Puting Beliung : Kenali Tanda, Dampak dan Mitigasinya

IMG-20190221-WA0015

PUTING BELIUNG, adalah angin kencang yg datang secara tiba – tiba, memiliki pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40 – 50 km / jam hingga menyentuh permukaan bumi dalam waktu tertentu ( biasanya relatif singkat ).

Ada tanda – tanda sebelum angin puting beliung terjadi, yakni :
1. Udara terasa lembab mulai dari malam hingga pagi hari.
2. Tumbuh awan Cumulonimbus yakni awan yg berbatas tepi sangat jelas, warna abu – abu dan menjulang tinggi seperti bunga kol.
3. Awan Cumulonimbus berubah warna menjadi hitam gelap.
4. Terasa hembusan udara dingin.


Foto bentuk awan Cumulonimbus.

Di Indonesia biasa terjadi pada waktu tertentu, yakni :
a. Sering terjadi di musim pancaroba dan penghujan.
b. Kebanyakan terjadi di siang / sore hari jam 12.00 – 18.00.
c. Biasanya tidak ada susulan dan tidak terjadi ( terulang ) dalam rentang waktu yg singkat di tempat yg sama.

Beberapa dampak yang ditimbulkan, diantaranya :
1. Kerusakan ringan, seperti dahan pohon patah, baliho rusak, dsb.
2. Kerusakan sedang, atap rumah berhamburan, pohon roboh, dll.
3. Kerusakan berat, rumah roboh, akar pohon besar tercabut, mobil terbalik dsb.


Foto pohon roboh nimpa rumah akibat angin.

Mitigasi / Pengurangan resiko yg harus dilakukan, diantaranya :
1. Buat rumah yg kokoh.
2. Pelajari, kenali perihal angin puting beliung.
3. Ketika terdeteksi akan datangnya puting beliung, masukkan barang – barang ke dalam rumah.
4. Tutup jendela dan pintu.
5 Matikan listrik dan alat elektronik.
6. Hindari bangunan tinggi, tiang listrik, papan reklame.
7. Waspada ketika melintas di bawah pohon besar.