NILAI YANG BISA DIPETIK DARI SEMINAR BARRATAGA SERI #075 DI MUGESA SARWIDI

Sleman, Museum Gempa Prof,Dr.Sarwidi kembali menjadi pelaksana penyelenggaraan Seminar BARRATAGA seri 075 secara daring pada Sabtu 29 November 2025.Serangkaian acara seminar berseri ini menghadirkan tokoh-tokoh  teasional di bidang hukum, manajemen, dan konstruksi, serta diikuti oleh ratusanpeserta dari berbagai daerah di Indonesia. Seminar dibuka dengan terlebih dahulu menyanikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebagai simbol semangat persatuan. Sambutan pertama disampaikan oleh  Bima Bakti Nusantara,Sekjen DPP Gapeknas, yang menegaskan bahwa seminar BARRATAGA telah berlangsung  konsisten sejak masa Pandemi 2020 dan kini memasuki seri ke- 75. Ia menekankan pentingnya forum ini sebagai wadah pengembangan iklim usaha jasa konstruksi yang berkelanjutan.

Selanjutnya, Ir.Manahara R.Siahaan,MM Ketua Umum DPP ATAKI & DPP GAPEKNAS, membuka seminar secara resmi.Dalam sambutannya, ia menyoroti tiga topik utama : tata kelola manajemen proyekkonstruksi, desain struktur bangunan bertingkat assesmen gempa, seta perlindungan konsumen dalam transaksi properti.

Materi inti pertamadisampaikan oleh  Bima Bakti Nusantara yang  menekankan Tujuh Aspek menejemen Konstruksi, (perencanaan, perancangan, pengadaan, sumberdaya, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian dan penyelesaian proyek. Sedang Ir Rizal Maulana memaparkan desain struktur bangunan bertingkat dan assesmen gempa yang didalamnya pentingngnyapenerapan stndar teknis yang menyesuaikan kondisi geologis Indonesia, dan perlunya assesmen bertkala terhadap bangunan eksisting untuk memastikan ketahanan terhadap gempa. Rizal menyoroti bahwa integrasi teknologi desain modern dengan regulasi  nasional akan memperkuat keamanan publik.

Sementara itu Prof. Sarwidi membawakan materi tentang perlindungan konsumen dalam transaksi properti. Beliau menekankan bahwa banyak kasus konsumen gagal menerima unit dari developer, sehingga diperlukan tata kel Acara ini juga banyak diikutiola hukum yang jelas, transparansi kontrak serta penguatan peran notaris  dan lembaga perlindungan konsumen. Prof Sarwidi mengaitkan aspek hukum nasional dengan prinsip syariah untuk memastikan keadilan dan kebermanfaatannya bagi masyarakat banyak.

Seminar ini tidak hanya memberikan wawasan teknis, tetapi juganilai tambah berupa poin khusus bagi peserta dari kalangan professional konstruksi.Acara ini juga diikuti oleh kalangan insinyur professional, selain dari mahasiswa dan akademisi lainnya. Kehadiran Prof. Sarwidi sebagai penggagas MUGESA menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan ilmu hukum, menejemen,dan teknik demi kemajuan dunia konstruksi di Indonesia 

Seminar BARRATAGA  Seri #075 menjadi momentum penting untuk memeperkuat tata kelola proyek, meningkatkan kualitas banguan, serta melindungi konsumen di era pembangunannasional yang berkelanjutan, semoga.