Pemetaan Kawasan Rawan Bencana Banjir Di Sleman
Bulan Maret 2016 khususnya di awal bulan merupakan puncak curah hujan yang tinggi di Sleman. Bukan hujannya yang perlu kita waspadai bersama, tetapi dampak dari curah hujan yang cukup tinggi dan jeda hujan yang lama sungguh memunculkan dampak yang luar biasa terhadap kawasan yang berada di luar wilayah Sleman, khususnya kawasan kodya Yogyakarta yang seluruh sungainya berhulu di wilayah Sleman. Banjir yang terjadi tersebut merupakan rentetan panjang dari akibat letusan Merapi 2010 yang berkontribusi besar terhadap daya dukung lingkungan yang semakin terbatas, kawasan resapan air hujan tidak lagi mampu menampung curah hujan yang melimpah, bahkan ketersediaan embung yang dibangun belum mampu menampung luapan curahan air hujan yang luar biasa tersebut.
Tampaknya pemetaan secara khusus tentang kawasan bencana banjir mulai diperlukan di wilayah Sleman untuk mulai menyusun peta informasi rawan bencana banjir di semua lini yang berada di hamparan dan pinggir sungai, peta warning (larangan) tidak boleh mendirikan bangunan, yang mencerminkan peta penyelamatan sumber air, kawasan wajib dihijaukan dan seterusnya. Pemetaan ini menjadi penting bagi pendewasaan masyarakat agar semakin peduli lingkungan serta ikut menjaga kelestarian alam sebagai salah satu upaya pencegahan bahaya banjir lewat program mandiri menghijaukan alam. Harapannya semoga mejadi bagian perencanaan daerah dalam pemantapan pembangunan kawasan berkelanjutan di Sleman.