Banjir Kali Gendol Cangkringan, Satu Armada Terseret Dan Tertimbun Aliran
KEPUHARJO – CANGKRINGAN. Rabu sore tanggal 17 Februari 2016, sekitar jam 17.15, satu armada hanyut terbawa aliran banjir lahar hujan sungai Gendol, hingga tertimbun material batu dan pasir.
Hal tersebut terjadi di sungai Gendol, tepatnya di sebelah timur bekas Dusun Kaliadem, Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Selepas jam 16.00 di puncak Merapi terjadi hujan lebat dalam durasi yang agak lama, sehingga mengakibatkan aliran / banjir yang datang dari puncak Merapi, laporan dari Relawan Pemantau banjir / SKSB, sampai di timur eks Dusun Kaliadem, kapasitas aliran cukup besar ( sedang), waktu itu kebetulan di tengah sungai ada dua armada yang sedang beraktifitas menaikan material, yakni satu armada Truk dan Colt Disel L 300.
Armada Truk yang sedang menaikan pasir, dengan NO POL AB 8635 QE milik Bp Nursamsi, warga Dusun Batur Kepuharjo Cangkringan, dengan sopir Sugiri, dapat menepi dari tengah sungai, sehingga selamat dari banjir. Namun nasib naas dialami Colt Disel L 300 milik Bp Surip warga Dusun Karang Kendal Umbularjo Cangkringan, armada dengan memuat batu bakal Kijing / bakal batu Nisan tidak dapat menghindar dari arus aliran banjir, sehingga hanyut terseret sampai akirnya total tertimbun material.
Colt L 300 dengan sopir Bp Trubus, sudah memuat 4 bakal batu nisan milik Bp Sudiyo, warga Dusun Cakran Wukirsari Cangkringan, waktu itu bersama 4 orang tenaga, untung ke 5 orang tersebut, sebelum banjir menghantam mobilnya sudah lari duluan menjauh dari banjir, sehingga semuanya selamat.
Sebetulnya Pemantau aliran dari SKSB sudah mengingatkan agar sedini mungkin menghindar / naik dari sungai, namun rupa-rupanya armada kelupaan untuk cepat naik, hingga akirnya terjadi musibah.
Untuk armada Truk, waktu itu juga langsung di evakuasi / dibawa pulang, warga bersama Relawan SKSB bau membahu sampai jam 21.30 WB, sedang untuk Cot Disel L 300 sampai berita ini ditulis masih tertimbun di dasar sungai Gendol.