Penguatan Kelembagaan Masyarakat Dalam Pengurangan Resiko Bencana
Sleman, dengan pengalaman mengalami berbagai bencana yang pernah menimpa wilayahnya Pemerintah kabupaten melalui BPBD selalu membaharui diri dengan melaksanakan penguatan bagi seluruh elemen masyarakatnya agar setiap muncul bencana bisa memperkecil atau mengurangi resiko dari dampak mencana yang muncul. Pengalaman gempa 2006 dan erupsi Merapi 2010 sungguh menjadi guru yang baik bagi seluruh masyarakat Sleman untuk senantiasa menempa diri lewat pelatihan dan Gladi secara berkesinambungan baik secara mandiri maupun melalui pendampingan dari pemerintah. Kegiatan tersebut meliputi Kegiatan Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk desa penyangga di 5 (lima) desa yang meliputi Desa Donokerto, Trimulyo, Pendowoharjo, dan Lumbungrejo yang diagendakan pada bulan Agustus dan September 2016. Penguatan Sekolah Siaga Bencana (SSB) di 4 (empat) Kecamatan yaitu SMPN 2 Berbah, SMPN 1 Kalasan, SMP Muhammadiyah Ngemplak, dan SMAN 2 Ngaglik yang berlangsung mulai bulan April sampai bulan Mei 2016. Kegiatan rapat kooordinasi kebencanaan di 17 Kecamatan yang diagendakan pada bulan Oktober 2016.
Siapa saja yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut ?
Kegiatan penguatan pengurangan resiko bencana kan melibatkan seluruh perangkat desa, BPBD, komunitas Relawan, Komunitas PKK, Karang Taruna, Linmas Tagana, Guru, Karyawan sekolah, Komite sekolah, Siswa, UPT Pelayanan Pendidikan, Pemerintah kecamatan, Linmas. Dengan berbagai materi ; Kajian Resiko (ancaman,kerentanan, dan Kapasitas)Penyusunan Perencanaan (RPB dan RAK), Pengembangan Sistem Peringatan Dini Berbais Masyarakat, Penyusunan Rencana Kontijensi(termasuk rencana Evakuasi) Gladi Penanggulangan Bencana dan Seminar di BPBD Sleman. Sedang kegiatan SSB meliputi ; Kebijakan Penanggulangan Bencana di Sleman, Pemetaan, Pemetaan Kerentanan,Implementasi PRB di Sekolah, Pemetaan Kapasitas, Analisis Resiko, Sistem Peringatan dini di Sekolah dan meteri yang menarik lainnya yang akan didamping narasumber baik dari BPBD Sleman, Yakkum Emergency Unit (YEU), PMI, MDMC, dan dari dinas Dikpora Kabupaten Sleman. Harapan dengan diadakannya penguatan ini masyarakat wilayah Sleman tidak lagi gentar menghadapi ancaman bencana, tetapi justru semakin bijak dan tangguh dalam menyikapi bencana yang kemungkinan muncul setiap waktu, semoga