WASPADAI KELANGKAAN AIR DI SLEMAN DAN SEKITARNYA
CANGKRINGAN, Ingat minum air, ingat sumbernya, pepatah ini mendorong kita semua yang membutuhkan air dalam segala aktifitas kehidupannya tentu diingatkan untuk tidak abai terhadap asal muasal air dan kebermanfaatannya bagi manusia. Akibat musim hujan yang pendek dan sebaliknya musim kemarau yang lebih panjang terpantau sumur-sumur milik penduduk mengalami penyusutan yang drastis ditandai dengan penyuntikan sumur dengan menambah pralon pada kedalaman tertentu. Dari survey air secara mandiri di umbul Wadon yang berlokasi di Kali Kuning Umbulharjo, Cangkringan, dijumpai bahwa tidak lagi terdapat rembesan atau luberan air seperti biasanya. Perlu diketahui bahwa mata air Umbul Wadon diekplorasi dan dimanfaatkan oleh 17 (tujuh belas) pengguna terbesar diantaranya PDAM Sleman, PDAM Tirta Marta, dan PT AMI, sedang penggunaan manfaat lainnya dipakai untuk 1, Saluran primer ; 2.pemenuhan kebutuhan air minum wilayah Pangukrejo, 3.Umbulharjo II,Tirto Godang, Pipa warga Umbulharjo, Huntap (Kepuharjo dan Umbulharjo},Dukuh Ngipiksari I, Dukuh Ngipiksari II,TirtogondangI, Kaliurang Barat,Pamsinas Umbulharjo, DD 2021,Padukuhan Banteng. Sementara penyusutan air sumur juga ditemukan di padukuhan Manukan Condongcatur seperti yang disampaikan oleh Bu Awesti yang menceriterakan bahwa sumurnya mengalami surut air dan terpaksa beralih berlangganan ke PDAM untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangganya,
Namun dengan datangnya hujan di penghujung bulan Januari sampai Februari 2024 sedikit menolong mulai ada aliran di sungai sungai kecil meskipun belum maksimal. Mungkin untuk menghemat penggunaan air, masyarakat juga mulai perlu memanen air hujan disaat musim penghujan tidak hanya sekedar membuat sumur-sumur resapan, tetapi sebaiknya juga membuat bak-bak penampung air hujan untuk menanggulangi kelangkaan air kedepannya,
Dokumen pribadi : Diambil di Umbul Wadon, Umbulharjo, Cangkringan.



