Inisiasi Sister School Di Lapangan Pemkab Sleman
Ada yang istimewa pada acara inisiasi sister school ( paseduluran sekolah) di Sleman yang pagi tadi dilaksanakan dan diikuti oleh 20 sekolah dari perwakilan kecamatan yaitu Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan, dan Ngemplak yaitu Sleman merupakan yang pertama berani menginisiasi daerahnya untuk menjadikan sekolah yang aman dan tanggap bencana. Guru dan siswa tampak begitu terlatih dalam menyikapi dan menghadapi bencana khususnya bencana letusan gunung api yang pernah terjadi di Sleman pada tahun 2010.
Apresiasi yang tinggi disampaikan oleh Kasubdit Mitigasi dan Sertifikasi BNPB bu Linawati, SKM, M.Kes. Beliau menyampaikan, apa yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten Sleman dapat diikuti oleh daerah lain ketika menghadapi bencana. Kepedulian,kesigapan, dan ketangkasan para guru dan kepala sekolah sangat membanggakan melalui kerjasama antar sekolah yang tercermin dalam penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antar sekolah yang ditunjuk begitu baik, harapannya ketika muncul bencana sekolah- sekolah tersebut benar-benar siap menerima sekolah sahabatnya untuk bersama belajar di sekolah yang ada.
Dalam inisiasi tersebut juga diperagakan bagaimana kerjasama antar sekolah, UPT, BPBD, Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga, dengan Bupati ketika memberikan umpan baik dari informasi kenaikan status dari normal, siaga ke awas begitu terstruktur. Simulasi siswa dari sekolah menuju titik kumpul menuju sekolah penyangga begitu hidup.
Yang unik lagi, di sekolah penyangga tampak anggota Pramuka Sleman melakukan disaster healing lewat Yel yel Salam tangguh, nyanyian, dan permainan berupa fun and games diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa dan guru yang dipandu oleh Kak Grace Ayu dan Pak Sarjimin. Kegiatan ini berlangsung sangat lancar dan diakhiri dengan pembagian 33 bingkisan door price oleh Kak Grace Ayu yang diserahkan secara langsung oleh bu Rini dari BPBD Sleman.