Stok menipis, hari ini warga Banyurejo mengajukan droping air bersih kembali.

 

Pengambilan air bersih di Kemiri Purwobinangun Pakem. Foto. Dok TRC

TEMPEL. 26 September 2022. Hingga saat ini kebutuhan dasar air bersih sebagian warga Banyurejo masih mengandalkan suplai dari BPBD Sleman, dikarenakan debit air sumur menyusut dampak dari pemeliharaan selokan Mataram hingga bulan Oktober mendatang.

Distribusi air bersih terakhir tanggal 23 September yang lalu namun karena stok air bersih telah menipis, hari ini melalui Jogoboyo Banyurejo mengajukan droping kembali untuk padhukuhan Jambean RT 1, 4, 5 dan 6. Tangisan RT 1,2 dan RW 10. Serta padhukuhan Plambongan RT 3. Stok air bersih di masing- masing hidran umum tersebut tinggal berkisar 10 hingga 50 persen. Kebutuhan droping air bersih hari ini diperkirakan sebanyak empat tangki air dengan volume 5000 liter.

Hingga berita ini diturunkan BPBD Sleman tengah melakukan proses distribusi ke wilayah Banyurejo dengan mengambil air bersih dari Kemiri Purwobinangun Pakem sekalian berangkat dari Posko Utama Pakem,  kemudian mengambil dari PDAM Margoluwih Seyegan sumber terdekat dengan wilayah terdampak.