Penghijauan Lereng Merapi Srategi Stok Pakan Satwa
CANGKRINGAN. Fenomena kawanan kera turun gunung sampai masuk rumah warga sebagai sebuah kasus yg perlu solusi.
Seperti yg terjadi di lereng Merapi wilayah Cangkringan. Kera – kera sudah turun sampai wilayah Wukirsari sejauh 13 km dari Merapi untuk mencari makan, tidak hanya makan jenis tanaman sayur warga, tetapi sudah berani masuk ke dapur rumah. Hal ini menunjukkan gejala satwa lereng Merapi mencari makan di luar habitatnya, terindikasi stok makan sulit di cari, terlebih di musim kemarau seperti sekarang ini.
Salah satu solusinya adalah, tersedianya stok makanan satwa Merapi yg berkesinambungan, artinya ada pohon pohon yg tumbuh sebagai makanan satwa baik daun maupun buahnya tidak bersifat musiman.
Tentunya paska 2010 hampir semua pohon mati, termasuk jenis penyuplai pakan satwa.
Maka reboisasi yg dilakukan harus mempertimbangkan ekosistim kehidupan satwa, ya ada jenis jenis pohon yg dapat dimakan satwa baik daunnya, buahnya maupun kulit kayunya seperti lamtoro, landing gunung, landing biasa, jipang, pisang gunung, strowberi gunung, rasamala, andra dsb.
Selama ini penanaman di hutan lereng Merapi, mungkin jenis pohon tersebut banyak yg tidak tumbuh ataupun mati, sehingga stok pakan satwa menjadi menipis.

Foto tim FKDM Cangkringan, melihat lihat tanaman yg ada di TNGM sisi selatan.