MEMANTAU EMBUNG DI KAWASAN SLEMAN UTARA (Bagian 2)

Sleman,26 November 2025 menghadapi cuaca ekstrim di wilayah Sleman kembali menjadi perhatian publik setelah dilakukan dokumentasi lapangan di beberapa titik yakni embung Jurangjero, Embung Sempu,Embung Donoharjo, embung Kaliaji Wonokerto Kapanewon Turi. Keempat embung ini tidak hanya berfungsi sebagai penampung air hujan semata, tetapi juga sebagai simbol ketahanan masyarakat terhadap ancaman kekeringan dan perubahan iklim. Dalam pengamatan lapangan, terlihat bahwa pengerukan menjadi salah satu pekerjaan utama yang dilakukan untuk menjaga kapasitas daya tampung embung. Sedimentasi yang menumpuk dari tahun ke tahun  berpotensi mengurangi daya tampung, sehingga pengerukan rutin menjadi langkah strategis. Tanpa pengerukan, embung akan kehilangan fungsinya sebagai penyangga air terutama di musim kemarau panjang. Selain itu, struktur bangunan embung juga menjadi sorotan. Kualiatas konstruksi sangat menentukan ketahanan embung terhadap tekanan air maupun potensi longsor di sekitar tanggul. Beberapa embung menunjukkan  fisik yang cukup signifikan, namun adapula yang masih membutuhkan perhatian lebih, baik dari sisi material mauoun sistem drainase. Ketahanan embung bukan hanya soal teknis, tetapi tetapi juga menyangkut keberlanjutan sosial. Embung menjadi sumber air bagi petani, cadangan untuk kebutuhan rumah tangga, sekaligus ruang publik yang memberi manfaat ekologis. Oleh karena itu, perawatan embung harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Sleman.

Menurut Prof Sarwidi, pakar senior teknik sipil dan kebencanaan, embung harus dipandang sebagai infrastruktur vital sekaligus instrumen mitigasi bencana. ” Pengerukan dan penguatan struktur bukan hanya menjaga kapasitas tampung, tetapi juga bagian dari dari strategi pengurangan risiko bencana hidrologi. Embung yang terawat baik akan menjadi benteng masyarakat dalam menghadapi ancaman kekeringan, banjir bandang,maupun longsor di sekitar tanggul. karena itu perawatan embung adalah investasi jangka panjang yang menyangkut keselamatan dan ketahananan hidup warga” tegasnya. Reportase ini hanya ingin menegaskan bahwa pengerukan, ketahanan embung, dan struktur bangunan adalah tiga kata kunci  yang saling terkait. Tanpa pengerukan, kapasitas berkurang, ; tanpa strutur yang kuat, embung rawan jebol; dan tanpa ketahanan, masyarakat kehilangan penopang utama dalam menghadapi krisis air.

Keterangan Photo : 

  1. Prof.Dr. Sarwidi Pakar Teknik Sipil Senior dan Kebencanaan.
  2. Foto kondisi embung Sleman Utara terkini.