Sekecil Apapun Perkembangan Merapi Terkesan Menjadi Heboh, Ternyata Beralasan

GUNUNG MERAPI, siapa yg tak kenal dengan gunung yg satu ini, paling nyentrik, eklusif, aktif, indah megah perkasa tapi kadang dirasa sangar garang & menakutkan.

Letusan dahsyat 2010 masih terngiang – ngiang di benak kita, siapapun akan takut & ngeri di hati seperti kejadian tsb.

Hal tsb berimbas pada kondisi perkembangan merapi berikutnya, setiap aktivitas merapi naik, misal terjadi letusan seperti Mei 2018, apapun namanya, gimana dampak resikonya, selalu terjadi kepanikan & ketakutan warga.

Terkesan situasi & kondisi menjadi heboh, padahal dampak letusan tsb tak membahayakan warga. Berbeda dengan gunung yg lain, warga tak begitu seheboh dg yg ada di sekitar merapi, beberapa alasannya yakni :

1. Kata Pak Makwan, BPBD Sleman, ” Trauma kejadian 2010 masih terlalu kental berisi di kepala kita, sehingga suara kucing berasa auman harimau “.

2. Kesiap siagaan yg penuh dari semua pemangku kepentingan, hingga dirasa kesibukan aktivitas yg ramai & kadang terkesan hiruk pikuk.

3. Informasi Medsos yg kadang memprovokatori situasi, hingga menjadi tambah heboh.

4. Komrel relawan di Sleman cukup banyak, sehingga mobilisasi relawan berkesan ramai.

5. Merapi memang punya daya tarik, magnet yg cukup tinggi bagi kalayak.

6. Pengalaman 2010 dengan resiko korban jiwa yg cukup banyak, menjadi alasan kuat sekecil apapun letusan merapi, selalu terkesan menjadi ramai & heboh.