DR Idrus Marham, Jogja Kota Relawan Internasional

UMBULHARJO. ” Jogja adalah Kota Relawan, bukan hanya tingkat nasional saja, tetapi tingkat internasional “, salah satu isi arahan Mensos, di depan Relawan Lereng Merapi pada acara kunjungannya paska freatif merapi kemarin.

Paska Gempa Bantul 2006, mulai bermunculan grup-grup relawan gempa bumi, terlebih paska erupsi merapi 2010, bak jamur di musim hujan, lebih banyak lagi bermunculan Komrel.

Sleman saja, di 2018 ini relawan yg resmi tercatat di BPBD 1500 orang yg masuk dlm 49 Komunitas, dan masih ratusan bahkan ribuan yg tidak tercatat.

Belum Kabupaten lain, di Jogja ini yg aktif di giat kemanusiaan / kebencanaan, masih ribuan jumlahnya.
Terbukti setiap ada bencana di Jogja, apapun jenisnya, relawan selalu hadir berbondong-bondong ikut pengkondisian obyek yg terdampak.

Salah satunya itulah, yang Menjadikan sebutan Jogja Kota Relawan Internasional.