di dekat sungai sungai besar yang berhulu di merapi, faktor keselamatan, kenyamanan, selalu diharapkan oleh semua warga. Untuk diperlukan penangan yang serius dalam rangka mitigasi, sehingga harapan di atas terpenuhi, Amin semoga.
IMG_7449

RAPI bantu air bersih di Wukirharjo

Dalam rangka kepedulian terhadap masyarakat pada hari jumat siang tanggal 03 September 2014 persatuan relawan RAPI secara simbolis memberikan bantuan air bersih di Desa Wukirharjo khususnya Dususn Klumprit I Rt 02/01. Saat di temui bapk Simpang selaku ketua Rw 01 mengatakan bahwa bantuan droping air bersih ini sangat berguna sekali bagi warga karena ada  beberapa titik sumber air yang ada di wilayah tersebut mulai mengering sementara air dari PDAM belum bisa berjalan secara optimal. Bapak Samidjan selaku Kepala Desa Wukirharjo juga mengatakan bahwa saat ini Desa Wukirharjo sedang mengalami musim kekeringan dan ada beberapa desa yang persediaan air untuk kebutuhan hidup sudah menipis bahkan ada juga sumber mata air yang sudah mulai kering akibat musim kemarau yang agak panjang. Dengan adanya droping air bersih dari berbagai pihak yang peduli terhadap kekeringan yang melanda di Desa Wukirharjo sangat membantu sekali bagi warga masyarakat Wukirharjo.

 

ditulis oleh : triyanto

04 september 2014

JALUR ANGKUTAN MATERIAL MERAPI DI CANGKRINGAN YANG RAWAN KECELAKAAN

Jalan Cangkringan Prambanan, persisnya dari depan kantor Balai Desa Argomulyo lama sampai Perempatan BBI Cangkringan sering terjadi kecelakaan, yang menyebabkan kurban jiwa baik sakit maupun meninggal dunia.

IMG_7253

Paska erupsi merapi 2010 material pasir, krakal, batu yang berada di bantaran kali Gendol maupun kali Opak menumpuk berjuta-juta meter kubik, sehingga agar aliran kedua sungai lancar harus dilakukan pengerukan, pengambilan material. Sebagian besar pengangkutan material dilakukan oleh truk, yang dalam sehari volume keluar masuk truk ke Cangkringan bisa mencapai ratusan, bahkan ribuan. Truk-truk berasal dari berbagai daerah, lokal Jogja, bahkan sebagian besar didominasi dari Jawa Tengah baik Solo, Sragen, Purwodadi, Semarang , dan yang lain. Memasuki tahun 2014 mulai dipisahkan antara jalur evakuasi dengan jalur tambang, sisi atas dari Kepuharjo dan selatan menthok di dusun Bakalan lama, kemudian masuk melewati jalan raya Propinsi / jalur alternatif Prambanan – Magelang, sehingga menyatu dengan pengguna jalan umum mengakibatkan kadang jalan menjadi macet, bahkan sering terjadi kecelakaan. Banyak kasus kecelakaan terjadi di jalur tersebut antara truk pengangkut material (pasir) dengan pengguna jalan lain, yang mengakibatkan jatuhnya kurban jiwa baik sakit maupun meninggal dunia. Adapun jalan yang sangat rawan dan sering terjadi kecelakaan adalah jalan alternatif Prambanan-Magelang posisinya Perempatan BBI Cangkringan ke utara sampai depan Kantor Balai Desa Argomulyo lama. 3 Tahun belakangan ini tempat tersebut terjadi tidak kurang dari 20 kali kasus kecelakaan, 2 kasus warga tersenggol truk hingga meninggal, kasus truk tabrak lari kurban sampai sekarang masih di atas tempat tidur, 3 kasus truk nabrak pohon samping jalan akibat kebut-kebutan, 3 kasus truk rem blong, 5 kasus truk nyrempet sepeda motor, dan kasus-kasus lainnya.Jalan tersebut merupakan jalan naik, aspal cukup halus, tetapi kelihatan sempit karena pohon perindang terlalu dekat dengan aspal selain posisi rumah penduduk yang padat, penerangan tidak layak. Truk-truk yang lewat terpantau melaju dengan kecepatan di atas kewajaran, apalagi kalau pagi buta ataupun malam hari, satu kasus tabrak lari terjadi di malam hari, truk dam warna putih melaju dari arah selatan ngebut menabrak warga, mengakibatkan kaki patah tetapi truk melarikan diri dicari warga tidak ketemu. Aturan jam 18.00 aktifitas pengangkutan material dihentikan , ternyata tidak dihiraukan hingga sampai saat ini sehabis jam tersebut truk masih beroperasi, berkali-kali warga usul ke Pemerintah Kecamatan tetapi tidak ada hasilnya. Permintaan salah seorang warga Argomulyo yang tidak mau disebut namanya, tolong jam operasi pengangkutan material pasir, batu ditertibkan lagi, karena mengganggu warga bahkan mengancam keselamatan pengguna jalan lain apalagi di malam hari, dan harap hati-hati bila melewati jalan raya apalagi berpapasan dengan truk pasir, terutama Bronggang ke selatan sampai Perikanan, begitu imbuhnya.

