Mungkinkah Relokasi Warga Lereng Merapi Kembali
GLAGAHARJO – CANGKRINGAN. Letusan merapi beberapa kali terjadi, sontak warga masyarakat, kususnya di KRB 3, berhamburan keluar rumah lari turun ke bawah, menuju titik aman, barak pengungsian.
Tak cuma sekali pemandangan ini terlihat, berkali – kali, hampir setiap letusan merapi dengan suara gemuruh, warga lari turun ke bawah kemudian dirasa landai, naik kembali pulang ke rumahnya masing – masing.
Bak hidup ibarat main petak umpet ( jw Jelungan ), terlihat raut wajah yg panik takut, ketika berada di barak pengungsian. Hal ini kapan akan berakhir, belum bisa diprediksi mungkin akan terulang dan terulang lagi.
Memang itulah resiko yg harus disandang warga, ketika itu pemerintah menawarkan solusi relokasi ke tempat yg jauh dg merapi, mungkin dengan banyak pertimbangan, maka tawaran tsb belum di terima.
Nah melihat kondisi beberapa kejadian setelah letusan freatik kemarin, apakah belum atau tidak ada niatan warga untuk bermukim di tempat yg lebih aman ?.
Apakah Pemerintah ada solusi kebijakan baru atau usulan wacana baru untuk mengatasi hal tsb ?.
Satu sisi memang mungkin dilematis tetapi sisi lain, segi keselamatan teramat beresiko.
Memang sangat komplek hal ini, sulit, kasihan, beresiko, dll campur aduk jadi satu.
Semoga tersolusi, warga selamat aman & nyaman.

