NAPAK TILAS DI SPOT SISA ERUPSI MERAPI 2010 CANGKRINGAN (Bagian I)

CANGKRINGAN, keinginan penulis untuk napak tilas jejak erupsi Marapi 2010 sebenarnya sudah cukup lama, namun baru terlaksana kemarin tanggal 8 Februari 2024 sekaligus memantau kedalaman Sabo Dam Gendol setelah bertahun- tahun di normalisasi yang berada di sisi Barat dusun Gadingan. Ternyata di sungai itu masih terpantau truck sedang beraktifitas mengisi material dengan banthak (tanah dan batu) yang biasanya dipergunakan untuk bahan menimbun lahan. Perjalanan dilanjutkan menuju ke arah Glagaharjo untuk melacak lokasi bekas SD Glagaharjo yang saat erupsi terdampak, ternyata lokasi SD tersebut betul- betul sudah rata tertimbun material erupsi kala itu. Perjalanan dilanjutkan lagi sambil mengambil foto-foto rumah terdampak di sekitar Glagaharjo, Glagahmalang, Ngepringan,  ternyata di kawasan ini meski jarang penghuni, tetapi mulai ada penduduk yang tinggal menetap di sebelah Timur dusun Ngepringan seperti layaknya sebuah villa di tengah perkebunan dengan pemandangan kearah Utara gunung Merapi yang tampak gagah bila cuaca sedang cerah.
Sebenarnya ada spot-spot baru yang bisa menarik bagi wisatawan pengguna Jeep Wisata Merapi yaitu dengan berhenti sejenak, melihat bekas dampak erupsi bekas rumah tinggal penduduk setempat dan mengambil foto di bekas-bekas rumah yang terkena erupsi Merapi tersebut. Tentunya untuk menarik wisatawan dibutuhkan pembersihan semak belukar yang ada di sekitar rumah sambil diberi tanda / tulisan yang memberikan keterangan bahwa rumah tersebut adalah sebagai penanda sejarah  erupsi gunung api serta seberapa besar tingkat bahayanya sekaligus sebagai wahana edukasi bagi masyarakat luas yang tidak tahu atau belum pernah melihat secara langsung akibat yang ditimbulkan oleh erupsi sebuah gunung.

Keterangan foto : Dam Kali Gendol dan  Rumah terdampak erupsi  di Kawasan Glagaharjo,Cangkringan.