Banjir Kali Gendol Masih Aman-aman Saja Bagi Pemukiman Warga
Musim Penghujan 2016, Aliran Sungai Gendol frekwensinya sedikit, dan masih berhenti di hulu ( Jalur Produksi ).
C A N G K R I N G A N – S L E M A N. Musim Penghujan mulai berlangsung sekitar bulan Oktober 2015, dan bulan Maret 2016 ini sebagai puncaknya. Hujan yang terjadi di Puncak Merapi hanya terjadi beberapa kali saja, itupun dalam durasi yang tidak lama, sehingga potensi Lahar Hujan / Banjir dari puncak hanya terjadi beberapa kali, dan aliran berhenti masih di Jalur Produksi ( di hulu ).
Pantauan di lapangan Hujan lebat dengan durasi di atas 1 jam, sampai bulan Maret 2016 ini tidak terjadi di Puncak Gunung Merapi, tetapi terjadi di daerah hilir, sehingga banjir dari Merapi tidak membahayakan pemukiman warga. Beberapa kejadian Banjir di daerah hilir terjadi, sampai masuk ke pemukiman warga, namun aliran bukan berasal dari Puncak Merapi, dan hanya aliran lokal yang berasal dari akumulasi beberapa sungai kecil dan pemukiman warga, yang mengakibatkan sungai tidak muat.
Beberapa kali banjir terjadi di sungai Gendol ( dari Puncak ), aliran tersebut membawa material bebatuan dan pasir, dan hanya berhenti tertahan sampai di timur Dusun Kopeng Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman.
Dasar sungai Gendol sudah relatif dalam dan lebar, sehingga aliran yang terjadi masih berada di alur sungai yang dalam, apalagi masih jauh dari pemukiman, sehingga sampai akir Maret 2016 ini, banjir sungai Gendol tidak membahayakan Pemukiman Warga.