IMG_7277

RAPI SLEMAN PEDULI AIR BERSIH 2014

Akibat pipa saluran air dari mata air bebeng rusak ditambah kemarau yang berkepanjangan, 7 dusun di desa Glagaharjo Kecamatan Cangkringan mengalami kekeringan hingga berakibat kekurangan air  bersih.

IMG_7229

Desa Glagaharjo merupakan wilayah Kabupaten Sleman yang terletak disisi timur laut berbatasan dengan Desa Balerante, Bawukan Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten. Masuk wilayah Kecamatan Cangkringan dan berdekatan dengan gunung merapi, daerahnya termasuk lahan kering, mata pencaharian sebagian besar warganya adalah berkebun dan beternak hewan ( sapi, kambing ). Sumur-sumur yang dibuat warga terlalu dalam dan tidak ada mata airnya, maka untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, minum, masak, mandi juga untuk kebutuhan hewan, sangat bergantung pada air yang berasal dari Tuk Mbebeng. Proses pengambilan air dilakukan dengan menaikan air dari Tuk Mbebeng melalui pipa pralon menuju ke bak induk penampungan, kemudian disalurkan ke rumah-rumah penduduk. Selain itu warga juga tergantung pada air hujan, sehingga disetiap rumah warga tersedia bak penampung air hujan. Namun dipertengahan bulan September 2014 ini suplai air dari Tuk Mbebeng berhenti / macet, dikarenakan ada kerusakan komponen alat yang berada di Tuk tersebut, ditambah lagi belum turunnya hujan dikarenakan musim kemarau, maka dengan hal tersebut kurang lebih setengah bulanan ini warga di 7 dusun mengalami kekurangan air bersih, ambil air harus turun di sekitaran Argomulyo dan Manisrenggo Klaten berjarak sekitar 10 km. Beberapa instansi maupun komunitas sudah memberikan bantuan pengiriman air bersih, namun masih belum mencukupi. Salah satu kelompok yang baru saja memberikan bantuannya adalah RAPI Kaabupaten Sleman. Pada tanggal 1 Oktober 2014 secara simbolis RAPI lewat SRC TB Kab. Sleman menyerahkan bantuan sebanyak 20 tangki air bersih kapasitas pertengki 5.000 lt untuk 7 dusun di desa tersebut. R Suprapto selaku ketua RAPI Sleman dalam sambutannya mengatakan, droping air ini tidak seberapa namun semoga sedikit bisa mengurangi mengatasi masalah, dan bermanfaat. Perwakilan dari PemDes mengucapkan banyak terima kasih kepada RAPI Sleman yang dengan cepat tanggap membantu warga kami yang kekurangan air, sungguh sangat besar menfaatnya bagi warga kami, semoga amal baiknya memperoleh pahala yang besar dari Alloh, Amin. Adapun teknis penyalurannya ada dua cara, pertama bagi dusun yang tidak tersedia bak induk yang menuju ke rumah-rumah, caranya warga membawa drigen, ember, klenthing menuju ke mobil tangki. Kedua, bagi dusun-dusun yang ada bak induknya, teknisnya air dari tangki langsung dimasukkan di bak tersebut kemudian diatur / dialirkan ke bak-bak warga. Droping air RAPI tidak dilakukan sehari selesai, namun dalam beberapa hari karena minimnya sumber air yang diambil, disamping ketersediaan mobil tangki, yang dikelola oleh tim dengan didapingi / dibantu anggota RAPI Sleman. Semoga perbaikan pipa pralon cepat selesai dan musim penghujan cepat datang sehingga warga Glagaharjo tidak lagi alami kekurangan air bersih, Amin yo Robbal alamin. Penulis. Akibat pipa saluran air dari mata air bebeng rusak ditambah kemarau yang berkepanjangan, 7 dusun di desa Glagaharjo Kecamatan Cangkringan mengalami kekeringan hingga berakibat kekurangan air bersih.
