Letusan Merapi Mei 2018, Seberapa Jauh Keberhasilan Beberapa Program Bentukan BPBD Sleman

LETUSAN MERAPI di bulan Mei 2018, cukup mengagetkan semua pihak, baik warga, pemerintah maupun para pegiat kebencanaan, pasalnya tidak ada tanda – tanda sebelumnya.

Mitigasi bencana, jauh – jauh hari sebelumnya, BPBD telah melakukan program PRB, seperti pembentukan SSB, destana, Sister School, Sister Village, Pembentukan Unit Op, Unit Lak.

Letusan Freatik Mei kemarin, bisa sebagai alat ukur keberhasilan program yg dibentuk, pertanyaannya, seberapa jauh bentukan – bentukan Program tsb dapat melaksanakan tugasnya ?.
Berikut temuan di lapangan :

1. Sister Village, penanganan pengungsi antar Desa sudah terlihat padu.

2.Tentang Unit Op, Bagaimana Struktur, koordinasi & konsolidasi Unit Op kususnya di kecamatan garda depan ( sampai tanggal 30 Mei belum ada rapat koordinasi lintas sektoral ).

3. Destana dg Unit Laknya, struktur ketugasan & koordinasi apa sudah sedikit berjalan ( contoh Desa garda depan baru membentuk Tim Unit Lak tanggal 30 Mei 2018 ), pada hal merapi mulai meletus tgl 11 Mei.
Bagaimana dengan Destana lainnya ?.

4. Sekolah Siaga Bencana / SSB dengan sister schoolnya. ( beberapa SSB canggung melangkah, wali murid njemput anaknya membawa pulang pada hal berlawanan arah ).

Harapan ke depan, umpan yg sudah dilesakkan BPBD Sleman, dapat dicerna, difahami & dilaksanakan desa, kecamatan atau sekolah.

Papar salah satu relawan FKKRS yg tak mau disebut namanya, ” Pembentukan macam – macam itu terkesan kurang tuntas, kurang mendalam, minim pendampingan, sehingga bagi Kecamatan, Desa & Sekolah yg pasif, program cenderung mangkrak “.

Semoga temuan – temuan tsb, sebagai bahan masukan demi perbaikan, pada akirnya Mitigasi / PRB berhasil, masyarakat selamat aman & nyaman.