MEMAKNAI INFORMASI DARI POS PENGAMATAN GUNUNG MERAPI (PGM) KALIURANG

PAKEM, Masyarakat mungkin belum  banyak yang tahu tentang keberadaan dan fungsi pos pengamatan gunung api yang masih aktif khususnya seperti yang ada di sekitar gunung api Merapi. Dari pos pengamatan gunung api Merapi inilah kita bisa memperoleh informasi yang real sehingga penduduk yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) bisa tidur nyenyak dan merasa aman. Informasi dari Pos Pengamatan ini pulalah kita bisa tahu informasi sebuah erupsi itu sudah dikatakan membahayakan atau mengancam keselamatan jiwa manusia melalui tanda yang diberikan melalui Early Warning System (EWS) yang dibunyikan secara terus-menerus agar masyarakat yang tinggal di lereng gunung melakukan evakuasi secara mandiri atau secara berkelompok. Dari Pos Pengamatan Gunung itu pula masyarakat juga ter edukasi untuk bisa mengetahui informasi yang benar atau berita yang bersifat bohong (hoaks). Pemantauan yang dilakukan oleh petugas pengamat gunung dilakukan secara terus menerus  selama 24 jam secara bergantian melalui peralatan yang terpasang di dinding gunung yang berada di puncak Merapi dari berbagai sudut dan dipantau dari pos pengamatan yang ada di sekeliling gunung api. Gunung Merapi  yang termasuk salah satu gunung api yang paling aktif di Indonesia bahkan di dunia selalu dipantau aktifitasnya dari Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang, Pos Babadan, Pos Srumbung dan Pos lainnya yang senantiasa dapat diketahui pergerakannya mulai dari getaran tektonik, vulkanik, besaran guguran, jarak luncuran material, pembentukan kubah baru ,dan juga tingkat estimasi bahayanya teradap warga sekitar dan memberikan informasi secara luas tentang aktifitas dan pergerakan gunung. Dari informasi tersebut juga masyarakat luas bisa tahu aman dan tidaknya berekreasi di sekitar kaGunung Merapi yang memang eksotis.

Foto : Diambil dari Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Pakem, Sleman.