Desa Glagaharjo merupakan wilayah Kabupaten Sleman yang terletak disisi timur laut berbatasan dengan Desa Balerante, Bawukan Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten. Masuk wilayah Kecamatan Cangkringan dan berdekatan dengan gunung merapi, daerahnya termasuk lahan kering, mata pencaharian sebagian besar warganya adalah berkebun dan beternak hewan ( sapi, kambing ). Sumur-sumur yang dibuat warga terlalu dalam dan tidak ada mata airnya, maka untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, minum, masak, mandi juga untuk kebutuhan hewan, sangat bergantung pada air yang berasal dari Tuk Mbebeng. Proses pengambilan air dilakukan dengan menaikan air dari Tuk Mbebeng melalui pipa pralon menuju ke bak induk penampungan, kemudian disalurkan ke rumah-rumah penduduk. Selain itu warga juga tergantung pada air hujan, sehingga disetiap rumah warga tersedia bak penampung air hujan. Namun dipertengahan bulan September 2014 ini suplai air dari Tuk Mbebeng berhenti / macet, dikarenakan ada kerusakan komponen alat yang berada di Tuk tersebut, ditambah lagi belum turunnya hujan dikarenakan musim kemarau, maka dengan hal tersebut kurang lebih setengah bulanan ini warga di 7 dusun mengalami kekurangan air bersih, ambil air harus turun di sekitaran Argomulyo dan Manisrenggo Klaten berjarak sekitar 10 km. Beberapa instansi maupun komunitas sudah memberikan bantuan pengiriman air bersih, namun masih belum mencukupi. Salah satu kelompok yang baru saja memberikan bantuannya adalah RAPI Kaabupaten Sleman. Pada tanggal 1 Oktober 2014 secara simbolis RAPI lewat SRC TB Kab. Sleman menyerahkan bantuan sebanyak 20 tangki air bersih kapasitas pertengki 5.000 lt untuk 7 dusun di desa tersebut. R Suprapto selaku ketua RAPI Sleman dalam sambutannya mengatakan, droping air ini tidak seberapa namun semoga sedikit bisa mengurangi mengatasi masalah, dan bermanfaat. Perwakilan dari PemDes mengucapkan banyak terima kasih kepada RAPI Sleman yang dengan cepat tanggap membantu warga kami yang kekurangan air, sungguh sangat besar menfaatnya bagi warga kami, semoga amal baiknya memperoleh pahala yang besar dari Alloh, Amin. Adapun teknis penyalurannya ada dua cara, pertama bagi dusun yang tidak tersedia bak induk yang menuju ke rumah-rumah, caranya warga membawa drigen, ember, klenthing menuju ke mobil tangki. Kedua, bagi dusun-dusun yang ada bak induknya, teknisnya air dari tangki langsung dimasukkan di bak tersebut kemudian diatur / dialirkan ke bak-bak warga. Droping air RAPI tidak dilakukan sehari selesai, namun dalam beberapa hari karena minimnya sumber air yang diambil, disamping ketersediaan mobil tangki, yang dikelola oleh tim dengan didapingi / dibantu anggota RAPI Sleman. Semoga perbaikan pipa pralon cepat selesai dan musim penghujan cepat datang sehingga warga Glagaharjo tidak lagi alami kekurangan air bersih, Amin yo Robbal alamin. Penulis.

IMG_7269