Alas Merapi. Belajar Dari Hilangnya Sesaat, Sosok Warsito

WARSITO, nama yg beberapa waktu ngetren, menjadi perbincangsn sebagian masarakat, terlebih di kalangan relawan kebencanaan.
Warsito, wisatawan lokal yg pingin melepas penat di Banker Kaliadem, dinyatakan hilang setelah berpisah dengan sang istri dan lost contack.
Menurut sang istri, Warsito suaminya baru dirudung kalut hatinya, ada persoalan ( yg belum dikkletahui ).
Ratusan relawan selama 4 hari bahu membahu berjuang, naik gunung, keluar masuk hutan merapi, melakukan penyisiran.
Alhasil WARSITO ditemukan sru 10 di atas pos 2, hampir batas vegetasi, tempat yg sangat jarang dikunjungi orang, disamping jauh, terjal dan sangat ekstrim.
Anehnya, pengakuan sesaat setelah ditemukan, dia barusan dari kawah merapi dan menginap semalam. Tim penemu makin tercengan, apalagi dia tanpa alas kaki, tak berbekal makanan dan yg lain.
Spekulasi berkembang di masarakat macam macam, ada yg menganggap hal biasa, tetapi banyak juga yg menyimpulkan digoda / kemasukan goib ( jin setan demit ) penunggu merapi. Tentang sebenarnya bagaimana yg terjadi biarlah Warsito dan Tuhan sendiri yg tau.
Sesepuh setempat berharap, ” Bagi para wisatawan menjaga dan bersopan santun bila plesiran ke merapi, jangan maunya sendiri, merapi beda dengan tempat lain, merapi wingit “.
Pesan Mas Asih juru kunci merapi ” Jaga kearifan lokal, cintailah tanaman bersahabatlah dengan merapi “.
Yang jelas alas merapi, merupakan penyeimbang kehidupan, penopang mata air, aset wisata, maka siapapun yg dekat dengannya, wajib menjaga memelihara dan mencintainya sebagai sahabat.
