Tahun 2016 Wilayah DIY Mengalami Kemarau Basah
PUSDALOPS, Berdasarkan informasi dari BMKG DIY dan pengamatan harian PUSDALOPS beberapa wilayah Kabupaten Sleman masih terpantau adanya hujan variasi ringan sedang durasi pendek, sistem AWS dan Rain fall Monitoring menunjukkan terjadinya hujan di wilayah seperti Kecamatan Depok, Kalasan, Berbah, Mlati dan Pakem.
Adapun wilayah Merapi dari pengamatan kemarin masih terjadi hujan di wilayah Turgo (lereng selatan) dan lereng barat daya di wilayah Sungai Krasak Srumbung Magelang. Dari sisi lahar hujan curah hujan seperti ini tentu tidak begitu berpengaruh akan timbulya banjir lahar dingin saat ini.
Sesuai prediksi BMKG tahun ini Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengalami kemarau basah yang artinya meskipun di musim kemarau namun masih berpotensi terjadinya hujan di beberapa wilayah. Hal ini sangat menguntungkan bagi kaum petani terutama pada sektor pertanian adalah meningkatnya luas lahan tanam dan produksi padi namun di sisi lain akan berdampak negatif pada komoditas perkebunan seperti tembakau, tebu, teh serta tanaman hortikultura lainya.
Menurut informasi dari BMKG hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain kondisi angin monsoon timuran yang menguat karena suhu permukaan air laut selatan meningkat sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan awan hujan , fenomena Dipole Mode negatif yaitu bertambahnya pasokan uap air di wilayah bagian barat yang akan berdampak pada penambahan curah hujan prediksi Juli hingga September.
Dari sisi mitigasi bencana tentu harus tetap kita waspadai terjadinya hujan parsial di beberapa wilayah yang biasanya disertai dengan angin kencang,seperti pengamatan hari ini seperti di wilayah Maguwoharjo masih terlihat awan berlapis yang kemudian terjadi hujan disertai angin kencang di wilayah tersebut namun nihil kejadian. Source: BKMG/AWS/Lab.Hydro (den)
}