Freatif Merapi 11 Mei, Uji Kesiapan dan Kemampuan Kerja Unit Ops dan Unit Lak se Cangkringan
CANGKRINGAN. Letusan Freatif Merapi 11 Mei kemarin menghentakkan semua pihak, kususnya wilayah Cangkringan. Tanda -tanda sebelumnya tidak ada, baik tanda alam ( pergerakan hewan, suhu dll ) maupun deteksi alat di BPPTKG,
Pagi itu sebagian besar warga berhamburan keluar rumah, ruangan dengan kondisi panik dan takut, siswa-siswa yg berada di sekolah tak sedikit yg sangat panik, menangis, bahkan warga yg jaraknya 15 KM saja, banyak yg sudah berkemas-kemas membawa tas besar bawa bantal dll pengin lari mengungsi.
Kondisi tsb harus diantisipasi dan perhatian bagi pemangku setempat, kususnya di Cangkringan ada Unit Ops dan Unit Lak, peristiwa kemarian merupakan ujian yg pertama bagi kerja 2 institusi tsb.
Pertanyaannya, kemarin apakah kerja Unit Ops sudah berjalan, terkoordinasi, tiap bidang sudah berjalan ?. Atau malah belum berjalan ? dan berjalan hanya pribadi-pribadi bukan karena struktur ?.
Begitu juga Unit Lak yg ada di Desa?, kususnya yg ada di wilayah terdampak merapi, baik Cangkringan ataupun Pakem.
Contoh Desa Argomulyo, Unit lak pagi itu langsung berjalan sesuai ketugasan masing-masing, ada yg bertugas buka dan jaga barak, ada yg ngatur jalan evakuasi, ada yg nyiapkan logistik ada yg kusus atur komunikasi, kemudian di siang hari dilakukan evaluasi di posko Destana.


Foto Unit Lak Argo lakukan evaluasi tim habis letusan kemarin.