Dasarian dua Oktober 2022 Sleman memasuki awal musim hujan.

PAKEM. 6 September 2022. BMKG Stasiun Iklim Yogyakarta pada hari ini telah mengeluarkan Siaran Pers tentang prakiraan musim hujan 2022/2023.
Disampaikan bahwa prediksi dinamika atmosfer – laut terkini yaitu tentang lemahnya fenomena La Nina Desember 2022-Februari 2023, Indian Ocean Dipole (IOD) negatif hingga Desember 2022, Anomali Suhu Muka Laut Perairan Indonesia (Sea Surface Temperature/SST) pada Agustus-November 2022 diprakirakan relatif lebih hangat dari normalnya, Angin Monsun Asia diprakirakan mulai memasuki wilayah Indonesia utara ekuator dengan intensitas yang relatif sama dengan pola normalnya dan mendominasi hampir di seluruh wilayah Indonesia pada periode Desember 2022 hingga Maret 2023, posisi daerah pertemuan angin didaerah ekuator (Inter Tropical Convergence Zone/ITCZ) pada Juli 2022 masih berada di utara ekuator dan akan bergerak ke arah selatan menuju garis ekuator mengikuti pergerakan tahunannya. Pada periode Agustus 2022 – Januari 2023 diprakirakan berada di sebelah selatan garis ekuator dan posisi sesuai dengan normalnya.
Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer – laut di atas diprakirakan Awal Musim Hujan 2022/2023 D.I Yogyakarta terjadi pada sebagian besar wilayah Kabupaten Sleman pada bulan Oktober dasarian II dan Sleman bagian barat daya jatuh pada bulan November. Sedangkan Puncak Musim Hujan 2022/2023 diprakirakan bervariasi terjadi pada bulan Desember 2022, Januari dan Februari 2023, namun pada umumnya terjadi pada bulan Februari 2023.
Himbauan BMKG terhadap kondisi diatas terkait mitigasi bencana, pada periode peralihan musim/pancaroba yaitu pada akhir September – awal Oktober 2022 perlu diwaspadai cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung, dan potensi hujan es yang bisa terjadi pada periode tersebut. Pemerintah Daerah dan Masyarakat di wilayah rawan banjir dan tanah longsor, dihimbau waspada menjelang dan pada puncak musim hujan.