Sekolah Siaga Bencana (SSB) SMAN 1 Prambanan dan SMA Muhammadiyah Kalasan

Tampak Ibu Hamil yang mendapatkan pertolongan

Prambanan Sleman – Kabupaten Sleman merupakan daerah  mempunyai berbagai potensi  ancaman bencana,  sehingga perlu adanya gladi. Kabupaten sleman khusunya wilayah kecamatan prambanan dan Kalasan  merupakan daerah yang berada disekitar sesar opak sehingga potensi ancaman bencana Gempa Bumi lebih tinggi, untuk itu pada hari senin, 22 Oktober 2018 diselenggarakan gladi lapang Gempa Bumi dengan harapan mereka lebih siap apabila sewaktu-waktu terjadi Gempa Bumi.

Galdi lapang diselenggaran oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB)  DIY dengan lokasi di SMAN 1 Prambanan yang beralamat di RT 01 RW 26 Madubaru Desa Madurejo kecamatan Prambanan, dengan para pelaku sebagian personil dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman seluruh warga sekolah SMAN 1 Prambanan, Camat Prambanan, Palang Merah Indonesia  (PMI) sleman, Polsek Prambanan, Koramil Prambanan, Trantib kecamatan Prambanan,Forum Pengurangan Resiko  Bencana (FPRB) Bandung Bondowoso dan Madu Siaga, seluruh Keluarga besar SMAN 1 Prambanan, sebagian siswa dan Guru SMA Muhammadiyah Kalasan.

Gladi lapang berjalan lancar, para pelaku gladi dapat melaksanakan perannya masing-masing. Setelah Galdi selesai dilanjutkan dengan Pengukuhan sebagi  Sekolah siaga Bencana (SSB) kepada SMAN 1 Prambanan dan SMA Muhammadiyah Kalasan yang diresmikan oleh Wakil Bupati Sleman  Dra. Hj. Sri Muslimatun, M. Kes dalam sambutannya beliau berharap agar selalu eling lan waspodo terhadap berbagai ancaman bencana sehingga  slogan tanggap, tangkas, tangguh dapat terwujud.