Pelatihan Pengelolaan Barak Bagi Desa Penyangga

0

C A N G K R I N G A N. Desa Penyangga adalah desa tempat menampung para Pengungsi kususnya bencana Merapi, yang berasal dari desa lain yang terdampak yang harus menyingkir ke tempat aman.
Di Kecamatan Cangkringan, apabila Merapi meletus dengan jarak rawan 10 KM, sebagai desa Penyangga adalah desa Wukirsari dan Argomulyo, kedua desa tersebut menampung para warga desa Umbulharjo, Kepuharjo dan Glagaharjo.
Sebagai desa Penyangga, kedua desa tersebut harus mempersiapkan diri sebagai penerima warga terdampak, seperti mempersiapkan tempat, penerangan, kebutuhan sehari-hari ( makan, minum, MCK, dll ) sehingga, warga tertangani dengan baik hingga merasa aman, nyaman dan selamat. Untuk itu diperlukan penangan yang terencana, terorganisir, efektif, efisien dan tertata dengan managemen yang baik.
Hal itu dapat terlaksana apabila semua personil yang ikut menangani barak tersebut, bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing, maka diperlukan sebuah Pendidikan tentang Managemen Barak atau Pelatihan Pengelolaan Barak secara lengkap / detail di satu desa Penyangga.
Salah seorang Pengurus desa Penyangga Argomulyo, ditanya tentang kesiapannya apabila mengelola barak, mengatakan “Sampai saat ini belum seberapa kami berkiprah dalam managemen barak, jadi ilmunya belum seberapa, karena Pelatihan Pengelolaan Barak yang dilakukan secara detail dan pesertanya satu desa belum kami dapat, dulu memang pernah BPBD mengadakan di Barak Randusari, tetapi itu penekanan di PPGD, maka harapan kami ada Pelatiahan secara detail tentang Pengelolaan Barak sampai Peragaan atau disimulasikan, sehingga kami bersama teman-teman betul-betul faham”.
Sedang salah seorang Relawan desa Wukirsari, yang tak mau disebut namanya, berharap “ Di setiap ada kegiatan, semisal Simulasi yang melibatkan desa Terdampak dan Penyangga, kususnya konco-konco Komunitas relawan Penyangga ada yang dijawil, biar kalau ada kejadian beneran semuanya sudah terkomunikasikan. Tentang Pengelolaan Barak, walaupun Wukirsari sudah biasa menangani, tetapi hemat saya masih perlu dilatih lagi”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.